Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Harga Kopi Toraja Masih Tetap Menjanjikan

Written By Unknown on Jumat, 16 November 2012 | 09.35

Jum''at, 16 November 2012 | 05:38 WIB

TEMPO.CO , Makassar: Harga kopi jenis arabika di bursa komoditas New York  mencapai titik terendah pada pertengahan November tahun ini, yaitu sekitar US$ 3,5 per kilogram. Namun, melemahnya harga ini tak begitu dirasakan oleh produsen kopi arabika asal Toraja. Jabir Amien, salah seorang pengusaha kopi arabika asal Toraja, mengatakan kopi arabika dari daerah ini sudah dikategorikan sebagai speciality coffee sehingga menjadi buruan pencinta kopi di mancanegara.

Harganya, menurut Jabir, juga sangat menggiurkan, yaitu US$ 8. "Sedangkan harga kopi sejenis dari tempat lain di Indonesia mungkin hanya sekitar US$ 4 sampai US$ 5 per kilogramnya," ujar Jabir. Dia menambahkan, kopi asal Toraja berbeda dengan kopi Indonesia pada umumnya, yang dijuluki earthy atau seperti ada rasa tanah, karena proses pengolahannya tidak terlalu bersih.

Keunggulan kopi arabika Toraja adalah pada model pengolahan yang distandardisasi khusus agar menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi. Menurut Jabir, kopi asal Toraja diproses dengan standar sangat ketat melalui seperangkat tes yang dilakukan pekerja berpengalaman. Pengawasan terhadap standar kopi dimulai dari pemetikan hingga tahap pengepakan dan pengiriman. "Kami hanya memilih kopi yang tingkat kematangannya sangat baik, termasuk kopi dari petani," ujar Jabir.

Setiap liter kopi arabika dari petani tradisional yang memenuhi standar ekspor dibeli dengan harga Rp 12.700. Dalam satu tahun, menurut Jabir, perusahaannya mampu mengekspor sekitar 600 ton biji kopi dengan nama Toraja Arabica Coffee. Lebih dari 90 persen biji kopi yang diekspor ke luar negeri berasal dari petani kopi tradisional.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Indonesia Sulawesi Selatan, La Tunreng, mengatakan ada tiga hal yang menyebabkan harga kopi asal Indonesia melemah. Pertama, daya beli masyarakat di Eropa utamanya masih rendah karena dampak krisis ekonomi. Kedua, keuangan warga dunia memang masih lemah. Ketiga, kualitas kopi dari Indonesia yang semakin memburuk.

"Kualitas kopi kita menjadi buruk karena memang selama ini tidak pernah ada peremajaan tanaman," ujarnya pada kesempatan terpisah. La Tunreng menyarankan agar pemerintah menyediakan lembaga penelitian untuk pengembangan produk kopi di Indonesia.

HIMAS PUSPITO PUTRA

Terpopuler:
10 Kota Terbaik di Dunia untuk Ngopi
Kereta Uap Kuno Jaladara Berhenti Beroperasi
Produsen Batik Semarangan Ciptakan Motif Khusus
Serayu Jadi Tujuan Favorit Burung Migran dari Cina 
Berkisah Tentang Flores Lewat Foto 


09.35 | 0 komentar | Read More

Rupiah Masih Bermain di Level 9.600  

Jum''at, 16 November 2012 | 07:04 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Masih adanya permintaan dolar Amerika Serikat di pasar domestik serta antisipasi para pelaku pasar menjelang libur panjang membuat rupiah kembali melemah. Pelaku pasar mencoba mengamankan posisinya dengan memegang dolar AS yang dianggap lebih aman karena takut terjadi sesuatu di pasar global pada saat pasar domestik libur panjang.

Nilai tukar rupiah pada Rabu lalu ditutup di posisi 9.629 per dolar AS, kembali melemah tipis 4 poin dari posisi sehari sebelumnya di 9.625.

Pengamat pasar uang PT Monex Investindo Futures, Apelles R.T. Kawengian, mengatakan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, pergerakan rupiah sangat datar, di sekitar 9.600 per dolar AS. "Mungkin ini merupakan level ekuilibrium baru bagi rupiah," ujarnya.

Kondisi Eropa yang masih dipenuhi ketidakpastian serta belum adanya faktor positif domestik yang kuat membuat rupiah seperti stagnan di level ini. Data-data ekonomi domestik, seperti inflasi, BI Rate, produk domestik bruto, serta neraca perdagangan tidak banyak berpengaruh terhadap rupiah. Lain halnya dengan indeks bursa saham Jakarta yang terus mencetak rekor tertinggi baru.

Jatuhnya mata uang tunggal Eropa, euro, karena terbebani masalah Yunani dan Spanyol tidak membuat rupiah melemah terlalu jauh. Rupiah tetap anteng di level 9.600 per dolar AS. "Dan BI sepertinya juga nyaman mata uangnya berada di level saat ini karena akan positif bagi ekspor," katanya.

Permintaan dolar AS di pasar domestik juga belum terlihat adanya peningkatan sehingga pelemahan rupiah cukup terbatas. Batas bawah rupiah saat ini adalah di 9.575 dan batas atas berada di 9.650 per dolar AS.

Saat pasar domestik libur, mata uang Asia kembali melemah terhadap dolar Amerika pada Kamis kemarin. Dolar Singapura terdepresiasi sebesar 0,11 persen, peso Filipina melemah sebesar 0,36 persen, baht Thailand melemah sebesar 0,07 persen, serta ringgit Malaysia juga susut sebesar 0,11 persen.

PDAT | VIVA B. K


09.35 | 0 komentar | Read More

Manipulasi Rp 16,1 Triliun di BP Migas

Jum''at, 16 November 2012 | 07:52 WIB

TEMPO.CO, Jakarta--Badan Pemeriksa Keuangan meminta Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) menyampaikan laporan keuangan dan operasional terbaru. Lembaga yang baru dibubarkan itu diberi waktu hingga 30 November guna menyelesaikan laporannya.

Hasil pemeriksaan terhadap laporan BP Migas akan diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. BPK juga bakal memberi rekomendasi perihal tindakan yang sebaiknya dilakukan pemerintah untuk memperlancar pengelolaan kontrak migas.

"BPK segera melakukan pemeriksaan keuangan dan operasional berdasarkan laporan interim terakhir yang dibuat secara formal," kata anggota VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bahrullah Akbar.
 
Bahrul mengimbuhkan, BPK saat ini sebenarnya tengah memeriksa kinerja lifting (jumlah minyak yang diproduksi) BP Migas dan empat kontraktor kontrak kerja sama migas. Ia berujar, dari hasil pemeriksaan terhadap kontraktor migas yang pernah dilakukan, BPK menemukan adanya kontraktor yang memanipulasi perhitungan senilai US$ 1,7 miliar (Rp 16,1 triliun). Kecurangan ini merugikan negara.

Berdasarkan penelusuran Tempo, hasil pemeriksaan BPK terhadap laporan keuangan pemerintah pusat 2010 menunjukkan adanya kekurangan bayar pajak kontraktor migas senilai Rp 5,24 triliun.

Kekurangan bayar ini antara lain terjadi akibat ketidaksesuaian antara laporan produksi migas kontraktor kepada BP Migas dan laporan pembayaran pajak kontraktor kepada Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.
 
Selain soal pajak, BPK menemukan kelebihan pembayaran cost recovery (penggantian ongkos operasi) senilai US$ 726,79 ribu (Rp 6,9 miliar) kepada tiga kontraktor.

Menanggapi temuan BPK, juru bicara BP Migas, Hadi Prasetyo, mengatakan kelebihan bayar cost recovery mungkin terjadi karena BPK dan BP Migas belum sepaham mengenai komponen cost recovery.

Selasa 13 November 2012 lalu, Mahkamah Konstitusi membubarkan BP Migas karena dianggap bertentangan dengan konstitusi. Putusan ini merupakan hasil dari pengujian terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Atas pembubaran BP Migas itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera turun tangan. Presiden meminta BP Migas diaudit sebelum dialihkan ke Kementerian Energi. "Melalui audit itu, saya minta posisi BP Migas dijelaskan kepada rakyat, agar tidak terjadi penyimpangan," ujar dia.

ANGGA SUKMA WIJAYA | MARTHA THERTINA | ARYANI KRISTANTI | EFRI RITONGA

Baca juga:
Karyawan BP Migas Lega dengan Keputusan Menteri ESDM
BP Migas Bubar, Pertamina Diarahkan Seperti Petronas
BP Migas Bubar, Industri Migas Takkan Stagnan
Awas! Ada ''Bom Waktu'' Norgas di Merak
Beralih, Jabatan dan Gaji Karyawan BP Migas Tetap


09.35 | 0 komentar | Read More

Awas! Ada 'Bom Waktu' Norgas di Merak  

Written By Unknown on Kamis, 15 November 2012 | 09.35

Kapal polisi air mengawal kapal Cargo Norgas Cathinka yang menabrak kapal roro Bahuga Jaya di perairan Selat Sunda, Lampung, Rabu (26/9). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

Kamis, 15 November 2012 | 07:18 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Tragedi tabrakan antara kapal motor penumpang Bahuga Jaya dengan kapal tanker Norgas Cathinka yang terjadi di Selat Sunda, 26 September lalu, berbuntut panjang. Baru-baru ini diketahui kapal tanker Norgas mengangkut gas alam cair yang dapat meledak jika tidak dijaga dalam suhu tertentu.

"Kapal ini membawa polymer grade propylene yang sifatnya tidak stabil dan mudah terbakar," kata Charles Freeman, juru bicara Norgas Carriers Pte Ltd, dalam keterangan tertulis. Oleh karenanya, ia menambahkan, Norgas meminta supaya kapal tanker itu dapat berlayar ke Singapura untuk melakukan docking atau overhaul.

Freeman menjelaskan, sistem katup pengaman dan kompresor harus menjalani perawatan berkala pada 14 Oktober 2012. Tanpa perawatan, temperature propylene cair dalam tangki tersebut akan meningkat dan dapat menyebabkan ledakan besar. Norgas Cathinka membawa 3.045 ton metrik propylene yang dibawa dari Brazil menuju China.

Kapal tanker ini sekarang ditahan di Pelabuhan Merak dan tak diizinkan berlayar oleh Pengadilan Negeri Serang karena terlibat tabrakan yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 69 orang hilang dan tenggelamnya kapal Bahuga Jaya.

Zat propylene yang dimuat dalam kapal tersebut adalah gas cair yang memiliki sifat tak stabil dan sangat mudah terbakar sehingga penyimpanannya harus dijaga di bawah suhu -45 derajat celsius. Tekanan dalam tangki bermuatan propylene dikontrol melalui katup pengaman yang diset untuk membuka otomatis pada tekanan 3.0 bar.

FRANSISCO ROSARIANS | MARIA YUNIAR

Berita terpopuler lainnya:
Mahfud Tantang Sudi Silalahi  
Ola Pernah Minta Bantuan Ayin
Wanita di Tengah Skandal Seks Direktur CIA
Ola Sesumbar Hanya Jalani Vonis 15 Tahun
Wanita Pengungkap Skandal Seks Bos CIA Doyan Pesta
Skandal Seks Bos CIA, Email Allen Bertabur Kata Mesra
Ahok Geregetan Dengar TKI Diperkosa di Malaysia


09.35 | 0 komentar | Read More

Ini Muatan Kapal Tanker Norgas yang Berbahaya

Kapal Cargo Norgas Cathinka yang menabrak kapal roro Bahuga Jaya dikawal polisi air untuk dibawa menuju pelabuhan Bakauhuni di Selat Sunda, Lampung, Rabu (26/9). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

Kamis, 15 November 2012 | 08:08 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Jakarta – Kapal tanker Norgas Cathinka yang bertabrakan dengan Kapal Motor Penumpang Bahuga Jaya di perairan Selat Sunda, 26 September lalu ternyata membuat zat berbahaya. Menurut keterangan tertulis Norgas Carriers Pte Ltd, kapal itu membawa gas alam cair bernama polymer grade propylane. Zat apa itu?

Juru bicara Norgas, Charles Freeman mengatakan muatan di dalam kapal tanker Norgas adalah zat propilena yang merupakan salah satu bahan baku plastik. Informasi tentang muatan kapal ini juga tercantum di dalam dikumen kapal. (Baca: Awas! Ada ''Bom Waktu'' Norgas di Merak)

"Kapal tanker ini membawa polymer grade propylene, yaitu gas propilena yang biasa digunakan untuk pembuatan produk polimer, yang dikenal sebagai plastik," kata Freeman. Ia menjelaskan, zat propilena ini bersifat tidak stabil dan mudah terbakar. Adapun produk akhir polimer tidak berbahaya karena berupa butiran padat, seperti beras.

Jika tidak diatur dalam suhu di bawah -45 derajat celcius, Freeman mengatakan, zat propylene di dalam kapal tanker akan terus menghasilkan uap dan menyebabkan tekanan di dalam tangki naik. Sejauh ini, tekanan dikendalikan dengan cara mencairkan muatan menggunakan kompresor. Kompresor dan katup pengaman inilah dua perangkat terpenting yang mengendalikan tekanan muatan propylene.

Mengutip keterangan Profesor Tatang Soerawidjaja dari Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), ada tiga jenis "propylene". Ketiga jenis tersebut adalah "refinery propylene", "chemical propelyne", serta "polymer propylene". Ketiga macam "propylene" itu memiliki perbedaan dalam level kontaminan. Ketiganya memiliki kadar atau kemurnian yang tinggi, yaitu di atas 99 persen.

MARIA YUNIAR | FRANSISCO ROSARIANS

Berita terpopuler lainnya:
Cara Ari Tulang Cari Inspirasi Seni
Terinspirasi Ubur-ubur, Kenali Sel Kanker
Di SD, Tak Ada lagi Pelajaran IPA-IPS
Bandung Jadi Tuan Rumah Pameran Inovasi
Paris Larang Mobil dan Motor "Jadul"


09.35 | 0 komentar | Read More

Kapal Bocor, Norgas Minta Tankernya Dievakuasi  

Kamis, 15 November 2012 | 08:27 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Norgas Carriers Pte Ltd meminta kapal tanker Norgas Cathinka, yang memuat gas polymer grade propylene, dievakuasi dari Pelabuhan Merak, Banten. Alasannya, sejumlah awak kapal menemukan adanya kebocoran pada katup pengaman yang berfungsi menjaga kestabilan suhu di dalam tangki gas.

"Kami telah melaporkan masalah ini kepada pusat kendali Pelabuhan Merak dan Administrasi Pelayaran, dan tentang bahaya yang dapat terjadi akibat kebocoran katup pengaman," kata Charles Freeman, juru bicara perusahaan kapal tanker Norgas Cathinka.

Kebocoran itu, menurut Freeman, terjadi sejak Kamis pekan lalu, 8 November 2012. Saat itu, awak yang ditugaskan tetap berada di kapal menemukan kebocoran pada katup pengaman CT 2C di sisi kanan kapal. Mereka berusaha menangani kebocoran tersebut dengan perlengkapan pemadam api. Kebocoran berhasil diatasi dengan menyisipkan flens atau penguat pada katup pengaman.

Kapal tanker Norgas Cathinka ditahan di Pelabuhan Merak dan tak diizinkan berlayar oleh Pengadilan Negeri Serang. Kapal ini mengalami tabrakan yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 69 orang hilang, dan tenggelamnya Kapal Motor Penumpang Bahuga Jaya di perairan Selat Sunda pada 26 September 2012.

Norgas Cathinka memuat polymer grade propylene yang sifatnya tidak stabil dan mudah terbakar jika berada pada suhu di atas -45 derajat Celsius. Sistem katup pengaman dan kompresor-lah yang membuat temperatur gas di dalam tangki stabil.

Nah, katup pengaman dan kompresor ini dijadwalkan menjalani perawatan berkala pada 14 Oktober 2012. Jika tidak dilakukan perawatan, suhu zat propylene sebanyak 3.045 ton metrik di dalam tangki tersebut akan meningkat dan dapat menyebabkan ledakan besar. Oleh karena itu, Freeman mengatakan, Norgas meminta supaya kapal tanker itu dapat berlayar ke Singapura untuk melakukan docking atau overhaul.

FRANSISCO ROSARIANS | MARIA YUNIAR

Baca juga:
Ini Muatan Kapal Tanker Norgas yang Berbahaya
Awas! Ada ''Bom Waktu'' Norgas di Merak


09.35 | 0 komentar | Read More

Kepala BPMigas Sedih Banyak Digugat Ormas Islam

Written By Unknown on Rabu, 14 November 2012 | 09.35

Rabu, 14 November 2012 | 00:25 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BPMigas) mengaku sedih sebab penguggat keabsahan status lembaga yang dipimpinnya banyak berdatangan dari organisasi kemasyarakatan yang bernuansa islam.
"Tekanan dari luar itu biasa, tapi ini menyedihkan," kata Priyono ketika menggelar jumpa pers di kantornya, Selasa, 13 November 2012.
Dalam putusan Mahkamah Konstitusi tercatat cukup banyak ormas islam yang keberatan dengan keberadaan lembaga hulu migas tersebut, diantaranya adalah ; Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Lajnah Siyasiyah Hizbut Tahrir Indonesia, Pimpinan Pusat Persatuan Umat Islam, Pimpinan Pusat Syarikat Islam Indonesia, Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia, Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al Islamiyah, Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia, Al Jami''yatul Washliyah.
Salah satu alasan ormas-ormas tersebut menggugat BPMigas adalah karena lembaga tersebut dinilai pro asing dan terlalu liberal. Ia pun membantah hal tersebut. Priyono memaparkan BPMigas tidak dibentuk begitu saja melainkan produk reformasi yang dibatasi dan diatur oleh pemerintah.
"Saya bingung dibilang liberal, setiap tahun diawasi DPR, pemerintah, audit BPK kita laksanakan sepenuhnya," keluh Priyono.
Soal investor asing yang banyak berdatangan, rata-rata investor dan kontraktor asing tersebut justru melanjutkan kontrak-kontrak kerjasama sebelumnya yang dijalin oleh Pertamina, yang menjalankan fungsi layaknya BPmigas saat ini dulu."Lagipula ada juga kok blok migas yang sudah habis dan kita berikan pada Pertamina seperti ONWJ, West Madura Offshore dan Pusaka," tegasnya.

GUSTIDHA BUDIARTIE


09.35 | 0 komentar | Read More

BP Migas Dibubarkan, Pemohon Hormati Putusan MK

Rabu, 14 November 2012 | 00:28 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Marwan Batubara, salah satu pemohon uji materi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi mengaku kurang puas dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang membubarkan Badan Pengelola Hulu Minyak dan Gas dalam putusan sidang hari ini, Selasa, 13 November 2012. "Secara prinsipal yang kita tuntut Undang-Undangnya dicabut. Tapi keputusan yang sekarang kami hormati," kata Marwan ketika dihubungi Tempo, 13 November 2012.
Marwan berharap keputusan itu dapat mengubah sistem pengelolaan minyak dan gas yang berlaku saat ini. "Saat ini konsepnya memisah-misah bisnis, akibatnya konsumen membayar terlalu besar," katanya. Dia mencontohklan bisnis pelumas dan tanker yang dipisahkan dari Pertamina menyebabkan rantai bisnis terpeah dan membebani konsumen. "Kalau begini bisnisnya habis dipreteli, dan konsumen membayar lebih," katanya.
Menurut Marwan, kuasa pertambangan merupakan economical rights yang seharusnya dimiliki negara. Begitu pula cadangan migas. "Itu semestinya diserahkan pada BUMN sesuai dengan amanat konstitusi," kata Marwan merujuk pada Pasal 33 UUUD 1945.
Marwan mengkritisi penguasaan sumber daya alam pada BP Migas yang mentransfer pada pada pihak asing. "Yang seharusnya mengelola dan memanfaatkan aset itu searusnya BUMN. Aset itu bisa dijadikan kapitalisasi kredit. Kenyataannya Pertamina disuruh berkompetisi dengan asing," katanya. Marwan meminta BP Migas menyerahkan kuasa pertambangan dikembalikan pada negara.
Dia juga mendorong percepatan pembahasan Revisi Undang-Undang Minyak dan Gas. Pada tahun 2004 lalu, Mahkamah Konstitusi telah menolak 3 pasal dalam RUU Migas. "Tapi hingga tujuh tahun kemudian, belum ada pengesahan," katanya.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Komarudin Hidayat dan Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi pasal Pasal 1 angka 19 dan 23, Pasal 3 huruf b, Pasal 4 ayat (3), Pasal 6 Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11 ayat (2), Pasal 13 dan Pasal 44. Uji materi diajukan pada 17 April 2012 dengan nomor perkara 36/PUU-X/2012. Sidang telah berlangsung selama sembilan kali. Saksi ahli yang diajukan antara lain Kurtubi dan Rizal Ramli.

AMANDRA MUSTIKA MEGARANI


09.35 | 0 komentar | Read More

UMK Balikpapan Akan di Atas Rp 1,7 Juta

Rabu, 14 November 2012 | 09:03 WIB

TEMPO.CO, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, akan menaikan upah minimum kota (UMK) sesuai keputusan sudah digariskan pemerintah provinsi. Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak sudah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) sebesar Rp 1,7 juta.

"Aturan tidak membolehkan di bawah UMP. Dasarnya harus dari UMP yakni minimal sama atau di atas UMP. Kalau kita mengacu ke UMP, maka setara 111 persen dari kebutuhan hidup layak (KHL) tenaga kerja kita," ujar Kepala Dinas Tenga Kerja dan Sosial Balikpapan, Amin Latief, Rabu 14 November 2012.

Menurut Amin, penetuan UMK, tidak hanya didasari oleh UMP melainkan juga faktor lainnya seperti posisi PDRB kota, tingkat pencari kerja dan serapan tenaga kerja . "Untuk prosentasenya baru 80 persen. Sedangkan UMP provinsi, untuk pencapaian KHL kita sudah 111 persen," katanya.

Berdasarkan survei lima lembaga yakni Apindo, BPS, Disenaker, Serikat pekerja dan Kalangan akedemi, untuk KHL di Balikpaapan sebesar Rp 1,564 juta itu. "KHL sebesar Rp1,564 juta itu sudah 100 persen kenaikan KHL. Survei Januari - Oktober 2012 dari Apindo sebesar Rp1,4 juta, tapi rata-rata KHL sebesar Rp 1,5 juta," terangnya.

Hari ini, kata Amin, akan kembali menggelar rapat bersama tim 9 untuk mengambil langkah-langkah lanjutan terkait penyesuaian UMK. "Kami rapat lagi dengan tim sembilan untuk langkah-langkah selanjutnya, tetap di atas 100 persen KHL ini. Maka dengan ada inflasi dan kebutuhan tenaga kerja kita tahun depan meningkat, apakah kita bisa mempertahankan KHL pencapaian 100 persen karena seluruh Indonesia tidak ada 100 persen," tandasnya.

Karena itu, kata Amin, berbahagialah TKI di Kaltim karena pemerintah telah memberikan perhatian meskipun pengusaha keberatan dengan nilai itu. "Namun agak memberatkan bagi kalangan pengusaha karena disusun lagi UMK di tahun depan. Bisa saja angka ini bertahan 3-4 tahun kedepan," tukasnya.

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Balikpapan Syukri Wahid mengaku surprise dengan kenaikan UMP yang diputuskan gubernur. "Ini lompatan yang luar biasa karena dampak dari kenaikan UMP adalah naiknya UMK," katanya.

Namun di sisi lain, kata Syukri, pemerintah perlu mewaspadai dampak jangka panjang atas kenaikan UMK ini bagi perusahaan. "Kita khawatir implikasinya, terutama kalau perusahaan melakukan efiesnsi dan ujung-ujungnya PHK. Kalau ujungnya sampai kesitu jelas ini merugikan kita," katanya.

SG WIBISONO

Berita terpopuler lainnya:
Dahlan Iskan Kaget BP Migas Dibubarkan 
Kepala BPMigas Sedih Banyak Digugat Ormas Islam
Tak Catat Pertanyaan, Dahlan Disindir Anggota DPR 
Dahlan Santai Penuhi Undangan Komisi VII 
Dua Ribu Unit Mobil Esemka Dipesan 
BP Migas Dinilai Rugikan Negara
BP Migas Dibubarkan, Apa Komentar Hatta?


09.35 | 0 komentar | Read More

Resep Sukses si 'Anak Singkong' Chairul Tanjung  

Written By Unknown on Selasa, 13 November 2012 | 09.35

Selasa, 13 November 2012 | 04:19 WIB

TEMPO.CO , Jakarta: Pengusaha kenamaan Indonesia, Chairul Tandjung, berbagi pengalamannya selama menjadi wirausaha. Setelah melintang selama 20 tahun di dunia bisnis, ia mengaku telah menemukan resep sukses.

"Anda akan bisa sukses, kalau bisa membeli masa depan dengan harga sekarang," ujarnya di sela-sela acara Global Entrepreneurship Week di Bank Indonesia, Senin, 12 November 2012.

Ia pun mencontohkan bahwa seorang wirausaha harus pandai meramal. "Harus mengetahui tren yang ada di depan, apa yang terjadi di depan,"  ujarnya. "Contohnya, di tahun 70an menciptakan air minum air mineral dengan merek Aqua dan di waktu itu dianggap gila. Tapi sekarang orang tetap saja menyebut air mineral lainnya Aqua, walaupun mereknya bukan Aqua."

Kisah keberhasilan Chairul sebagai pengusaha dituangkan dalam buku biografi yang berjudul Chairul Tanjung Si Anak Singkong. Buku ini bercerita perjalanan hidupnya sampai akhirnya menjadi konglomerat.

Kesuksesannya d dunia wirausaha tidak diragukan lagi. Ia memiliki CT Corp. CT Corp terdiri atas tiga perusahaan subholding, yaitu Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources.

Mega Corp adalah perusahaan induk untuk jasa keuangan yang melayani masyarakat di sektor perbankan, asuransi, pembiayaan, dan pasar modal. Trans Corp adalah perusahaan induk yang bergerak di bisnis media, gaya hidup, dan hiburan. Sedangkan CT Global Resources adalah perusahaan induk yang fokus pada bisnis perkebunan.

ANANDA PUTRI

Terpopuler:
LKPP : Peserta Sedikit, Ada Indikasi Rekayasa
2013, Seluruh Daerah Terapkan Pengadaan Elektronik 
Bursa Desak Humpuss Rampungkan Pelunasan Utang
Angkasa Pura Tersandung Masalah IMB di Balikpapan
Sistem Elektronik Persempit Peluang Korupsi


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger