Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Kawasan Industri Luar Jawa Harus Dikembangkan  

Written By Unknown on Rabu, 03 April 2013 | 09.35

Wahyu (49), mantan atlet panahan Jawa Barat mencoba busur panahan yang dijualnya seharga Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta perset di pabriknya di kawasan Sukamanah Baru, Bandung, Senin (26/11). Industri panahan lokal mati suri setelah kompetisi panahan nasional hanya menggunakan busur buatan Korea sejak lima tahun terakhir ini. TEMPO/Prima Mulia

Selasa, 02 April 2013 | 19:38 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Perindustrian Alex S.W Retraubun mengatakan pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) harus merambah pulau-pulau di luar Jawa. Hingga kini, pelaku IKM masih terpusat di Pulau Jawa dengan prosentase 75 persen. 

"Hanya 25 persen unit usaha IKM berada di luar Jawa. IKM harus keluar dari Pulau Jawa. Kalau tidak, struktur ekonomi terasa menjadi lemah," katanya di Kementerian Perindustrian, Selasa, 2 April 2013. Alex mengatakan jumlah unit usaha IKM berjumlah 3,9 juta unit dan menyerap 9,14 tenaga kerja. Pada 2014, kata Alex, Kementerian Perindustrian menargetkan unit usaha UKM di luar Pulau Jawa naik menjadi 40 persen. 

Alex menyadari pengembangan IKM di luar Pulau Jawa masih terbentur hambatan utama, yaitu masalah infrastruktur. Namun, hambatan ini harus diatasi agar persaingan unit usaha IKM semakin kompetitif. Pemerintah, kata Alex, juga menggencarkan program peningkatan daya saing, termasuk untuk mengatasi hambatan pada masalah infrastruktur.

Beberapa rencana strategis yang telah disusun adalah pengembangan klaster IKM, pengembangan kewirausahaan, restrukturisasi mesin dan peralatan, serta pengembangan tenaga penyuluh lapangan. Alex mengatakan ada tujuh komoditi yang akan dikembangkan dalam rencana strategis yaitu makanan ringan, minyak arsiri, gerabah atau keramik hias, batu mulia dan perhiasan, fesyen, kerajinan, dan garam rakyat. 

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Selatan, Wasista Bambang Utoyo, mengatakan pertumbuhan ekonomi di daerahnya juga digerakkan oleh IKM atau ekonomi yang berbasis kerakyatan.

Pada 2012, Wasista mengatakan laju pertumbuhan ekonomi mencapai 6,4 persen. Hingga triwulan keempat pada 2012, laju inflasi mencapai 2,7 persen atau lebih rendah dari inflasi nasional yang mencapai 4,3 persen. Tingkat kemiskinan di Sumatera Selatan juga turun 0,47 persen menjadi 13,8 persen pada 2012. 

Ia mendorong pelaku usaha Sumatera Selatan untuk terus mengembangkan industri IKM demi mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi daerah. "Keberpihakan pada ekonomi rakyat harus ditingkatkan melalui kebijakan yang pro rakyat dan penggunaan produk dalam negeri. Swasta dan pemerintah harus bisa menggerakkan penggunaan produk IKM demi pertumbuhan ekonomi," katanya. 

ANANDA TERESIA

Berita terpopuler lainnya:
'Postingan Idjon Djanbi Tak Bisa Dipertanggungjawabkan' 
Misteri Selongsong Peluru di Cebongan
Pati, Kota Seribu Paranormal
6 Miliarder Dunia, Hidup Mewah Tanpa Bekerja


09.35 | 0 komentar | Read More

Ribuan Ton Daging Sapi Impor Tidak Masuk Karantina

Selasa, 02 April 2013 | 19:42 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan menemukan 22 ribu ton impor daging sapi sejak 2010 hingga Oktober 2012 tidak diperiksa oleh Balai Besar Karantina Kementerian Pertanian. Daging yang diimpor oleh 21 perusahaan itu hanya masuk ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. "Tidak melalui prosedur Balai Besar Karantina," demikian hasil pemeriksaan BPK yang disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 2 April 2013. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian semua komoditas pangan selain tercatat di petugas pabean juga harus diperiksa di Karantina. Pemeriksaan petugas Karantina meliputi kesehatan dan keamanan daging untuk dikonsumsi. Namun hasil pemeriksaan BPK menemukan penyelewengan prosedur. Temuan BPK dengan cara membandingkan jumlah Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang masuk di Bea Cukai dengan yang masuk di Karantina.

Seharusnya jumlah PIB di dua lembaga tersebut tidak ada selisih. Namun temuan BPK menyebutkan 4.168 PIB masuk ke Bea dan Cukai. Adapun PIB yang masuk Karantina hanya 3.318. "Terdapat minimal 1.024 PIB atas nama 21 importir diindikasikan tanpa melalui proses karantina," begitu auditor BPK menuliskan hasil pemeriksaan.

Di antara importir yang diduga mengabaikan prosedur di Karantina terdapat nama PT Indoguna Utama. Dua direktur Indoguna, Juard Effendy dan Arya Abdi Effendy, menjadi tersangka kasus dugaan korupsi impor daging sapi Januari lalu.

Keduanya diduga menyuap Ahmad Fathanah, orang yang disebut-sebut dekat dengan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaq. Fathanah dan Luthfi juga ditetapkan tersangka oleh komisi anti-rasuah.

Selain Indoguna terdapat juga nama PT Impexindo Pratama, CV Sumber Laut Perkasa dan PT Karunia Segar Utama (KSU). Pemilik Impexindo dan Sumber Laut, Basuki Hariman, berstatus saksi dalam kasus dugaan suap impor yang melibatkan Indoguna dan kader PKS.

Adapun KSU merupakan perusahaan yang pernah menyelundupkan ratusan kontainer daging sapi Agustus 2012. Selain menyalahi prosedur karantina, Impexindo dan KSU, berdasarkan audit BPK, keduanya diduga kuat memasukan daginh tanpa dokumentasi perizinan impor.

AKBAR TRI KURNIAWAN


09.35 | 0 komentar | Read More

Laba Semen Holcim Naik Hingga Rp 1,3 Triliun

Rabu, 03 April 2013 | 06:22 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - PT. Holcim Indonesia Tbk (SMCM) mencatatkan laba bersih Rp 1,3 triliun di tahun 2012. Angka itu meningkat sebanyak 27 persen dari tahun lalu. "Kami senang karena mampu meningkatkan nilai bagi pemegang saham," ujar Presiden Direktur PT. Holcim Indonesia Tbk Eamon Ginley dalam paparan publik di hotel Gran Melia, Selasa, 2 April 2013.

Laba bersih perseroan meningkat seiring dengan bertumbuhnya volume penjualan yang menjadi faktor penting peningkatan pendapatan. Di tahun 2012 volume penjualan meningkat sebesar 20 persen menjadi Rp 9 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7,5 triliun.

Corporate Secretary PT. Holcim Indonesia Tbk Jannus Hutapea di tempat yang sama menambahkan terdapat tiga penyumbang terbesar yakni meningkatnya volume penjualan di pasar domestik 14,7 persen atau 8,6 juta ton, penjualan beton meningkat hingga 5,2 persen atau 1398 m3, dan agregat meningkat 0,9 persen.

"Sementara biaya penjualan naik 21,5 persen karena kita harus impor klinker. Tapi biaya operasi juga bisa dikurangi dengan efisiensi logistik," kata Jannus. Peningkatan pendapat juga turut didorong dari naiknya harga semen di tahun lalu.

Untuk menambah kapasitas produksi, Holcim berencana untuk membangun pabrik Tuban 2 dengan tambahan kapasitas 1,7 juta ton. Pabrik yang akan mulai beroperasi di tahun 2015 akan menambahkan kapasitas produksi total sebesar menjadi 12,5 juta ton per tahun. Saat ini kapasitas produksinya adalah 8,5 juta ton pertahun.

Sementara untuk target kinerja tahun 2013 pihak perseroan belum mau memaparkan lebih jauh. Yang pasti, ujar Eamon, perusahaan ingin mengambil bagian dari peningkatan penjualan domestik nasional sebesar 9-10 persen."Kami pastinya juga ingin ikut tumbuh,"katanya.

RIRIN AGUSTIA

Berita terpopuler lainnya:
'Postingan Idjon Djanbi Tak Bisa Dipertanggungjawabkan' 
Pati, Kota Seribu Paranormal
6 Miliarder Dunia, Hidup Mewah Tanpa Bekerja
Gara-gara Dahlan Iskan, Dirut RNI Diusir DPR 
Jokowi: Kita Ini Kaya, Kok Enggak Pede?


09.35 | 0 komentar | Read More

BNI Luncurkan Debit Online dan DOKU Wallet  

Written By Unknown on Selasa, 02 April 2013 | 09.35

Senin, 01 April 2013 | 19:40 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Negara Indonesia meluncurkan BNI debit online dan DOKU Wallet. Dua fasilitas pembayaran transaksi e-Commerce ini memungkinkan nasabah yang tidak memiliki kartu kredit untuk melakukan transaksi online dengan mudah.

Direktur Konsumer dan Ritel BNI, Darmadi Sutanto menjelaskan, selama ini sebagian besar transaksi e-Commerce masih menggunakan layanan transfer, kartu kredit dan cash on delivery (COD). "Kami berharap kedua produk ini dapat lebih meningkatkan layanan BNI kepada para nasabah dalam melakukan transaksi online," ucap Darmadi dalam acara Peluncuran BNI e-Commerce Payment Solution di Kantor BNI Pusat, Senin, 1 April 2013.

Hingga saat ini, jumlah rekening di BNI mencapai 14,5 juta rekening dengan jumlah pemegang kartu debit mencapai 9,1 juta nasabah. Darmadi menargetkan, volume transaksi BNI Debit Online dan DOKU Wallet pada tahun pertama bisa mencapai 5 juta transaksi dengan nilai Rp 250 miliar.

Layanan BNI debit online merupakan hasil kerjasama BNI dengan MasterCard International. Layanan ini bisa dimanfaatkan nasabah untuk bertransaksi di merchant-merchant online domestik maupun internasional yang menerima pembayaran melalui jaringan MasterCard internasional. 

Sebelum bertransaksi, pengguna BNI Debit Online harus melakukan request nomor kartu virtual (Virtual Card Number/VCN) melalui BNI SMS Banking. Nasabah tinggal memasukkan VCN ini setiap kali transaksi. Dengan prosedur ini, transaksi bisa lebih aman karena nasabah tidak harus memasukkan 16 digit nomor kartu debit mereka yang asli.

Country Manager Mastercard Indonesia, Irni Palar meyakinkan keamanan nasabah pengguna layanan BNI debit online. "Kami percaya Virtual Card Number dari MasterCard akan menambah kenyamanan dan keamanan para nasabah BNI saat melakukan transaksi online," ucapnya. Ia optimistis layanan ini akan memberi banyak manfaat bagi nasabah mengingat jaringan MasterCard yang luas. 

Selain dengan BNI debit online, bank pelat merah ini juga meluncurkan DOKU Wallet - dompet virtual yang bisa digunakan oleh nasabah BNI dan non BNI. Untuk layanan ini, BNI bekerja sama dengan PT Nusa Satu Inti Artha (DOKU)..

Untuk dapat menggunakan DOKU Wallet, nasabah BNI harus melakukan registrasi melalui BNI SMS Banking atau dengan membuka situs www.dokuwallet.com. Adapun untuk pengguna DOKU Wallet non nasabah BNI, registrasi dapat dilakukan melalui situs www.dokuwallet.com.

Pengguna DOKU Wallet diharuskan melakukan top up baik melalui BNI SMS Banking, BNI ATM dan transfer online dari bank-bank anggota jaringan ATM Bersama dan Link sebelum melakukan transaksi di merchant online berlogo DOKU Wallet.

CEO DOKU Wallet, Thong Sennelius menyampaikan, DOKU telah menyediakan layanan pembayaran online di tanah air sejak 6 tahun lalu. Namun, sejauh ini, DOKU baru bekerjasama dengan segmen korporat. "Kemitraan yang terjalin dengan BNI hari ini melalui DOKU Wallet telah mengawali langkah kami untuk menggulirkan solusi pembayaran online yang aman dan mudah bagi segmen konsumen di Indonesia," ucapnya.

MARTHA THERTINA


09.35 | 0 komentar | Read More

PLN Pastikan Tak Ada Pemadaman Listrik Hari Ini

Selasa, 02 April 2013 | 07:14 WIB

TEMPO.CO, Jakarta --PT Perusahaan Listrik Negara Persero memastikan hari ini, Selasa 2 April 2013 tidak ada pemadaman bergilir lagi di Jakarta, Jawa Barat dan Banten terkait pekerjaan perbaikan menara SUTET di Sumedang yang sedang berlangsung.

Menurut Manager Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto hal ini dikarenakan sejak Senin sore kemarin sekitar pukul 17.15 WIB sistem interkoneksi Jawa Bali khususnya di wilayah Jawa bagian barat mendapatkan tambahan pasokan listrik sebesar 250 MW dari PLTU Labuan Banten yang dipercepat pekerjaan pemeliharaannya.

"Kami optimis pemadaman tidak terjadi lagi untuk hari ini karena melihat besarnya partisipasi pelanggan industri, bisnis dan umum hari ini yang dengan suka rela mengurangi pemakaian listriknya," kata Bambang melalui surat elektronik yang diterima Tempo.

Sejak Senin kemarin, kata Bambang, beban listrik di Jakarta, Jawa Barat dan Banten turun dibandingkan rencana awal. Semula diprediksi beban di ketiga propinsi tersebut pada siang hari sebesar 13.500 MW namun realisasinya hanya sekitar 13.000 MW atau terdapat penurunan sekitar 500 MW yang menunjukkan peran serta aktif pelanggan dalam penghematan pemakaian listrik.? PLN menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya atas partisipasi pelanggan dan berharap selama pekerjaan perbaikan menara SUTET hingga Jum'at kedepan tetap mengurangi pemakaian listriknya,?katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terkait pekerjaan perbaikan menara SUTET di Sumedang yang telah dimulai sejak Kamis 28 Maret 2013, PLN semula merencanakan melakukan pemadaman bergilir pada hari kerja Senin - Jum'at tanggal 1 - 5 April 2013.

PLN berupaya mengurangi pemadaman bergilir melalui optimalisasi pembangkit yang ada di wilayah barat Jawa dan meminta partisipasi pelanggan sehingga realisasi pemadaman bergilir hanya satu hari yaitu Senin 1 April 2013. (Lihat: Jakarta dan Jabar Alami Pemadaman Listrik Bergilir)

Bambang mengatakan perbaikan menara SUTET di Sumedang hingga hari ini mencapai kemajuan yang menggembirakan dan ditargetkan pada tanggal 5 Maret 2013 akan selesai sesuai rencana awal.

JONIANSYAH

Topik Terhangat:
EDISI KHUSUS Guru Spiritual Selebritas || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas

Baca juga:
PLN Tawarkan Jasa ke Myanmar
PLN Luncurkan Buku Anti-Suap
Gelap Sejam di Jakarta, Listrik Hemat 200 Megawatt


09.35 | 0 komentar | Read More

Tak Ada Pemadaman Listrik di Jabar-Banten

Selasa, 02 April 2013 | 08:56 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Mulai Selasa, 2 April 2013, pemadaman listrik bergilir di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten ditiadakan. Sebab, sejak pukul 17.15 WIB pada Senin, 1 April 2013, sistem interkoneksi Jawa-Bali, khususnya di wilayah Jawa bagian barat, mendapat tambahan pasokan listrik sebesar 250 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap Labuan Banten.

"Ada tambahan pasokan listrik dari PLTU Labuan Banten yang dipercepat pekerjaan pemeliharaannya," kata bagian hubungan masyarakat PLN kantor pusat, Agus Trimukti, dalam siaran pers yang diterima pada Selasa, 2 April 2013.

PLN optimistis, pemadaman tidak akan terjadi karena melihat besarnya partisipasi pelanggan industri bisnis dan umum yang dengan sukarela mengurangi pemakaian listrik. PLN mencatat, pada Senin, beban listrik di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten turun dibanding rencana awal, yakni sebesar 13.500 megawatt. "Realisasinya hanya sekitar 13 ribu megawatt atau menurun sekitar 500 megawatt," ujar Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, PLN menyatakan akan memberlakukan pemadaman bergilir mulai 1 April sampai 5 April mendatang di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Pemadaman dilakukan menyusul perbaikan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 500 kilovolt pada jalur Mandirancan, Cirebon, sampai Bandung.

AYU PRIMA SANDI

Berita Lain:
PLN Pastikan Tak Ada Pemadaman Listrik Hari Ini
BNI Luncurkan Debit Online dan DOKU Wallet
Ekspor Jateng Terganjal Kuota Solar
Jelang Sensus, 200 Petugas BPS Diterjunkan


09.35 | 0 komentar | Read More

Kalangan Industri Antisipasi Tarif Listrik Naik

Written By Unknown on Senin, 01 April 2013 | 09.35

Senin, 01 April 2013 | 05:14 WIB

TEMPO.CO , Jakarta:Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Suryadi Sasmita, mengatakan kalangan industri sudah mengantisipasi tarif listrik yang akan naik pada 1 April ini. "Kenaikan ini sudah kami perkirakan akan terjadi, jadi kalangan industri sudah bersiap," katanya kepada Tempo, Ahad, 31 Maret 2013.

Menurut dia, kalangan industri memperkirakan kenaikan tarif listrik per 1 April akan menyebabkan kenaikan inflasi sebesar 5-10 persen. "Kenaikan ini akan menyebabkan inflasi sekitar 5-10 persen, tergantung jenis industrinya apa," katanya.

Apindo menyayangkan kenaikan tarif listrik tersebut berbarengan dengan kenaikan harga seluruh kebutuhan pokok yang merupakan bahan baku industri seperti bawang, cabai, dan juga gas. "Jadi tidak hanya kalangan industri, masyarakat harus merasakan kenaikan ini," katanya.

Suryadi menilai kenaikan tarif listrik seharusnya dibarengi perbaikan layanan PLN. "Tapi, kenaikan tarif yang disertai perbaikan layanan sayangnya tidak tercermin," katanya.
Suryadi merujuk pada pemadaman listrik pada 1-5 April nanti di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Pemadaman ini akibat kerusakan pada menara saluran udara tegangan ekstra tinggi di Sumedang, Jawa Barat.

Menurut dia, PLN seharusnya bisa mengantisipasi kerusakan tersebut dan pelanggan, khususnya kalangan industri, seharusnya tidak menjadi korban karena lambatnya penanganan serta antisipasi yang seharusnya dilakukan.

ANANDA TERESIA

EDISI KHUSUS Tempo: Guru Spiritual Seleb

Baca juga
KLB Demokrat Dipastikan Aklamasi
Jelang KLB, Ketua DPD Demokrat Temui SBY
SBY Ketua Umum, Konflik di Demokrat Selesai
Anas di Bali, tapi untuk Berlibur

Topik terhangat:Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Krisis Bawang | Harta Djoko Susilo Nasib Anas


09.35 | 0 komentar | Read More

Indeks Masih Berpotensi Naik

Senin, 01 April 2013 | 07:09 WIB

TEMPO.CO, Jakarta– Menguatnya bursa global pada akhir perdagangan pekan lalu serta prospek ekonomi domestik diharapkan menjadi katalis positif bagi indeks harga saham gabungan (IHSG) menuju level 5.000. Namun berakhirnya musim laporan keuangan emiten serta ancaman inflasi tinggi bisa menjadi titik balik bagi indeks untuk berbalik arah.

Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada, mengatakan, meredanya masalah Siprus dan adanya pernyataan dari Eurogroup bahwa perampingan perbankan Siprus bertujuan untuk memperkuat permodalan negara tersebut menjadi sentimen positif bagi bursa regional. "Sentimen tersebut diperkirakan menjadi penggerak indeks untuk melanjutkan kenaikan bertahap."

Meski demikian, menjelang pengumuman data-data ekonomi makro pada awal bulan, potensi pembalikan arah indeks bisa terjadi. Hal itu merujuk pada angka inflasi yang diperkirakan masih tinggi seiring dengan melonjaknya harga bawang. Di sisi lain, pasar juga mengantisipasi kondisi politik terakhir di Italia dan spekulasi bahwa Slovenia juga akan meminta dana talangan.

Akhir pekan lalu, IHSG ditutup di level tertingginya sepanjang sejarah bursa pada 4.940,98 atau menguat 217,83 poin (4,61 persen) dibanding penutupan pekan sebelumnya di level 4.723,16.

Menurut Reza, pekan ini indeks diperkirakan berada pada rentang 4.815-4.960. IHSG masih berpotensi menguat selama rilis data-data makro cukup mendukung, namun tetap waspada jika mulai terjadi pembalikan arah. "Semakin tinggi laju indeks, semakin tinggi pula keinginan untuk melakukan aksi ambil untung."

Investor masih menunggu beberapa data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini. Di antaranya angka inflasi dan neraca perdagangan dalam negeri serta indeks manufaktur Amerika dan Cina. Kemudian neraca perdagangan Australia, inflasi Prancis, Jerman, dan Italia.

Saham-saham yang bisa diperhatikan, misalnya Astra Internasional (ASII), Waskita Karya (WSKT), Total Bangun Persada (TOTL), Malindo Feedmill (MAIN), Holcim Indonesia (SMCB), Indofood (INDF), dan Tiga Pilar Sejahtera (AISA).

M. AZHAR | PDAT


09.35 | 0 komentar | Read More

Rupiah Tersandera Defisit Perdagangan  

Senin, 01 April 2013 | 07:18 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Defisit perdagangan Indonesia akibat merosotnya kinerja ekspor, yang diikuti meningkatnya permintaan impor, menjadi ganjalan bagi penguatan rupiah. Dari faktor global, kekhawatiran Amerika Serikat bakal memotong anggaran belanja serta mencuatnya kembali kecemasan di zona Eropa membuat rupiah tertahan di atas level 9.700 per dolar.

Akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah ditutup pada level 9.719 per dolar AS, yang berarti sepanjang Maret lalu terdepresiasi 54 poin (0,56 persen) dari posisi akhir Februari pada 9.665. Demikian pula sepanjang triwulan pertama tahun ini, rupiah juga melemah 82 poin (0,85 persen) dari posisi akhir tahun lalu di 9.663 per dolar.

Pengamat pasar uang dari Bank Saudara, Rully Nova, mengatakan, memasuki triwulan kedua 2013, defisit neraca berjalan akan cenderung membaik dan inflasi akan terkendali, sehingga rupiah masih berpeluang menguat kembali ke 9.600 per dolar AS. "Apalagi perekonomian Amerika dan Cina yang mulai terlihat tumbuh dapat mempercepat pemulihan global," ujarnya.

Namun, bagi rupiah, untuk menuju level 9.500 per dolar AS masih cukup berat di tengah superior dolar terhadap mata uang utama dunia. Dalam triwulan kedua 2013, rupiah diprediksi ditransaksikan pada rentang 9.600-9.800 per dolar AS.

Jatuhnya hasil ekspor karena melambatnya permintaan dan turunnya harga komoditas serta ancaman tingginya inflasi, dampak dari kenaikan harga barang, masih menjadi perhatian pelaku pasar. Optimisme terhadap Agus Martowardojo dalam memimpin Bank Indonesia diharapkan dapat menjaga pergerakan rupiah.

Bank sentral Amerika (The Fed) yang masih mempertahankan kebijakan moneter yang longgar membuat likuiditas di pasar global akan tetap berlimpah, yang pada akhirnya juga akan masuk ke pasar finansial domestik. "Aliran dana asing inilah yang masih akan mendukung apresiasi rupiah di tengah tekanan inflasi serta turunnya kinerja ekspor," kata Rully.

PDAT | VIVA B. K


09.35 | 0 komentar | Read More

Harga Naik, Tingkat Konsumsi Rumah Tangga Stabil  

Written By Unknown on Minggu, 31 Maret 2013 | 09.35

Sabtu, 30 Maret 2013 | 21:30 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Hasil survei Bank Indonesia menunjukkan meski konsumen melihat ada tekanan harga di awal tahun, konsumsi rumah tangga tetap tinggi. Hal ini terindikasi oleh indeks keyakinan konsumen yang meningkat dari 116,2 persen pada Januari 2013 menjadi 116,8 persen pada Februari 2013. Keyakinan konsumen juga terpantau dari indeks penjualan riil yang stabil.

Mengacu pada indeks ekspektasi konsumen terhadap tekanan harga untuk tiga bulan yang akan datang, konsumen memprediksi harga akan bergerak naik pada bulan Januari, Februari dan Maret. Hal ini terlihat dari indeks tiga bulan sebelumnya yakni Oktober 173,7 persen, November 175,1 persen dan Desember 178,8 persen.

Tekanan harga diprediksi konsumen mulai bergerak turun pada April dan Mei. Hal ini terlihat dari indeks ekspektasi harga tiga bulan sebelumnya yakni di Januari dan Februari yang berturut-turut 174,1 persen dan 168,2 persen.

Semua kelompok harga diprediksi akan mengalami penurunan, dari mulai bahan makanan; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau; perumahanan, listrik, gas dan bahan bakar; sandang; transportasi, komunikasi dan jasa keuangan; serta pendidikan, rekreasi dan olah raga.

Kondisi ini berbeda dengan Januari dan Februari 2012. Indeks ekspektasi konsumen terhadap tekanan harga untuk tiga bulan yang akan datang - Maret dan April - terpantau naik. Ekspektasi ini kemungkinan didorong rencana Pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang kemudian batal.

MARTHA THERTINA


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger