Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Artha Graha Bidik Proyek Giant Sea Wall  

Written By Unknown on Minggu, 17 November 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan Artha Graha Grup berencana masuk dalam proyek tanggul laut (giant sea wall) Jakarta. "Mereka bilang kami boleh membantu tidak. Membantu itu artinya karena idenya sama, kenapa tidak dibuat bersama-sama dan kami oke saja," kata dia saat ditemui di Hotel Atlet Century Park Senayan, Jumat, 15 November 2013.

Djoko mengaku didatangi oleh Direktur Utama PT Graha Banten Lampung Sejahtera, Agung R. Prabowo, yang mewakili Artha Graha untuk membicarakan proyek giant sea wall pada Rabu, 14 November 2013.

Saat perusahaan milik Tommy Winata itu mengajukan konsep, Djoko mendapati kesamaan ide dengan pemerintah. Namun proyek ini belum diputuskan lantaran menunggu skema pendanaan yang tepat. "Yang berwenang memutuskan pendanaannya adalah presiden," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Djoko mengatakan Artha Graha mengusulkan agar proyek itu tidak cuma didanai pemerintah. Pemerintah ditawari untuk menggarap skema kemitraan dengan swasta. "Supaya ada keuntungan bersama dari proyek tersebut," katanya.

Pembangunan giant sea wall di pantai utara Jakarta akan mulai dilakukan pada 2014. Proyek tersebut digagas pada masa kepemimpinan Fauzi Bowo. Tanggul raksasa ini dibangun untuk menanggulangi banjir di sisi utara Jakarta hingga seribu tahun. Selain menahan banjir, tanggul ini berfungsi sebagai penyedia air bersih. Proyek ini diperkirakan menelan dana Rp 280 triliun.

ALI HIDAYAT

Terpopuler

Inilah Harta Rina Iriani, Bupati Terkaya di Jateng  
Sekda Banten: Atut ke Kairo Pakai Duit APBD  
Identitas Jilbab Hitam Dibicarakan di Dunia Maya  
Jago Gubernur Atut Keok dalam Pilkada Ulang Lebak
Ditolak Polisi Depok, FPI Adukan Jonas ke Bogor  
Pakar: Atut Operasi Wajah Lebih dari 5 Kali 


09.35 | 0 komentar | Read More

Lion Air Gagal Terbang Karena Rusak Flaps

Berita Terkait

  • Frekuensi Penerbangan di Soekarno-Hatta Dievaluasi
  • Lion Air Kejar Target Ketepatan Waktu 80 Persen  
  • Lion Air Tambah Lagi Armada
  • Lion Pertimbangkan Pembelian Pesawat Bombardier  
  • Pemerintah Masih Evaluasi Kapasitas Lion Air  

Grafis Terkait

Misteri Lion Air di Menit kedua

Misteri Lion Air di Menit kedua

Foto Terkait

Aksi Jetman Melesat di Atas Gunung Fuji Jepang

Aksi Jetman Melesat di Atas Gunung Fuji Jepang

Topik

  • #Penerbangan | Aviasi
  • #PT Lion Air
Besar Kecil Normal

TEMPO.CO, Batam - Pesawat Lion Air nomor penerbangan LNI 973 PK LGW tujuan Medan terpaksa kembali ke Bandara Hang Nadim. Ketua Kelompok Kerja Keselamatan Penerbangan Bandara  Hang Nadim Batam, Irwansyah menyatakan pesawat itu gagal berangkat lantaran kerusakan flaps.

"Kerusakan flaps itu berbahaya," kata Irwansyah kepada Tempo melalui pesan singkat, Jum'at, 15 November 2013. Pesawat itu terpaksa mendarat di Bandara Hang Nadim tanpa Flaps pukul 08.46.

Kerusakan flaps membuat pesawat tak bisa dikendalikan. Bila dipaksakan terbang,  penumpang dalam bahaya.

"Ini peristiwa kedua pesawat rusak flaps ," kata Irwansyah. Kerusakan flaps bagian belakang pernah dialami pesawat ATR 72-500 pada Ahad 10 November 2013. Penerbangan pesawat ini terpaksa dibatalkan.

RUMBADI DALLE

Berita Terkait
Lion Air Kejar Target Ketepatan Waktu 80 Persen 
Lion Air Tambah Lagi Armada
INACA Minta Suku Cadang Pesawat Bebas Bea Masuk
Delay Picu Penataan Ulang Slot Penerbangan
Delay, Lion Air Harus Bayar Kompensasi

 


09.35 | 0 komentar | Read More

Menteri Suswono Tawarkan Sapi ke Selandia Baru  

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian baru Suswono melakukan kunjungan kerja selama tiga hari ke Selandia Baru sejak 11 November 2013 lalu. Dalam kunjungannya, Suswono berharap Selandia Baru bisa lebih banyak membeli produk buah tropis asal Indonesia serta mulai berinvestasi di sektor peternakan.

"Mentan RI harapkan agar Selandia Baru dapat menerima lebih banyak ekspor produk tanaman buah eksotik asal Indonesia, seperti manggis dan mangga," kata Kepala Perwakilan/Kuasa Usaha Ad. Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wellington, Selandia Baru, PLE Priatna, Jumat, 15 November 2013.

Selain itu, kata Priatna, Suswono meminta Selandia Baru bisa berinvestasi di sektor peternakan. Alasannya, konsumsi daging sapi Indonesia masih tergolong rendah, yaitu 2,2 kilogram per orang per tahun.

Selain itu, ia juga meminta perusahaan susu terbesar di Selandia Baru, yaitu Fonterra, dapat menggunakan susu lokal dalam pabrik susu yang akan dibangunnya di Indonesia nanti. Alasannya, selama ini 70 persen susu yang dikonsumsi di Indonesia merupakan produk impor, termasuk dari Selandia Baru.

Dalam kunjungannya ke Selandia Baru, Suswono didampangi oleh Priatna, staf ahli Bidang Ekonomi Dedi Junaedi, staf ahli bidang Efisiensi Pembangunan Pertanian Dedi Junaedi, dan Kepala Bidang Bilateral Pusat Kerja Sama Luar Negeri Yusral Tohir. Di Selandia Baru, mereka bertemu dengan Menteri Perdagangan Selandia Baru, Tim Groser.

Pertemuan Suswono dengan Gloser ini penting bagi langkah harmonisasi peningkatan kerja sama di sektor perdagangan dan membuka kemitraan investasi, menyangkut pengembangan teknologi pertanian.

Total perdagangan Indonesia-Selandia Baru pada 2012 mencapai US$ 1,1 miliar dengan pertumbuhan rata-rata (2008-2018) sebesar 0,07 persen. Ekspor Indonesia pada 2012 sebesar US$ 0,4 miliar, menurun rata-rata sebesar 3,46 persen dalam periode 2008-2012.

Sementara itu, impor Indonesia dari Selandia Baru pada 2012 sebesar US$ 0,7 miliar (Indonesia mengalami defisit), meningkat rata-rata 2,43 persen dalam periode 2008-2012.

PINGIT ARIA


09.35 | 0 komentar | Read More

Artha Graha Bidik Proyek Giant Sea Wall  

Written By Unknown on Sabtu, 16 November 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan Artha Graha Grup berencana masuk dalam proyek tanggul laut (giant sea wall) Jakarta. "Mereka bilang kami boleh membantu tidak. Membantu itu artinya karena idenya sama, kenapa tidak dibuat bersama-sama dan kami oke saja," kata dia saat ditemui di Hotel Atlet Century Park Senayan, Jumat, 15 November 2013.

Djoko mengaku didatangi oleh Direktur Utama PT Graha Banten Lampung Sejahtera, Agung R. Prabowo, yang mewakili Artha Graha untuk membicarakan proyek giant sea wall pada Rabu, 14 November 2013.

Saat perusahaan milik Tommy Winata itu mengajukan konsep, Djoko mendapati kesamaan ide dengan pemerintah. Namun proyek ini belum diputuskan lantaran menunggu skema pendanaan yang tepat. "Yang berwenang memutuskan pendanaannya adalah presiden," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Djoko mengatakan Artha Graha mengusulkan agar proyek itu tidak cuma didanai pemerintah. Pemerintah ditawari untuk menggarap skema kemitraan dengan swasta. "Supaya ada keuntungan bersama dari proyek tersebut," katanya.

Pembangunan giant sea wall di pantai utara Jakarta akan mulai dilakukan pada 2014. Proyek tersebut digagas pada masa kepemimpinan Fauzi Bowo. Tanggul raksasa ini dibangun untuk menanggulangi banjir di sisi utara Jakarta hingga seribu tahun. Selain menahan banjir, tanggul ini berfungsi sebagai penyedia air bersih. Proyek ini diperkirakan menelan dana Rp 280 triliun.

ALI HIDAYAT

Terpopuler

Inilah Harta Rina Iriani, Bupati Terkaya di Jateng  
Sekda Banten: Atut ke Kairo Pakai Duit APBD  
Identitas Jilbab Hitam Dibicarakan di Dunia Maya  
Jago Gubernur Atut Keok dalam Pilkada Ulang Lebak
Ditolak Polisi Depok, FPI Adukan Jonas ke Bogor  
Pakar: Atut Operasi Wajah Lebih dari 5 Kali 


09.35 | 0 komentar | Read More

Lion Air Gagal Terbang Karena Rusak Flaps

Berita Terkait

  • Frekuensi Penerbangan di Soekarno-Hatta Dievaluasi
  • Lion Air Kejar Target Ketepatan Waktu 80 Persen  
  • Lion Air Tambah Lagi Armada
  • Lion Pertimbangkan Pembelian Pesawat Bombardier  
  • Pemerintah Masih Evaluasi Kapasitas Lion Air  

Grafis Terkait

Misteri Lion Air di Menit kedua

Misteri Lion Air di Menit kedua

Foto Terkait

Aksi Jetman Melesat di Atas Gunung Fuji Jepang

Aksi Jetman Melesat di Atas Gunung Fuji Jepang

Topik

  • #Penerbangan | Aviasi
  • #PT Lion Air
Besar Kecil Normal

TEMPO.CO, Batam - Pesawat Lion Air nomor penerbangan LNI 973 PK LGW tujuan Medan terpaksa kembali ke Bandara Hang Nadim. Ketua Kelompok Kerja Keselamatan Penerbangan Bandara  Hang Nadim Batam, Irwansyah menyatakan pesawat itu gagal berangkat lantaran kerusakan flaps.

"Kerusakan flaps itu berbahaya," kata Irwansyah kepada Tempo melalui pesan singkat, Jum'at, 15 November 2013. Pesawat itu terpaksa mendarat di Bandara Hang Nadim tanpa Flaps pukul 08.46.

Kerusakan flaps membuat pesawat tak bisa dikendalikan. Bila dipaksakan terbang,  penumpang dalam bahaya.

"Ini peristiwa kedua pesawat rusak flaps ," kata Irwansyah. Kerusakan flaps bagian belakang pernah dialami pesawat ATR 72-500 pada Ahad 10 November 2013. Penerbangan pesawat ini terpaksa dibatalkan.

RUMBADI DALLE

Berita Terkait
Lion Air Kejar Target Ketepatan Waktu 80 Persen 
Lion Air Tambah Lagi Armada
INACA Minta Suku Cadang Pesawat Bebas Bea Masuk
Delay Picu Penataan Ulang Slot Penerbangan
Delay, Lion Air Harus Bayar Kompensasi

 


09.35 | 0 komentar | Read More

Menteri Suswono Tawarkan Sapi ke Selandia Baru

TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Pertanian baru Suswono kunjungan kerja selama tiga hari ke Selandia Baru sejak 11 November 2013 lalu. Dalam kunjungannya, Suswono berharap Selandia Baru bisa lebih banyak membeli produk buah tropis asal Indonesia, serta mulai berinvestasi di sektor peternakan.

"Mentan RI harapkan agar Selandia Baru dapat menerima lebih banyak ekspor produk tanaman buah eksotik asal Indonesia seperti Manggis dan Mangga," kata Kepala Perwakilan/Kuasa Usaha Ad. Interim, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wellington, Selandia Baru, P.L.E Priatna, Jumat, 15 November 2013.

Selain itu, kata Priatna, Suswono meminta Selandia Baru bisa berinvestasi di sektor peternakan. Alasannya, konsumsi daging sapi Indonesia masih tergolong rendah yaitu 2,2 kilogram per orang per tahun.

Selain itu, ia juga meminta perusahaan susu terbesar Selandia Baru yaitu Fonterra dapat menggunakan susu lokal dalam pabrik susu yang akan dibangunnya di Indonesia nanti. Alasannya selama ini 70 persen susu yang dikonsumsi di Indonesia merupakan produk impor, termasuk dari Selandia Baru.

Dalam kunjungannya ke Selandia Baru, Suswono didampangi oleh Priatna, Staf Ahli bidang Ekonomi Dedi Junaedi, Staf Ahli bidang Efisiensi Pembangunan Pertanian Dedi Junaedi, dan Kepala Bidang Bilateral Pusat Kerjasama Luar Negeri Yusral Tohir. Di Selandia Baru, mereka bertemu dengan Menteri Perdagangan Tim Groser.

Pertemuan Suswono dengan Gloser ini penting bagi langkah harmonisasi peningkatan kerja sama di sektor perdagangan dan membuka kemitraan investasi, menyangkut pengembangan teknologi pertanian.

Total perdagagan Indonesia-Selandia Baru pada tahun 2012 mencapai US$ 1,1 miliar dengan pertumbuhan rata-rata (2008-2018) sebesar 0,07 persen. Ekspor Indonesia tahun 2012 sebesar US$ 0,4 miliar, dalam periode 2008-2012 menurun rata-rata sebesar 3,46 persen.

Sementara itu, Impor Indonesia dari Selandia Baru pada tahun 2012 sebesar US$ 0,7 miliar (Indonesia mengalami defisit), meningkat rata-rata 2,43 persen dalam periode 2008-2012.

PINGIT ARIA


09.35 | 0 komentar | Read More

Total Tutup Lima Sumur di Blok Mahakam  

Written By Unknown on Kamis, 14 November 2013 | 09.35

Rig Raissa TN - C414 di Ladang Gas Tunu Blok Mahakam di lepas pantai Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, (11/11). Tempo/Firman Hidayat

TEMPO.CO, Samarinda - PT Total E&P Indonesie menutup lima sumur di Lapangan Tunu Blok Mahakam, tepat di sekitar rig Raissa TN-C414 yang mengalami gangguan. Menurut Deputy Executive Vice President East Kalimantan Manager Total, Agus Suprijanto, hal itu dilakukan untuk menjaga agar kebocoran gas di sumur TN-C414 tidak "menular" ke sumur lain. "Karena antarsumur terkoneksi," kata dia kepada Tempo, Rabu, 13 November 2013.

Meski ada lima sumur yang tidak diaktifkan, Agus mengatakan tidak ada gangguan terhadap target produksi gas Blok Mahakam yang ditetapkan pemerintah. Total menargetkan memproduksi gas sebanyak 1.700 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 2013.

Hal itu pun, kata Agus, tidak mengganggu rencana pembuatan sumur baru. Untuk diketahui, setiap tahun Total dibebani target untuk membuat 100-120 sumur baru di Blok Mahakam. "Yang jelas, target produksi gas tidak terganggu karena bisa tertutupi dari sumur yang ada," ujarnya.

Kini Total Indonesie telah mengebor sekitar 1.500 sumur di Blok Mahakam. Dari jumlah tersebut, sumur yang aktif sebanyak 700-800 unit.

Kebocoran gas Blok Mahakam terjadi pada Jumat, 8 November 2013. Semburan gas dangkal terjadi di sumur TN-C414 di Delta Mahakam, tepatnya di Lapangan Tunu Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sumur yang tengah dibor dengan rig Raissa itu tiba-tiba menyemburkan gas yang berasal dari reservoir dangkal.

Hingga Rabu siang, semburan gas tersebut masih belum bisa dihentikan. Gelembung atau bubling gas masih terjadi di sekitar sumur gas yang bocor.

Blok Mahakam merupakan penghasil gas terbesar di Indonesia dengan rata-rata produksi 1,7 miliar kaki kubik per hari. Selain gas, lapangan ini memproduksi minyak mentah sebesar 69 ribu barel. Gas yang diproduksi kemudian diolah untuk dijadikan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) lalu diekspor ke Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

FIRMAN HIDAYAT

Mandiri Ungkap Kebohongan Jilbab Hitam
KPK Sita Buku Yasin Anas-Athiyah, Tolak Yasin Ibas  
Bukti Jokowi Sakti, Acara SBY Jadi Tertutup  
Shela Sempat Dengar Gaya Hidup Mewah Enji  
Curhat Jokowi Saat Pertama ke Jakarta  
Bank Mandiri Tegaskan Tulisan Jilbab Hitam Bohong  
Ahok Senang Pejabat PPD Ditangkap  


09.35 | 0 komentar | Read More

Pekan Depan, Kerja Sama RI-Jepang di Inalum Usai  

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Mohamad Suleman Hidayat mengatakan proses pengakhiran kerja sama antara Indonesia dan Nippon Asahan Alumunium (NAA) diharapkan akan berlangsung dalam sepekan. Menurut dia, proses penandatanganan diharapkan berlangsung di Jakarta.

"Yang penting sekarang, termination agreement-nya. Saya bilang itu minggu depan. Saya harapkan proses pengakhiran kerja sama dilakukan di Jakarta," katanya di Kementerian Perindustrian, Rabu, 13 November 2013.

Hidayat mengatakan perundingan antara tim perunding Indonesia dan NAA di Singapura yang berlangsung kemarin menghasilkan kesepakatan bahwa nilai buku yang ditawarkan, yaitu US$ 556 juta sudah positif ditambah dengan post audit. Menurut dia, kini tim perunding dari kedua belah pihak tengah melaporkan pada pimpinan masing-masing. (Baca: Lima Hasil Pembahasan Inalum di Singapura)

"Mereka minta waktu secara resmi melaporkan hasil perundingan, begitu juga Indonesia. Setelah saya periksa tidak ada masalah dan saya minta termintation agreement draft-nya disusun. Sekarang lawyer dari kedua belah pihak sedang mengatur kalimat hukumnya saja," tutur Hidayat.

Setelah pengakhiran kerja sama antara kedua belah pihak, Indonesia dan Jepang akan langsung menunjuk auditor independen yang nantinya akan melakukan post audit. Hidayat mengatakan kedua negara akan memilih auditor swasta internasional. "Swasta internasional, international consultant yang selalu digunakan perusahaan-perusahaan dengan reputasi yang bagus," ucap mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia ini.

Indonesia memperkirakan proses post audit akan berlangsung lima-enam pekan. Saat pengakhiran kerja sama di antara NAA dan Indonesia, nilai buku sebesar US$ 556 juta yang telah disepakati akan langsung dibayar. Selisih yang ditemukan dalam post audit akan dibayarkan kemudian. Jika selisih post audit kurang dari US$ 20 juta, Indonesia akan langsung membayar pada NAA. Namun, jika selisih post audit melebihi US$ 20 juta, selisih tersebut akan dibawa pada jalur arbitrase. (Baca: Pemerintah Ingin Audit Lagi Inalum)

ANANDA TERESIA 

Topik Terhangat
Korupsi Hambalang | Topan Haiyan | SBY Vs Jokowi | Dinasti Atut | Adiguna Sutowo


09.35 | 0 komentar | Read More

Perdagangan 2014 Batu Loncatan untuk 2015

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan tahun 2014 merupakan kunci persiapan dan penyesuaian diri dalam sistem produksi dan perdagangan. Usaha untuk meningkatkan produksi dan diversifikasi pasar oleh kementeriannya diharapkan bisa memberikan hasil optimal pada tahun perdagangan 2015.

Bayu mengakui, tahun ini perdagangan Indonesia masih dibatasi terkait dengan distribusi logistik. "Hal yang masih kurang pada tahun 2014 harus kita dorong agar 2015 kurva neraca perdagangan bisa naik, agar tahun 2014 bisa menjadi tahun loncatan untuk tahun berikutnya," ujar Bayu ketika ditemui di Gedung Kementerian Perdagangan, Rabu, 13 November 2013.

Kementerian akan berupaya memperbaiki sistem transportasi dan logistik untuk meningkatkan ekspor dan perdagangan produk dalam negeri. Caranya dengan membangun beberapa pelabuhan baru di luar pelabuhan yang ada sekarang. Selain untuk meningkatkan ekspor, perdagangan domestik diharapkan tumbuh. "Nantinya kami harapkan semakin banyak pelabuhan di Indonesia," ujar Bayu.

Untuk meningkatkan perdagangan tahun depan, Bayu akan mengoptimalkan produk unggulan yang berfokus kepada strategi hilirisasi, peningkatan nilai tambah, peran yang lebih besar kepada manajemen mata rantai dan diversifikasi pasar. Kementriannya juga akan meningkatkan proteksi terhadap produk dalam negeri dengan menumbuhkan kepercayaan terhadap produk domestik. Semua itu dilakukan secara bertahap dan memanfaatkan acara WTO di Bali tahun depan. "Untuk membangun kepercayaan publik terhadap kerjasama multilateral," kata dia.



09.35 | 0 komentar | Read More

Pemerintah Buka Peluang Selamatkan Merpati

Written By Unknown on Rabu, 13 November 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan PT Merpati Airlines masih bisa diselamatkan. Menurut dia, dalam hasil rapat koordinasi untuk membahas nasib perusahaan pelat merah ini, ada beberapa opsi untuk menyelamatkan Merpati.

"Pertama, konversikan utang, kecuali pajak. Utang kepada pemerintah non-cash dikonversi menjadi penanaman modal negara tapi non-cash," kata Hatta seusai rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Selasa, 12 November 2013. "Sedangkan BUMN menjadi pemegang saham. Jadi masih ada prospek. Mereka juga bisa bekerja sama dengan pihak ketiga setelah bukunya menjadi biru."

Opsi lainnya, utang Merpati kepada BUMN, terutama 20 mitra BUMN juga bisa dikonversi dan kemudian biaya operasionalnya dipangkas. "Kami melihat prospeknya masih bagus. Nanti baru kemudian ke depannya ditambah flight," kata Hatta.

Menurut Hatta, peluang pemerintah untuk menyelamatkan Merpati terbuka karena jasa penerbangan di Indonesia sedang tumbuh. Rute penerbangan, menurut dia, masih banyak yang belum terjangkau sehingga pasarnya bisa diambil oleh Merpati. "Sebagai contoh, kalau orang Bengkulu mau ke Palembang, harus ke Jakarta dulu. Tidak ada penerbangan langsung Palembang-Bengkulu," katanya.

Hatta mengatakan, pemerintah memberikan waktu satu bulan kepada Merpati untuk menyiapkan business plan (rencana bisnis). Jika rencana bisnisnya sudah ada, Merpati baru bisa mencari keuntungan bekerja sama dengan pihak ketiga. Hatta mengatakan opsi itu harus dibicarakan dengan DPR terlebih dahulu. "DPR nanti yang akan mengolah itu. Jika sudah dibahas dan dianggap masuk akal, baru kami dorong," ujar Hatta.

Dahlan sepakat...

Sementara itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku sepakat dengan opsi tersebut. Menurut dia, jalan keluar Merpati adalah menkonversikan utang menjadi saham. Menurut Dahlan, opsi tersebut harus dibicarakan terlebih dahulu dengan DPR. "Kami belum ke DPR karena harus ada kesepakatan dulu di pemerintah. Sekarang dari Wakil Menteri Keuangan sudah ada lampu hijau utangnya dijadikan saham," katanya.

Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menambahkan, Merpati harus didukung oleh Kementerian BUMN. Menurut dia, Kementerian Keuangan masih akan melihat secara mendalam komitmen dari manajemen dalam kaitan dengan rencana bisnis yang akan ditawarkan.

"Kami harus melihat feasible atau tidak. Kami juga harus melihat business plan dan komitmen dari manajemen. Kalau manajemen tidak komitmen untuk menjalankan business plan yang ditawarkan, bagaimana?" katanya.



ANGGA SUKMA WIJAYA

Topik Terhangat

Berita Terkait
Dahlan: Saya Tidak Ikhlas Merpati Tutup 
Merpati Terancam Tak Terbang, Dahlan Angkat Tangan 
Avtur Disetop, Merpati Masih Terbang 
Dirut Merpati: Masalah Internal Sudah Selesai

 


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger