Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Jatah Gas Petrokimia Gresik Masih Dievaluasi  

Written By Unknown on Kamis, 20 Juni 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Edy Hermantoro, mengatakan masih mengkaji sumber pasokan gas untuk pabrik pupuk PT Petrokimia Gresik. "Kami bersama Satuan Kerja Khusus Pengatur Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) masih mengevaluasi hal tersebut," kata dia saat ditemui seusai Seminar Geosains di Hotel Arya Duta, Rabu, 19 Juni 2013.

Edy juga menolak berkomentar mengenai alasan pertukaran sumber gas untuk Petrokimia. Dia enggan merinci pertukaran gas dari lapangan MDA-MBH yang dioperasikan Husky-CNOOC Madura Limited ke lapangan Tiung Biru. "Saya no comment," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi diminta mengkaji kembali sumber pasokan gas untuk pabrik pupuk Petrokimia Gresik. Sekretaris SKK Migas, Gde Pradnjana, mengatakan keputusan pasokan gas harus selesai dalam pekan ketiga Juni 2013.

Kementerian Energi dan SKK Migas memutuskan Petrokimia Gresik mendapat gas dari proyek unitisasi Lapangan Tiung Biru dan lapangan Jambaran, Blok Cepu, Jawa Timur. Sementara gas dari Lapangan MDA-MBH Blok Offshore Madura Strait Jawa Timur akan memasok pembangkit listrik di Bali. Namun pihak Petrokimia Gresik menolak alokasi ini dan meminta pasokan gas dari Lapangan MDA-MBH yang dioperasikan Husky-CNOOC Madura Limited.

Pertimbangan penukaran tersebut salah satunya adalah untuk mendorong pengembangan infrastruktur gas Lapangan Tiung Biru. Jika memanfaatkan gas dari lapangan MDA-MBH, Petrokimia Gresik akan menggunakan pipa yang sudah ada, yaitu jaringan East Java Gas Pipeline (EJGP). Namun, jika menggunakan gas dari Tiung Biru Jambaran, Petrokimia Gresik akan menggunakan ruas pipa Gresik-Semarang yang, menurut Kementerian Energi, dijadwalkan selesai pada Kuartal III 2014.

AYU PRIMA SANDI

Gaji Pilot Lion Air Sekitar Rp 45 Juta per Bulan  

Lion Air Berambisi Kuasai Penerbangan ASEAN  

Utang Pemerintah ke Pertamina Rp 25 Triliun

BBM Naik, Tarif Angkutan Naik 30-35 Persen

Rupiah Tembus 10.000


09.35 | 0 komentar | Read More

Tiga Operator Gratiskan Kirim Uang Elektronik  

Manager Humas XL, Henry Wijayanto (kiri) bersama GM SPM Performance Managemen, Keri Oetarto, melakukan transaksi di Alfamart dengan menggunakan layanan XL Tunai di Madiun, Jatim, Rabu (19/6). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, Surabaya-Perusahaan operator telekomunikasi bersama PT Telkomsel dan Indosat meluncurkan program promo Gratis Biaya Kirim Uang Elektronik Lintas Operator mulai 19 Juni hingga 31 Agustus. Menurut Wakil Presiden XL East Region, Titus Dondi, promo ini dilakukan serentak di empat kota besar; Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar.

"Ini upaya mengembangkan layanan digital, sejalan dengan upaya pemerintah mendorong program less cash society," kata Titus seusai merilis program di kantor Telkomsel Jawa-Bali, Gedung Plaza BRI Surabaya, Rabu 19 Juni 2013.

Program ini diharapkan akan meningkatkan awareness dan trafik transaksi kirim uang lintas operator. Untuk meningkatkan layanan uang elektronik di Indonesia, tiga operator seluler itu sepakat menambah jalur distribusi, meningkatkan trafik SMS, dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Dengan begitu, 230 juta pelanggan dari tiga operator dapat saling berkirim uang secara elektronik lintas operator tanpa hambatan.

Titus mengatakan tren perkembangan gaya hidup masyarakat saat ini, mendorong munculnya teknologi dengan menawarkan beragam kemadahan. Pemanfaatan teknologi digital ini dibutuhkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk dalam melakukan transaksi keuangan.

Vice President Telkomsel Jawa Bali, Agus Mulyadi, mengatakan kolaborasi tiga operator ini diharapkan meningkatkan animo dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan uang elektronik. Menurutnya, penetrasi layanan seluler dan kemajuan teknologi memungkinkan terbentuknya layanan digital payment.

Tanpa dipungut biaya, masyarakat pengguna teknologi seluler mendapat layanan prima hingga dua bulan ke depan. "Ini mempermudah pengguna seluler di Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat," ucap Agus.

Kepala Indosat Area Jawa Timur, Suwignyo, menambahkan melalui program ini pelanggan TCASH (Telkomsel) dapat melakukan transaksi transfer uang ke pelanggan XL Tunai maupun ke pelanggan Dompetku (Indosat) dan sebaliknya, tanpa dipungut biaya.

DIANANTA P. SUMEDI


09.35 | 0 komentar | Read More

Beredar Kabar, Sabtu Harga Harga BBM Mulai Naik  

TEMPO.CO, Jakarta--Sebuah Blackberry Broadcast Message tentang kepastian hari kenaikan harga bahan bakar minyak beredar di kalangan wartawan. Pesan berantai yang tak diketahui sumbernya itu menyebutkan kenaikan harga BBM akan berlaku pada Sabtu, 22 Juni 2013 pukul 00.00.

Berikut petikan pesan yang beredar pada Rabu 19 Juni 2013.

"Bissmilahirahmannirahim pada hari Rabu tgl 19 Juni 2013 mulai pkl. 10.00 s.d 12.00 wib tlh dilakukan rakor antara Kementerian ESDM, PT. Pertamina dan DPP Hiswana Migas bahwa tlh ditetapkan harga Premium Rp. 6500 perliter dan Solar Rp. 5500 perliter, utk semua SPBU tanpa kecuali harus buka 24 jam pada hari Jum'at tgl 21 Juni 2013, dilarang melayani jerigen krn akan diumumkan kenaikan harga oleh Menteri ESDM pd Pkl. 23.00 wib utk kemudian diberlakukan harga baru pd hari Sabtu 22 Juni 2013 Pkl. 00.00 wib, namun dgn catatan pengumuman kenaikan harga akan melihat situasi gejolak dalam negeri."

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini,  Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), Ery Purnomo, mengatakan kabar tersebut tidak benar. Dia mengaku tidak pernah mengikuti rapat bersama Pertamina dan Kementerian Energi untuk memutuskan waktu kenaikan harga BBM. "Tidak ada itu, HOAX kali ya," kata dia kepada Tempo.

Bantahan juga disampaikan juru bicara Pertamina, Wianda Pusponegoro. "Tidak ada rapat apapun dengan kementerian dan Hiswana Migas. Apalagi untuk memutuskan harga yang menjadi kewenangan Presiden," ujarnya.

Pada Senin, 18 Juni 2013, Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan 2013. Bersamaan dengan itu, pemerintah memastikan kenaikan harga BBM bersubsidi, namun belum memutuskan waktu pelaksanaannya.

LINDA TRIANITA

Baca juga:
Gaji Pilot Lion Air Sekitar Rp 45 Juta per Bulan
Lion Air Berambisi Kuasai Penerbangan ASEAN
Utang Pemerintah ke Pertamina Rp 25 Triliun
BBM Naik, Tarif Angkutan Naik 30-35 Persen
Rupiah Tembus 10.000
Lion Air Tantang AirAsia dan Tiger Airways


09.35 | 0 komentar | Read More

RI Dorong Keamanan Pangan dan Sektor Kelautan

Written By Unknown on Rabu, 19 Juni 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Nusa Dua - Indonesia melalui penyelenggaraan Konferensi Asia berinisiatif menindaklanjuti visi World's Ocean untuk menghasilkan Peta Jalan Asia berbasis blue growth. Untuk mewujudkannya, peran laut, blue growth, dan kemananan pangan harus dikombinasikan.

Hal ini dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, ketika membuka Asia Conference on Oceans, Food Security and Blue Growth (ACOFB) di Nusa Dua Bali. Menurut Sharif, harus ada kemitraan antara pembuat kebijakan, lembaga keuangan internasional, investor, akademisi, LSM, dan swasta untuk membangun pertumbuhan kelautan dan perikanan berbasis blue growth.

Konferensi ini merupakan sinergi dari India Ocean Pacific Conference (IOPAC) dan Marine Fisheries Investment Forum (MIFF) untuk mendukung ketahanan pangan sektor kelautan yang berkelanjutan. Konferensi ACOFB serta Konferensi Pasifik dan Samudera Hindia (IOPAC) akan menghasilkan output maksimal.

"Dukungan para ilmuwan dapat menghasilkan penciptaan investasi biru untuk mendukung blue growth yang merupakan input produk perikanan dalam mendukung ketahanan pangan," kata Sharif.

Konferensi ini merupakan pre-summit dari Global Summit yang akan dilaksanakan di Den Haag pada 9 hinga 13 September 2013. Menurut Sharif, wilayah laut Asia memiliki peran sentral dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi dan dunia.

"Wilayah Asia yang meliputi luas air sekitar 66 persen dari permukaan bumi dan sekitar setengah dari total luas permukaannya berupa perairan, berkontribusi penting bagi penyediaan barang, jasa, dan media moda perdagangan dunia," ujarnya.

Sharif menambahkan, peran Indonesia sangat penting dalam ketahanan pangan sektor kelautan. Kesuksesan pelaksanaan The World Ocean Conference 2009 di Indonesia telah menempatkan peran laut dalam merespon perubahan iklim dan ketahanan pangan.

Indonesia, lanjut Sharif, telah menyadari pentingnya peran laut sebagai penggerak utama pembangunan. Hal itu terutama untuk pembangunan ekonomi nasional, pengentasan kemiskinan, pengurangan emisi karbon, penanggulangan IUU fishing, optimalisasi fungsi dan jasa lingkungan, serta percepatan industrialisasi dalam kerangka blue economy.

Sektor kelautan dan perikanan, menurut Sharif, memiliki potensi sebagai motor penggerak perekonomian daerah dan nasional. Sebab, industri ini memiliki keterkaitan dengan sektor lainnya.

"Indonesia telah mengeluarkan kebijakan iklim investasi yang kondusif untuk menarik investor dalam pembangunan ekonomi biru," ujar Sharif. Menurutnya, investasi pada sektor ini terus meningkat dan sudah mendapat perhatian dari para investor dan perbankan.

Indonesia, menurut dia, akan menjadi negara ke tujuh dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia. Empat pilar utamanya adalah produk-produk sumber daya alam, agrikultur, perikanan, dan jasa. "Pertumbuhan kita dapat bergantung pada potensi laut karena dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut," kata Sharif.

Kepala Bidang Ekonomi Kedutaan Besar Belanda, Tjeerd de Zwaan, juga menyatakan bahwa dalam mendukung ekonomi biru, harus ada peningkatan skala investasi dalam sektor ini. "Skala investasi harus meningkat dan ada perubahan transformasional," ujarnya.

Bank Dunia (World Bank) turut mendukung konferensi ini. Director of Agriculture and Rural Department The World Bank, Juergen Voegele, berpendapat, pemerintah harus membangun berbagai kemitraan untuk memperkokoh program ini. Konferensi ini merupakan sebuah peluang bagi sektor kelautan Indonesia.

ARIEF HARI WIBOWO


09.35 | 0 komentar | Read More

BBM Naik, Tarif Angkutan Naik 30-35 Persen

TEMPO.CO, Jakarta -Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda), Andriansyah, mengatakan rapat Organda menyepakati bahwa kenaikan tarif angkutan umum setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) adalah sebesar 30-35 persen. "Kenaikan tarifnya berdasarkan perhitungan teknis yaitu 30-35 persen. Pengaruh kenaikan BBM cukup signifikan," katanya ketika dihubungi Tempo di Jakarta, Selasa, 18 Juni 2013.

Menurut dia, prosentase kenaikan harga sebesar 30-35 persen ini bisa dikurangi asalkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah bersedia memberikan insentif pada pengusaha angkutan umum. Beberapa insentif yang diharapkan Organda, kata Andriansyah, adalah pertama, pemberian insentif terhadap suku bunga peremajaan kendaraan.

Menurut dia, kini, pemerintah memberlakukan suku bunga peremajaan kendaraan untuk angkutan umum sebesar 14-18 persen. "Sementara untuk mobil pribadi 8-9 persen," katanya. Ia berharap pemerintah bisa memberikan insentif sebesar 5-6 persen.

Insentif kedua adalah insentif pajak kendaraan bermotor. Organda berharap pajak kendaraan bermotor untuk kendaraan pribadi dinaikkan sementara pajak untuk angkutan umum diturunkan,b bahkan kalau bisa dinolkan. "Kami mengajukan insentif ini untuk pemerintah pusat dan daerah, jika insentif ini bisa diturunkan maka kenaikan tarif bisa kurang dari 30-35 persen," katanya.

Organda berharap keputusan mengenai insentif bisa diberikan sebelum kenaikan harga BBM diputuskan secara resmi oleh pemerintah. Hal ini untuk mengurangi beban para anggota Organda yang akan langsung terkena dampak kenaikan harga BBM.

ANANDA TERESIA
Terhangat:EDSUS HUT Jakarta | Kenaikan Harga BBM | Rusuh KJRI Jeddah

Baca Juga:
Mereka Tertolong dengan KJS ala Jokowi-Ahok
Eddies Adelia Kaget Ully Artha Telah Mualaf
Nazaruddin 'Paksa' Kurir Jadi Dirut 
Radja Nainggolan: Saya Bukan Tentara Bayaran!



09.35 | 0 komentar | Read More

Lion Air Berambisi Kuasai Penerbangan ASEAN

TEMPO.CO , Jakarta:Direktur Utama PT Lion Mentari Airlines, Rusdi Kirana, punya ambisi besar. Ia tak hanya ingin menguasai penerbangan dalam negeri tapi juga Asia Tenggara. "Saya mau membuktikan bahwa saya bisa menguasai dunia penerbangan ASEAN. Itu mimpi saya," kata dia kepada Tempo, Rabu pekan lalu. (Baca wawancara lengkapnya di Majalah Tempo edisi Senin, 17 Juni 2013)

Rusdi menjadikan Air Asia, yang telah sukses di bisnis penerbangan murah atau low cost carrier, sebagai pesaing utama sekaligus penyemangat dalam mengejar targetnya. Menurut dia, maskapai penerbangan dari Malaysia itulah yang menjadi alasannya untuk bangun pagi, dan berpikir untuk "berkelahi".

"Saya juga akan sangat senang kalau bisa menghajar Tiger sampai kalah. Begitu juga Singapore Airlines. Why not?," kata dia antusias.

Rusdi tak takut disebut sebagai sosok yang ambisius. Baginya, ambisi itulah yang membuatnya tetap hidup dan terus menjalankan bisnisnya hingga hari ini. "Kalau saya hari ini hanya berpikir untuk makan saya dan keluarga, saya sudah berhenti. Apakah kecelakaan di Bali tidak memukul? Saya sangat terpukul," kata dia.

"Pesawat baru, belum ada sebulan, baru 100 jam, tapi hanya butuh satu detik untuk membuat puluhan juta dolar itu habis. Untuk bisa melewati hal seperti ini, kita harus ambisius," ujar lulusan sarjana Ekonomi Universitas Pancasila itu.

Sejak berdiri tahun 1999, Lion Air kini terbang 700 kali dalam sehari, melayani penerbangan dalam dan luar negeri. Tak hanya di kota-kota besar, tapi juga di remote area di seluruh Indonesia.

AGOENG WIJAYA | QARIS TAJUDIN | MUNAWWAROH
Terhangat:EDSUS HUT Jakarta | Kenaikan Harga BBM | Rusuh KJRI Jeddah


Baca juga:

Mereka Tertolong dengan KJS ala Jokowi-Ahok
Habis 'PRJ Monas', Tercecerlah Sampah 
Ahok Akuisisi PPD untuk Hilangkan Sistem Setoran
BBM Naik, Polisi Bersenjata Lengkap Jaga SPBU
Ini Keluhan Warga Atas Layanan KJS ala Jokowi  


09.35 | 0 komentar | Read More

Inilah Hasil Akhir Voting DPR Soal RAPBN P 2013

Written By Unknown on Selasa, 18 Juni 2013 | 09.35

Ribuan massa yang terdiri dari buruh dan mahasiswa melakukan unjuk rasa menolak rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak di depan gedung DPR, Jakarta, (17/6). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Jakarta -Dalam pandangan fraksi setelah forum lobi yang kedua, nampak bagaimana sikap dari masing-masing fraksi mengenai pembahasan RAPBN Perubahan 2013. Partai yang menolak RAPBN Perubahan 2013 adalah PDI Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera, Hanura, dan Gerindra. Lawannya adalah lima partai pendukung koalisi yakni Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, dan PKB.

Anggota PDI Perjuangan Arif Budimanta mengatakan bahwa pasal 8 ayat 1 RUU APBN Perubahan 2013 mengandung substansi kenaikan BBM. "Setelah memiskinkan rakyat, pemerintah lalu memberikan tindakan charity," ucap Arif. Jika yang menjadi maksud pemerintah adalah untuk memperbaiki fiskal, lanjut Arif, PDI Perjuangan telah mempersiapkan RAPBN Perubahan alternatif.

Jika pemerintah berkukuh menaikkan BBM, inflasi bisa menembus angka 8,5 persen sesuai dengan prediksi Bank Indonesia. "Ini akan menjadikan daya beli masyarakat turun."

Sedangkan dari fraksi pendukung kenaikan BBM, yakni Partai Golkar mengatakan bahwa kenaikan BBM dalam jangka panjang mampu menstimulus pengalihan energi baru terbarukan. "Upaya ini akan mengonversi bahan bakar mahal ke sumber energi yang lebih murah dan ramah lingkungan di kemudian hari," kata Satya Widya Yudha.

Karena deadlock, maka voting menjadi alternatif pamungkas bagi anggota DPR dengan kemenangan mutlak untuk opsi penerima RUU APBN Perubahan 2013 dan pendukung kenaikan BBM. Total pendukung kenaikan BBM berjumlah 338 anggota. Yang menolak 181 anggota. Berikut ini rinciannya:

Hanura: menolak 14 org.
Gerindra : Menolak 25 org
PKB : Menerima 23
PPP : Menerima 34
PAN : Menerima 40
PKS : Menolak 51
PDI P : Menolak 91
Golkar : Menerima 98
Demokrat : Menerima 143

MUHAMMAD MUHYIDDIN
Topik terhangat:
Rusuh KJRI Jeddah | Koalisi dan PKS | Perbudakan Buruh

Berita lainnya:
Edisi Khusus HUT Jakarta
Dosen UI Pengkritik Korupsi Jadi Tersangka
Aktris Ully Artha Meninggal Dunia
Alasan Jakarta Semakin Macet


09.35 | 0 komentar | Read More

PT Kereta Api Terima Subsidi Rp 704,7 Miliar  

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api (persero) meneken nota kesepahaman penyaluran dana public service obligation (PSO) sebesar Rp 704,7 triliun. Dana subsidi tersebut akan dialokasikan untuk kereta api antar kota, kereta api perkotaan, termasuk untuk Kereta Rel Listrik (KRL) commuter line Jabodetabek dan KRL Ekonomi.

Menurut Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Tundjung Inderawan, PSO tersebut disalurkan untuk meningkatkan pelayanan KRL. "Terhitung 1 Juli 2013, KRL ekonomi masuk kontrak PSO," kata dia kepada wartawan seusai penandatanganan nota kesepahaman proyek PSO 2013 di Kantor Otoritas Bandara Soekarno Hatta, Senin 17 Juni 2013.

Tundjung mengakui dana PSO tersebut terlambat disalurkan. Hal ini, menurut dia, disebabkan terlambatnya penyaluran alokasi dana dari Daftar Isian Pengalokasian Anggaran (DIPA). "DIPA baru saja turun dan baru dua minggu setelahnya kami bisa meneken kontrak ini," ujarnya.

Pembayaran PSO, menurut Tundjung, akan dilakukan setiap bulan tergantung nilai penggunaannya. Namun alokasi PSO untuk bulan Desember tidak termasuk dalam kontrak kali ini. "PSO bulan Desember harus menunggu pengesahan anggaran negara-perubahan 2013."  

Direktur Utama Kereta Api, Ignatius Jonan, turunnya dana PSO untuk KRL ekonomi merupakan lompatan besar dalam meningkatkan layanan transportasi publik. Dengan subsidi tersebut semua kereta listrik akan menggunakan pendingin ruangan. "Termasuk kereta ekonomi jarak sedang dan jauh yang sudah dipasangi pendingin ruangan sederhana, akan diperbaiki secara bertahap," ujarnya.

AYU PRIMA SANDI

Inilah Hasil Akhir Voting DPR Soal RAPBN P 2013

DPR Setujui APBN Perubahan 2013

PKS dan PDI P Berkukuh BBM Subsidi Tak Perlu Naik

Ketua Komisi V : Saya Tak Setuju Harga BBM Naik

Lagi, Rupiah Tembus 9.900



09.35 | 0 komentar | Read More

Harga BBM Naik, IHSG Melaju Positif

TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia diperkirakan akan melanjutkan pergerakan positif setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) 2013 disahkan.

Menurut  Analis dari Trust Securities, Reza Priyambada, disepakatinya kebijakan pemangkasan subsidi bahan bakar minyak yang berujung kenaikan harga menjadi sentimen positif bagi investor. "Investor mendapat kejelasan dan laju positif bisa berlanjut jika sentimen ketidakjelasan tak lagi berlangsung," kata dia melalui keterangan tertulis, Selasa, 18 Juni 2013.

Pada penutupan perdagangan Senin 17 Juni 2013, IHSG ditutup menguat pada level 4760,74. Menurut Reza dalam beberapa pekan terakhir IHSG terus terbebani oleh ketidakjelasan APBN-P dan kenaikan harga BBM.

Pelaku pasar, kata dia, kebanyakan berspekulasi bahwa nantinya Dewan Perwakilan Rakyat akan menyetujui kenaikan harga BBM, meski ada sebagian fraksi yang menolak. Akibatnya IHSG yang sempat bertengger di level 4.800 kembali anjlok. "Tidak bertahan lama karena suasana sidang di gedung DPR memanas,"katanya.

Di samping sentimen dalam negeri, penguatan IHSG didorong oleh bertahannya indeks saham Asia di zona positif. Hal ini terjadi setelah investor berekspektasi terhadap hasil pertemuan The Federal Reserve (bank sentral Amerika) pekan ini, yang kemungkinan akan melanjutkan stimulus ekonomi. Bursa saham Eropa juga mengalami penguatan setelah trade balance zona euro dan Italia naik dan bertengger di atas estimasi.

Dengan sentimen positif tersebut, Reza yakin IHSG akan berada pada level support 4715-4760 dan resistance 4810-4827.

RIRIN AGUSTIA

Inilah Hasil Akhir Voting DPR Soal RAPBN P 2013

DPR Setujui APBN Perubahan 2013

PKS dan PDI P Berkukuh BBM Subsidi Tak Perlu Naik

Ketua Komisi V : Saya Tak Setuju Harga BBM Naik

Lagi, Rupiah Tembus 9.900



09.35 | 0 komentar | Read More

Banyak Sentimen, Rupiah Cuma Naik 1 Poin

Written By Unknown on Kamis, 09 Mei 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Sentimen global yang bervariasi membuat apresiasi rupiah terbatas. Pada transaksi pasar uang hari ini, rupiah ditutup menguat 1 poin (0,01 persen) ke level 9.729 per dolar. Pergerakan rupiah masih terpaku di kisaran sempit antara 9.720 hingga 9.750 per dolar Amerika.

Analis dari PT Monex Investindo Futures, Albertus Christian, mengatakan sentimen positif dan sentimen negatif yang muncul hampir beriringan membuat rupiah nyaris tak bergerak dari posisinya. "Investor masih menahan diri di pasar uang sambil menunggu perkembangan terbaru."

Sentimen penggerak utama mata uang berasal dari rilis data neraca perdagangan Cina bulan Maret yang mengalami surplus US$ 18,2 miliar, atau lebih tinggi di atas ekspektasi analis di US$ 15,5 miliar. Data ini mengindikasikan berjalannya pemulihan ekonomi Cina setelah data perdagangan sebelumnya mengalami defisit.

Rupiah juga terimbas sentimen positif dari diumumkannya hasil lelang surat utang negara (SUN) yang kembali melebihi target (oversubscribed). "Dana asing yang masuk mencapai Rp 11,55 triliun dari target indikatif Rp 8 triliun, sehingga sedikit meredakan tekanan dolar."

Meski demikian, penguatan mata uang menjadi terbatas karena masih dibayangi oleh langkah Standard & Poor yang menurunkan outlook ekonomi Indonesia dari positif ke stabil pekan lalu. Di samping itu, pasar masih menanti kepastian kebijakan terkait kenaikan harga BBM di dalam negeri.

Hingga pukul 17.45 WIB, mata uang euro ditransaksikan di US$ 1,3132, pound sterling US$ 1,5500, dan yen 98,98 per dolar AS. Dari Asia, dolar Singapura ditransaksikan di 1.2287 per dolar AS, dolar Hong Kong 7,7603 per dolar AS, won 1.086,55 per dolar AS, dan yuan 6,1413 per dolar AS.

PDAT | M. AZHAR

Topik hangat:
Perbudakan Buruh | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry

Berita Lainnya:
Akun Vitalia Sesha Pamer Foto di Twitter
Siapa Vitalia Shesya, Teman Dekat Ahmad Fathanah?
Buruh Pabrik Panci yang Disekap Layak Dapat Rp 1 M
Yuki, Bos Perbudakan Buruh, Masih `Dilindungi`
Begini Penyekapan Buruh Pabrik Panci Terbongkar


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger