Rabu, 28 November 2012 | 09:04 WIB
TEMPO.CO, Tokyo - Dolar kembali menguat terhadap mata uang utama dunia ditengah upaya anggota parlemen Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan anggaran sehingga memicu permintaan terhadap aset safe haven.
Greenback, sebutan dolar Amerika, kembali menguat terhadap euro setelah Pemimpin Mayoritas Senat, Harry Reid mengatakan kekecewaannya atas kurangnya kemajuan dalam pembicaraan untuk menghindari tebing fiskal.
Euro melanjutkan pelemahannya terhadap yen untuk hari yang ketiga sebelumnya keluarnya data tingkat pengangguran Jerman yang diperkirakan akan mencapai angka tertingginya dalam setahun terakhir. Sementara mata uang Jepang, yen ditransaksikan dekat pada level terendahnya dalam tujuh bulan menjelang pemilihan umum bulan depan.
"Negoisasi yang berkepanjangan atas tebing fiskal menciptakan resiko sehingga menjadi katalis bagi penguatan dolar AS," kata Daisaku Ueno, ahli strategi valuta asing dan pendapatan tetap dari Mitsubshi UFJ Morgan Stanley Securities Co di Tokyo. "Dari perspektif fundamental ekonomi, euro lebih mungkin untuk kembali turun lebih jauh," tuturnya.
Dolar AS ditransaksikan pada level US$ 1,2941 per euro pada pukul 8:29 waktu Tokyo pagi ini, dibandingkan posisi kemarin di US$ 1,2943. Sementara euro ditransaksikan turun 0,1 persen menjadi 106,22 yen, setelah jauht 0,6 persen dalam dua hari terkahir. Sedangkan dolar AS diperdagangkan di 82,09 per dolar AS dari sebelumnya 82,84. Sebelumnya sempat menyentuh level terendahnya di 82,84 per dolar AS sejak 4 April lalu.
"Kami hanya memiliki beberapa minggu untuk mendapatkan sesuatu yang diharapkan dalam pembicaraan masalah defisit anggaran," kata Reid kepada wartawan kemarin. Anggota parlemen AS mencoba untuk mencegah defisit sebesar US$ 607 miliar yang bisa berakibat pada kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran belanja otomatis yang telah dijadwalkan mulai berlaku pada awal tahun 2013.
Sebelumnya, euro sempat melonjak hingga diatas level psikologis US$ 1,30 setelah adanya berita kesepakatan terhadap kucuran dana talangan tahap kedua bagi Yunani. Namun, kondisi ini tidak berlangsung lama dan euro mengalami koreksi seiring membaiknya data ekonomi AS serta pembicaraan mengenai masalah fiskal belum menunjukkan perkembangan berarti. Para pelaku pasar akhirnya kembali memburu aset yang dianggap sebagai safe haven, yakni dolar.
"Ketidakpastian masalah resolusi fiskal ini bisa dipandang sebagai cara sederhana untuk mendorong berita tentang prospek sektor pabrik," kata ekonom dari RDG Economics. Penguatan dolar AS juga dipicu oleh membaiknya harga rumah dan membaiknya kepercayaan konsumen di bulan ini.
Para pelaku pasar masih akan tetap fokus terhadap setiap berita yang keluar tentang perkembangan negoisiasi antara Gedung Putih dan Kongres atas tebing fiskal, sebab bila gagal akan mengharuskan pemerintah untuk menaikkan pajak serta pemangkasan anggaran yang bisa membawa ekonomi Amerika ke dalam resesi baru.
BLOOMBERG/ MARKETWARCH / VIVA B. K
Anda sedang membaca artikel tentang
Dolar AS Kembali Digdaya Terhadap Euro
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2012/11/dolar-as-kembali-digdaya-terhadap-euro.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Dolar AS Kembali Digdaya Terhadap Euro
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Dolar AS Kembali Digdaya Terhadap Euro
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar