Kamis, 08 November 2012 | 08:37 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Rontoknya harga saham di bursa Wall Street karena kecemasan terhadap masalah tebing fiskal dan masalah ekonomi Eropa dapat membebani bursa domestik hari ini, 8 November 2012. Ditambah lagi jatuhnya harga minyak dan komoditas lainnya juga akan menjadi ganjalan bagi indeks untuk melanjutkan kenaikan.
Indeks Dow Jones industri pada perdagangan semalam ditutup anjlok 312,95 poin (2,36 persen) ke level 12.932,73, indeks saham teknologi Nasdaq terkoreksi 74,64 poin (2,48 persen) menjadi 2.937,29 serta indeks S&P 500 juga jatuh 33,86 poin (2,37 persen) ke posisi 1.394,53.
Bursa hari ini rawan aksi ambil untung. Investor harus mewaspadai rontoknya harga saham di bursa Wall Street karena indeks Dow Jones telah merosot di bawah level psikologis 13.000. Apalagi bursa Asia juga dibuka memerah pagi ini.
Harga minyak untuk kontrak Desember jatuh US$ 4,27 poin (4,81 persen) menjadi US$ 84,44 per barel. Namun, di pasar Asia bagi ini harga minyak berbalik menguat 28 sen (0,33 persen) menjadi US$ 84,72 per barel.
Dalam perdagangan Rabu kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 36,159poin (0,84 persen) ke 4.350,424. Didukung menguat saham pertambangan aneka industri, serta perbankan lebih dari 1 persen indeks kembali menyentuh level 4.350.
Analis dari PT Panin Sekuritas Tbk., Purwoko Sartono menjelaskan pemilihan presiden Amerika Serikat yang kembali dimenangkan Barack Obama memberikan sentimen positif bagi bursa regional maupun bursa Jakarta kemarin. "Euforia pemilihan presiden biasanya memang menyebabkan indeks S&P 500 naik rata-rata 0,9 persen dan turun rata–rata 0,9 persen sehari setelahnya," ujar dia.
Memasuki pemerintahannya yang kedua, Obama diharapkan segera menyelesaikan masalah tebing fiskal senilai US$ 600 miliar. Masalah fiskal ini akan secara otomatis akan aktif jika parlemen tidak ada kesepakatan tentang komporomi anggaran.
"Penyelesaian anggaran dapat dilakukan melalui kenaikan pajak dan pemotongan belanja negara yang diperkirakan akan menghambat pemulihan ekonomi Amerika," ujarnya.
Pasar saat ini juga sedang menunggu kepastian suksesi penggantian pemimpin Cina Wen Jabao. Bila ada pergantian kemungkinan akan ada arah kebijakan Cina sehingga akan mempengaruhi perekonomian dunia. Karena Negeri Tirai Bambu saat ini merupakan salah satu negara dengan perekonomian terbesar kedua didunia setelah Amerika.
Purwoko memprediksi indeks hari cenderung bergerak melemah di kisaran 4.320 hingga 4.370. Bila indeks terkoreksi, bisa dijadikan momen untuk melakukan akumulasi disaat harganya terdiskon.
VIVA B. K
Berita lain:
Kadin: Di Bawah Obama, AS Mitra Dagang Terbaik
Dow Jones Tumbang Lebih Dari 300 Poin
Pengusaha Indonesia Sambut Kemenangan Obama
Demo Buruh, Bata Bakal Hengkang dari Indonesia
Anda sedang membaca artikel tentang
Awas, Indeks Rawan Aksi Ambil Untung
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2012/11/awas-indeks-rawan-aksi-ambil-untung.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Awas, Indeks Rawan Aksi Ambil Untung
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Awas, Indeks Rawan Aksi Ambil Untung
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar