Selasa, 30 Oktober 2012 | 19:34 WIB
TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia Hoesen meminta PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) fokus untuk menyelesaikan persoalan transaksi tambangnya terlebih dulu sesuai dengan permintaan BEI selaku regulator, untuk mencabut suspensi saham mereka.
"Jawab dulu persoalan ini kalau mau dibuka suspensinya," kata Hoesen ketika dijumpai di kantornya, Selasa, 30 Oktober 2012.
Menurutnya konflik yang terjadi belakangan ini tak menjadi fokus masalah BEI. Sebab, sejak disuspensi sahamnya pada 15 Oktober lalu yang menjadi pertanyaan oleh BEI adalah soal transaksi kontrak jual-beli 10 juta ton batubara dengan pembeli dari Uni Emirat Arab yang tercantum dalam laporan keuangan GTBO per 30 Juni 2012 dan belum mendapat surat kepatutan transaksi dari pemerintah.
Kepatutan transaksi tersebut antara lain harus sesuai dengan izin yang diberikan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Pemerintah Daerah, dan instansi terkait lainnya dalam perijinan bidang pertambangan.
Soal seperti friksi yang timbul diantara pemegang saham, menurut Hoesen , bukan masalah intinya. Seperti diketahui, belakangan kemelut di perusahaan tambang tersebut semakin meruncing akibat terjadi perebutan PT Garda Mineral yang memiliki 26,61 persen saham perseroan.
GUSTIDHA BUDIARTIE
Berita Terpopuler:
Sekali Rapat, DPR Minta Lebih dari Rp 1 Miliar
KPK Mulai Bidik Pimpinan Badan Anggaran DPR
Sekretaris MA Mengaku Pengusaha Sarang Burung
Firman Utina Cs Sempat Lawan 12 Pemain Australia
Anggaran Militer Juga Terkena Kutipan DPR
Anda sedang membaca artikel tentang
BEI Minta Garda Tujuh Buana Selesaikan Transaksi
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2012/10/bei-minta-garda-tujuh-buana-selesaikan.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
BEI Minta Garda Tujuh Buana Selesaikan Transaksi
namun jangan lupa untuk meletakkan link
BEI Minta Garda Tujuh Buana Selesaikan Transaksi
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar