Aksi Ambil Untung Tekan Saham Wall Street

Written By Unknown on Selasa, 08 Januari 2013 | 09.35

Selasa, 08 Januari 2013 | 07:34 WIB

TEMPO.CO, New York - Saham di bursa Wall Street pada perdagangan semalam turun karena sebagian investor melepas sahamnya kembali setelah indeks S&P 500 naik ke level tertingginya dalam lima tahun terakhir. Koreksi ini juga sebagai antisipasi pemodal atas lambannya keuntungan perusahaan di triwulan ke empat 2012.

Saham finansial merosot setelah kelompok perbankan utama Amerika setuju untuk membayar US$ 8,5 miliar untuk mengakhiri penyelidikan pemerintah terhadap penyitaan hipotek. The KBW bank index, yang menjadi ukuran saham perbankan AS turun 0,3 persen.

Sektor lainnya yang terkena tekanan adalah saham energy dan utilitas. Indeks sektor energy turun 0,8 persen dan sektor utilitas merosot 1,1 persen.

Pada perdagangan Senin waktu setempat, indeks saham utama Dow Jones turun 50,92 poin (0,38 persen) ke level 13.384,29. Indeks S&P 500 terkoreksi 4,58 poin (0,31 persen) menjadi 1.461,89, serta indeks saham teknologi juga susut 2,85 poin (0,09 persen) menjadi 3.098,81.

"Penurunan ini merupakan antisipasi menjelang musim keluarnya laporan keuangan," kata Larry Peruzzi, broker ekutias senior dari Cabrera Capital Markets Inc di Boston.

Keuntungan emiten kemungkinan hanya akan naik tipis dibandingkan hasil yang cukup baik di triwulan ketiga tahun lalu, dan bahkan analis memperkirakan akan turun tajam pada bulan Oktober lalu. Pendapatan kwartal IV diperkirakan hanya tumbuh 2,8 persen, menurut data Thomson Reuters.

Saham Alumnium, Alcoa Inc (AA) akan memulai musim keluarnya laporan keuangan hari ini setelah pasar tutup. Alcoa harganya turun 1,7 persen menjadi US$ 9,1.

Penyedia jasa hipotekm bank of America (BAC), CitiGroup (CN), JP Morgan (JPM), serta Wells Fargp (WFC) senin kemarin sepakat untuk membaya US 8,5 miliar untuk mengakhiri penyelidikan kasus-kasus penyitaan yang diperlukan oleh regulator.

Dalam kasus terpisah, Bank of America juga mengumumkan mempunyai kerjasama senilai US$ 11,6 miliar dengan perusahaan pembiayaan perumahan Fannie Mae, dan menjual US$ 1,8 miliar hak tagih atas pinjaman rumah.

Bank juga mengadakan perjanjian dengan Nationstar Mortgage Holding (NSM) dan Walter Investment Management (WAC) untuk menjual senilai 306 miliar hak pelayanan kredit perumahan. Saham Bank of America turun 0,2 persen menjadi US$ 12,09, sementara NSM melonjak 16,8 persen menjadi US$ 38,83.
Saham Citigroup naik 0,09 peren menjadi US$ 42,47 dan saham Wells Fargo melemah 0,5 persen menjaid US$ 34,77.

"Saham keuangan mungkin akan mengalami kemunduran mereka sekarang dengan banyaknya peraturan yang keluar, sehingga akan menggerus keuntungan perusahaan, ini yang menjadi alasan investor keluar dari perbankan," kata Warren West, principal dari Greentree Brokerage Services di Philadelphia.

Saham pembuat pesawat jet Boeing Co (BA) turun 2 persen setelah sebuah pesawat Beoing 787 Dreamliner tanpa penumpang terbakar di Bandara Logan, Boston Senin pagi. Saham Amazon.com (AMZN) naik 3,6 persen menjadi US$ 268,46 setelah Morgan Stanley menaikkan rating perusahaan.

REUTERS / VIVA


Anda sedang membaca artikel tentang

Aksi Ambil Untung Tekan Saham Wall Street

Dengan url

https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/01/aksi-ambil-untung-tekan-saham-wall.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Aksi Ambil Untung Tekan Saham Wall Street

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Aksi Ambil Untung Tekan Saham Wall Street

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger