Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Indef Yakin Investasi Tak Terganggu Pemilu  

Written By Unknown on Kamis, 14 Februari 2013 | 09.35

Rabu, 13 Februari 2013 | 21:04 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika menyakini arus investasi tak akan terganggu menjelang Pemilihan Umum 2014, kecuali ada guncangan politik. 

"Kecuali stabilitas politik tidak bisa dijaga. Misalnya kasus Century dibuka kembali, ada parpol balas dendam, wapres turun, akan mengganggu stabilitas politik. Saat ini susah membaca situasi politik. Ketegangan akan meninggi, tapi akan menimbulkan guncangan besar atau tidak? Selama suhu politik tidak dibarengi guncangan dampaknya ke investasi tak akan berarti," ucap Erani kepada Tempo, Rabu, 13 Februari 2013.

Pada 2012, arus investasi masuk tercatat menjadi dewa penolong dalam menjaga keseimbangan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Defisit pada transaksi berjalan (ekspor - impor) yang mencapai US$ 24,183 miliar atau setara 2,7 persen dari PDB dapat diimbangi oleh surplus pada transaksi modal dan finansial yang mencapai US$ 24,911 miliar. 

Erani menilai, laju investasi tak akan banyak berubah dibanding tahun sebelumnya. "Saya melihat tidak ada dampak sedemikian besar (dari Pemilu)dalam hal investasi," ujarnya.

Adapun kondisi NPI tahun ini, dijelaskan Erani, sangat bergantung pada kebijakan pemerintah. "Kalau ekspor migas khususnya gas bisa didorong kuat, transaksi berjalan akan lebih positif. Dan kalau bisa menekan impor minyak sehingga beban defisit migas tidak terlalu besar," ucapnya. 

Namun, Erani memprediksi nilai tukar rupiah terhadap US$ akan lebih melemah tahun ini. Ia memperkirakan rupiah berada di kisaran Rp 9.600 - 9.700 per dolar AS. "Banyak faktor, karena impor besar itu membuat kebutuhan dolar meningkat. Hukum ekonomi, permintaan dolar meningkat dollar menguat rupiah melemah," ucapnya. 

Meski begitu ia meyakini Bank Indonesia akan menjaga rupiah tak melemah terlalu dalam. "Saya yakin BI siap," ujarnya. 

MARTHA THERTINA


09.35 | 0 komentar | Read More

Dewan Minta Impor Daging Sapi Diperketat

Rabu, 13 Februari 2013 | 21:22 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pertanian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Firman Soebagyo meminta pemerintah memperketat regulasi impor daging sapi dan jeroan dan membuka ruang untuk pengembangan ternak sapi lokal.

"Pemerintah harus koordinasi secara intensif dengan menteri-menteri terkait, dan harus ada transparansi mengenai data," kata Firman kepada Tempo, Rabu 13 Februari 2013.

DPR, kata Firman, juga meminta pemerintah untuk mengurangi kuota impor daging secara bertahap yang diimbangi dengan optimalisasi potensi produksi daging melalui ternak sapi lokal. Pengurangan kuota impor daging sapi ini harus dilakukan dengan pelaksanaan evaluasi rutin dan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi importasi ilegal. "Pengawasan perlu berkoordinasi dengan aparat penegak hukum," ujarnya.

Selama ini ia menilai pengawasan yang dilakukan oleh instansi pemerintah tidak dijalankan secara ketat yang membuat terus terjadinya impor daging sapi. Ia juga mengkritisi lemahnya pengawasan di pintu masuk pelabuhan oleh bea cukai.

"Seharusnya perusahaan yang melakukan impor daging ilegal diberikan sanksi berat karena melakukan kejahatan ekonomi yang merugikan negara. Jangan hanya dikenai sanksi administrasi," kata Firman.

ROSALINA


09.35 | 0 komentar | Read More

Tuntut Upah Setara UMK, Pekerja Mogok

Rabu, 13 Februari 2013 | 21:27 WIB

TEMPO.CO, Malang  - Puluhan buruh pabrik garmen UD Cipta Inti Pratama Bandulan Kota Malang mogok kerja, Rabu 13 Februari 2013. Mereka menuntut upah sesuai Upah Minimum Kota Malang sebesar Rp 1,3 juta per bulan. "Kami kerja borongan, upah setiap pekan Rp 200 ribuan," kata juru bicara buruh, Eli Yulia.

Selain menuntut upah sesuai UMK, mereka juga menuntut hak cuti hamil, libur tahunan dan jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek). Mereka menuntut agar perusahaan memberikan hak-hak normatif seperti yang diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Jika tak digubris mereka mengancam akan terus mogok dan melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja.

Apalagi, sejak September lalu upah turun signifikan. Mereka hanya menerima upah setiap pekan sebesar Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu. Padahal, para buruh telah bekerja selama belasan tahun memproduksi baju muslim. 

Tak hanya mogok, mereka juga berorasi di depan pabrik serta membentangkan spanduk yang mengecam aturan perusahaan yang merugikan para buruh. Aksi mereka sempat menarik perhatian warga yang melintas di depan pabrik garmen itu.

Sementara Kepala Personalia UD Cipa Inti Pratama, Fadilah yang menemui buruh menyatakan akan menampung tuntutan buruh. Namun, ia menyatakan buruh mendapat upah rendah karena sering membolos. Sehingga, hasil kerja turun drastis. "Mereka bukan karyawan tapi pekerja borongan," katanya. 

EKO WIDIANTO


09.35 | 0 komentar | Read More

Bumi Gandeng Iwan Piliang Lacak Pembobolan Email

Written By Unknown on Rabu, 13 Februari 2013 | 09.35

Selasa, 12 Februari 2013 | 21:45 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan tambang raksasa PT Bumi Resources Tbk mengaku telah meminta bantuan pada tim investigator independen Iwan Piliang dan Partner untuk mencari bukti ada tidaknya peretasan data perusahaan itu.

"Sejak Januari 2012, kami telah melacak peretasan email di salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia, Bumi Resources Tbk," ujar Iwan Piliang kepada wartawan dalam konferensi pers di Pacific Place, Selasa 12 Februari 2013.

Iwan mengaku menemukan bukti adanya pencurian data yang dilakukan melalui penyusupan virus untuk menyedot data milik perusahaan anak usaha Bumi Plc ini. Dia mencatat ada tiga komputer milik staf dan pejabat Bumi Resources yang diretas. Ketiga korban adalah Direktur Operasional Bumi Andrew Beckham, staf akunting Fuad Helmi, dan sekretaris Direktur Operasional, Weni Trijayanti.

"Peretasan data dilakukan dengan menyusupkan virus yang dimasukkan melalui perusahaan asing," kata Iwan. Nama domain perusahaan yang dipakai untuk hosting tersebut adalah venturaservice.net yang berpusat di Rotterdam, Belanda. Data yang berhasil dicuri kemudian dihosting sementara kepada tiga operator, yaitu: counfluence network, ovh.net, dan altushost.inc. Melalui tiga operator tersebut data dari Bumi Resources dikirim ke email milik peretas.

"Selain melalui hacking secara langsung melalui web, virus trojan juga dimasukan ke email ketiga korban," kata Iwan lagi. Virus itu menyusup ke email milik tiga korban dan menyedot sisa data milik Bumi Resources. Iwan menambahkan, data yang dicuri adalah seluruh data milik perusahaan.

"Data yang dicuri berbentuk microsoft office, PDF, gambar, dan jenis data lain," kata Iwan. "Kalau satu komputer saja mempunyai data 500 Gigabyte, tiga komputer sudah 1,5 Terrabyte," tuturnya.

Menurut Iwan, hasil investigasi ini telah dilaporkan ke bagian cyber crime Mabes Polri untuk ditindaklanjuti. Hal ini diharapkan dapat menjadi bukti bagi kepolisian untuk menemukan peretas yang merugikan perusahaan tersebut. "Bukti yang kami miliki dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

FIONA PUTRI HASYIM

Berita Terpopuler Lainnya:
Hilang Jejaklah si Harrier Hitam Itu
Inilah Pejabat yang Mengalahkan Jokowi
Anas Bakal Tersandung Mobil Harrier?
Ini Jejak Anas di Hambalang
Laskar Pelangi Jadi Buku Best Seller Internasional


09.35 | 0 komentar | Read More

Harga Daging Sapi di Banten Tembus Rp 100 Ribu

Rabu, 13 Februari 2013 | 05:58 WIB

TEMPO.CO, Serang - Sejak satu pekan terahir, harga daging sapi di sejumah pasar tradisonal di Banten terus bergerak naik hingga menembus Rp 100 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya, harga daging sapi hanya sekitar Rp 70 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini disebabkan berkurangnya stok daging sapi di sejumlah Rumah Potong Hewan (RPH) di Banten.

"Sudah hampir seminggu ini harga daging sapi naik. bahkan hingga menembus angka Rp 100 ribu per kilogramnya," kata Mastur, salah seorang pedagang daging di Pasar Rau Trade Centre (RTC) Kota Serang, kepada Tempo Selasa, 12 Februari 2013.

Mastur mengatakan, harga daging biasanya naik hanya pada saat menjelang Idul Fitri atau Idul Adha, namun saat ini harga daging melonjak naik secara tiba-tiba dibulan biasa. "Terlalu mahal kalau haraga daging sampai naik hingga Rp 100 ribu per kilogram. Banyak pembeli yang tidak jadi membeli daging, ini terlalu mahal," katanya.

Malik, pedagang daging lainnya juga mengatakan, kenaikkan harga daging sapi ini juga diikuti oleh harga daging kerbau yang mencapai Rp 95 ribu padahal dua hari sebelumnya harga daging kerbau masih berkisar Rp 75 ribu sampai Rp 80 ribu. "Sebelumnya harga daging memang sedikit mengalami kenaikan karena musim peringatan maulid nabi," katanya.

Di Pasar Baru Kota Cilegon, harga daging sapi potong juga mengalami kenaikan. harga daging sapi naik Rp 20 ribu. Jika biasanya harga daging tersebut kisaran Rp 70 ribu per kilogram, kali ini mencapai Rp 90 ribu. "Daging sapi memang sedang naik. Ini gara-gara stok sapi di RPH sedang kurang," kata Haji Sabi, pedagang daging sapi di pasar tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, kelangkaan daging terjadi tidak hanya di banten, tetapi diberbagai daerah seperti Jawa Timur. "Kelangkaan daging ini tidak hanya di banten, tapi juga diberbagai daerah. Kalau kebutuhan daging sapi di banten mencapai kisaranĂ¢€­ Ă¢€¬5.850 ribu ekor sapi per tahun, itu belum termasuk suplay industri dan lestoran," katanya.

WASI'UL ULUM

Berita terpopuler lainnya:
Inilah Pejabat yang Mengalahkan Jokowi
Ini Jejak Anas di Hambalang
Laskar Pelangi Jadi Buku Best Seller Internasional
Perkenalan Eggy Sudjana Jadi Cagub Jatim Gagal
Jokowi : Kecepatan Saya Baru 60 Persen
Cemburu, Siswa SMP Bunuh Temannya


09.35 | 0 komentar | Read More

Daging Sapi di Ternate Tembus Rp 110 Ribu

Rabu, 13 Februari 2013 | 09:09 WIB

TEMPO.CO, Ternate  - Harga daging sapi di Ternate, Maluku Utara, melonjak tajam dan menembus Rp 110 ribu per kilogram. Harga tersebut naik Rp 20 ribu dari harga sebelumnya Rp 90 ribu per kilogram.

Menurut Hadadi Usman, pedagang daging sapi di Pasar Gamalama, kenaikan harga daging sapi di Ternate terjadi sejak dua bulan terakhir. Kenaikan ini disebabkan pasokan daging sapi dari Sulawesi dan Halmahera menurun. "Biasanya seminggu pedagang mendapatkan pasokan 12-13 ekor sapi, tapi sekarang kadang kala hanya enam ekor," kata Hadadi kepada Tempo, Rabu, 13 Februari 2013.

Hadadi mengatakan, pedagang daging sapi di Ternate mayoritas mendapatkan pasokan daging sapi dari luar. Karena itu, kenaikan harga daging sapi di Ternate sering terjadi. "Dalam enam bulan sudah dua kali harga daging sapi naik. Tapi yang sekarang ini merupakan yang paling tinggi," ujar Hadadi.

Syarif, pedagang daging asal Loloda Halmahera Utara, mengatakan dalam kondisi normal harga daging sapi di Ternate hanya berkisar 85-95 ribu per kilogram. Dan harga tersebut sudah bertahan setahun terakhir. "Namun Memang kalau pasokan sapi turun, harganya selalu naik," ujar Syarif.

BUDHY NURGIANTO

Terpopuler:
Jadi Tersangka, Dahlan Copot Dirut Sang Hyang Seri
BPJT: PP Bolehkan Motor Masuk Tol
Bumi Gandeng Iwan Piliang Lacak Pembobolan Email
Kapal Pesiar Mulai Merapat ke Pelabuhan Benoa
Peminang Calon Bandara Baru Yogyakarta Belum Jelas
Suap Daging Diusut, Harga Daging Tetap Rp 95 Ribu
Harga Daging Sapi di Banten Tembus Rp 100 Ribu


09.35 | 0 komentar | Read More

Bio Farma Minati Pendeteksi Diabetes Buatan Unbraw

Written By Unknown on Selasa, 12 Februari 2013 | 09.35

Selasa, 12 Februari 2013 | 04:55 WIB

TEMPO.CO, Malang - PT Bio Farma siap memproduksi sekaligus memasarkan alat pendeteksi dini diabetes melitus tipe 1 hasil riset tim Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya (LSIH-UB).

Menurut Profesor Fatchiyah, Direktur Utama Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang sekaligus anggota tim riset, alat bernama Kit Diagnostik Monoklonal Antibody GAD65 itu akan diproduksi massal oleh Bio Farma mulai 2014. GAD65 merupakan nama protein dalam tubuh manusia yang dimasukkan ke klon dan kemudian klon diperbanyak. Fatchiyah menyebut GAD65 halal karena menggunakan gen manusia.

"Paten Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) temuan tersebut sudah diakui. Iklannya sudah dibuat. Yang pasti, cara kerja alat ini gampang dan praktis, serta kit-nya ini merupakan yang pertama di Indonesia sehingga alat ini bersifat inovatif," kata Fatchiyah, Senin malam, 11 Februari 2013.

Ia mengatakan, alat tersebut akan memudahkan masyarakat untuk mengetahui apakah mengidap penyakit diabetes melitus atau tidak sejak dini dan bahkan bisa digunakan pada bayi yang baru lahir. Penerapan pada bayi cukup dengan menggunakan liur bayi untuk kemudian ditempelkan pada GAD65. Bentuk dan cara kerja GAD65 mirip alat tes kehamilan (test pack).

Namun Fatchiyah menolak menyebut nilai kerja sama LSIH dengan Bio Farma. Nilai kerja sama dengan Bio Farma menjadi kewenangan rektor. Ia optimistis Universitas Brawijaya akan mendapat keuntungan finansial yang besar dari royalti. Semua bahan dasar produksi GAD65 berasal dari Universitas Brawijaya. "Semua bahan dasarnya sudah jadi dan siap pakai," kata dia.

Bio Farma, kata dia, siap menggratiskan GAD65 untuk masyarakat miskin bila pemerintah bersedia memberikan subsidi.

ABDI PURMONO

Berita terpopuler lainnya:
Ratusan Pegawai Pajak Bisa Akses SPT Pajak SBY
33 Pilot Dilarang Terbang
Bos Hotel Hyatt Bilang, Bisnis Itu Seperti Memasak
Indonesia Masih Butuh Impor Durian
Pesawat Batavia Air Dijaminkan ke Bank
Ada 1.400 Investor Jepang Incar Indonesia


09.35 | 0 komentar | Read More

Seorang Pilot Batavia Air Terkena Larangan Terbang

Antitesis Bill Gates dan Jobs

Lupakan Bill Gates atau Steve Jobs sejenak. Mereka sudah bergelimang popularitas untuk setiap detak jantung, tarikan napas atau bahkan kematian mereka. Mari melirik pada Eben Upton. Sekilas tak ada yang luar biasa pada lelaki berusia 34 tahun. Oke, dia me


09.35 | 0 komentar | Read More

SPT Pajak SBY yang Beredar Diragukan Kebenarannya

Selasa, 12 Februari 2013 | 06:29 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Fuad Rahamany menyatakan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang beredar tidak bisa diyakini kebenarannya. Menurut dia, tidak ada jaminan angka-angka yang ada dalam SPT tersebut sama dengan data yang ada di Ditjen Pajak.

"Kalaupun ada yang bisa mengambil, dia bisa merubah angka-angkanya. Jadi tidak bisa diyakini kebenaran dari SPT yang beredar," kata Fuad di kantor Kementerian Keuangan, Senin, 11 Februari 2013.

Fuad menyatakan pihaknya selalu menjaga kerahasiaan dan keamanan SPT para wajib pajak. Namun, dia tidak menjamin sistem tersebut bisa aman dari kelompok peretas. "Keamanan sudah bagus, ada sistem otorisasi, perekaman, dan firewall. Tapi di dunia manapun yang namanya peretas ada dimana-mana," katanya.

Terkait dengan nama-nama orang yang diduga membocorkan data SPT, Fuad tidak mau berkomentar. Namun dia memastikan pihaknya langsung melakukan perbaikan agar data SPT tidak bocor. "Di dalam saya memperketat sistem otorisasi. Tapi membuka SPT di dalam Ditjen Pajak itu kerjaan kita itu," katanya.

Sebelumnya, Harian The Jakarta Post memberitakan soal SPT keluarga Presiden. Disebut di situ bahwa Yudhoyono menerima Rp 1,37 miliar (US$ 143 ribu) selama 2011, selain Rp 107 juta pendapatan lain dari royalti. Dari penghasilan itu, Presiden menyetor pajak penghasilan pasal 21 sebanyak Rp 378,2 juta lebih. Lalu ada rekening bank senilai Rp 4,98 miliar dan US$ 589.188, yang dilaporkan sebagai perolehan pada tahun yang sama, tanpa penjelasan tentang asal-usulnya. Dari perincian itu, total aset Presiden tertulis berjumlah Rp 7,367 miliar dan US$ 589.188.

Sebagai perwira menengah di Angkatan Darat, Agus Harimurti dalam laporan itu ditulis memiliki pendapatan Rp 70,2 juta lebih pada 2011, dan membayar pajak penghasilan Rp 2,76 juta. Tapi ada lima rekening yang dilaporkan berjumlah Rp 1,643 miliar, yang seluruhnya disebut perolehan pada 2011 dan tak dijelaskan asal-usulnya.

Adapun Ibas, sebagai anggota DPR sejak 2009, mengaku memperoleh penghasilan Rp 183 juta pada 2010. Ia juga memiliki investasi senilai Rp 900 juta di PT Yastra Capital, setoran tunai sebesar Rp 1,59 miliar, dan setara kas sebesar Rp 1,57 miliar.

Ibas tidak menyatakan setiap penghasilan tambahan, seperti pembayaran dividen, sumbangan, saham, atau hasil investasi. Tapi ia disebut memiliki total aset sebesar Rp 6 miliar lebih, termasuk sebuah mobil Audi Q5 SUV senilai Rp 1,16 miliar. Data itu dibandingkan dengan laporan kekayaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi, yang menyebutkan Ibas memiliki aset senilai Rp 4,42 miliar pada 2009.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Berita terpopuler lainnya:
Jejak Anis Matta di Tas Ahmad Fathanah
Status Hukum Anas Urbaningrum Masih Menggantung
Obrolan Annisa Mahasiswa UI Sebelum Meninggal
Segi Empat Dalam Pusaran Kasus Suap Impor Daging
Ratusan Pegawai Pajak Bisa Akses SPT Pajak SBY
Alasan Jokowi Satukan Pengelolaan Angkot
Korupsi Al Quran:Siapa Si Raja, Panglima, Prajurit


09.35 | 0 komentar | Read More

Ratusan Pegawai Pajak Bisa Akses SPT Pajak SBY

Written By Unknown on Senin, 11 Februari 2013 | 09.35

Senin, 11 Februari 2013 | 06:11 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono gerah ketika data pajaknya dan keluarga bocor ke publik. Di sela kunjungannya ke beberapa negara, dan singgah di Jeddah, Arab Saudi, sebelum melaksanakan ibadah umrah, Presiden SBY menyempatkan memberi tanggapan.

"Saya prihatin keluarga saya yang bekerja seperti ini, dengan harta yang bisa kami pertanggungjawabkan, dianggap tidak taat membayar pajak," kata SBY. "Ada yang (punya harta) triliunan, ratusan miliar, tidak beres bayar pajak, kadang-kadang luput dari perhatian. Ini ketidakadilan."

Dalam pemberitaan Harian The Jakarta Post disebut SBY menerima Rp 1,37 miliar (US$ 143 ribu) selama 2011, selain Rp 107 juta pendapatan lain dari royalti.

Dari penghasilan itu, Presiden SBY menyetor pajak penghasilan pasal 21 sebanyak Rp 378,2 juta lebih. Lalu ada rekening bank senilai Rp 4,98 miliar dan US$ 589.188, yang dilaporkan sebagai perolehan pada tahun yang sama, tanpa penjelasan tentang asal-usulnya. Dari perincian itu, total aset Presiden SBY tertulis berjumlah Rp 7,367 miliar dan US$ 589.188.

Sementara putra sulung SBY, perwira menengah di Angkatan Darat, Agus Harimurti dalam laporan itu ditulis memiliki pendapatan Rp 70,2 juta lebih pada 2011, dan membayar pajak penghasilan Rp 2,76 juta. Tapi ada lima rekening yang dilaporkan berjumlah Rp 1,643 miliar, yang seluruhnya disebut perolehan pada 2011 dan tak dijelaskan asal-usulnya.

Adapun Edhie 'Ibas' Baskoro sebagai anggota DPR sejak 2009, mengaku memperoleh penghasilan Rp 183 juta pada 2010. Ia juga memiliki investasi senilai Rp 900 juta di PT Yastra Capital, setoran tunai sebesar Rp 1,59 miliar, dan setara kas sebesar Rp 1,57 miliar.

Ibas tidak menyatakan setiap penghasilan tambahan, seperti pembayaran dividen, sumbangan, saham, atau hasil investasi. Tapi ia disebut memiliki total aset sebesar Rp 6 miliar lebih, termasuk sebuah mobil Audi Q5 SUV senilai Rp 1,16 miliar.

Ihwal bocornya data SPT pajak Presiden SBY dan keluarga, di dalam Kantor Pajak keresahan menyebar. Sumber Tempo mengatakan pelacakan terhadap kemungkinan bocornya dokumen SPT itu digelar dengan cepat oleh Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan bersama Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur.

Mereka menyisir jejak elektronik terkait dengan akses ke informasi rahasia di server komputer penyimpan dokumen. "Hasilnya mengejutkan mereka sendiri," kata sumber itu seperti dimuat Majalah Tempo edisi 11 Februari 2013. "Ternyata ada seratus lebih karyawan yang mengakses SPT yang diberitakan."

Seratusan pengakses itu berasal dari kantor pusat ataupun karyawan di daerah yang masih memiliki kode login. "Kebanyakan pegawai level pelaksana, dan paling tinggi tingkat eselon III."

Si empunya cerita melanjutkan, semua pegawai yang mengakses itu sudah dihubungi dan ditanya apa kepentingan mereka melongok data pajak Presiden. Kebanyakan dari mereka menjawab "hanya karena penasaran dan ingin tahu".

Menurut dia, pegawai-pegawai itu tak bisa disalahkan karena mereka masuk ke sistem informasi dengan otorisasi resmi. "Jadi, yang bermasalah memang sistem dan manajemen pengamanannya."

Direktur Teknologi Informasi Perpajakan Yoyok Satiotomo tak bersedia menjelaskan ihwal penyelidikan itu. "Saya tidak bisa memberikan keterangan apa pun soal ini," ucapnya. "Tapi saya pastikan bahwa sistem kami aman. Data wajib pajak terjaga dengan baik." (Baca selengkapnya di Majalah Tempo)

Y. TOMI ARYANTO | AYU PRIMA SANDI

Berita terpopuler lainnya:
Mahasiswi UI Tewas Setelah Loncat dari Angkot
Yusuf Supendi: Anis Matta itu Pintar, Tapi...
Peruntungan di Tahun Ular Air
Kader PKS Juga Pernah Bermasalah Soal Perempuan
Orang Ini Bisa Selamatkan Partai Demokrat
Agnes Tampil di Acara Pra-Grammy


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger