Senin, 21 Januari 2013 | 06:59 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Tingginya permintaan terhadap dolar AS di pasar domestik diperkirakan akan menekan nilai tukar rupiah. Namun peran bank sentral dalam menjaga rupiah membuat nilai tukar mata uang ini diperkirakan akan stabil.
Ekonom dari PT BNI Securities, Josua Pardede, memprediksi pekan ini rupiah akan dihadapkan pada tingginya permintaan dolar AS di pasar domestik. Menjelang akhir bulan, importir akan memburu valuta asing, khususnya dolar, guna memenuhi kebutuhan impor.
Defisit pada neraca perdagangan juga masih membayangi pergerakan rupiah. "Karena itu, konsistensi BI dalam menjamin likuiditas dolar AS masih akan menjadi faktor penggerak rupiah."
Meski cenderung menguat pekan lalu, rupiah belum sepenuhnya lepas dari tekanan dolar AS. Sentimen positif yang dipicu oleh membaiknya data klaim tunjangan di Amerika serta masih tumbuhnya ekonomi Cina kuartal IV 2012 pada level 7,8 persen hanya akan berlangsung sementara.
Pekan ini cukup krusial karena kian mendekati batas akhir kompromi masalah platform utang pemerintah Amerika (debt ceiling). "Pada akhirnya, pelaku pasar akan kembali memburu dolar sebagai aset yang paling aman untuk disimpan saat ini," kata Josua.
BI tampaknya masih akan menjalankan kebijakan ganda terhadap rupiah. Di satu sisi, menjaga agar nilai tukar agar tidak terlalu melemah di pasar uang, di sisi lain terpaksa membiarkan pelemahan rupiah guna memperbaiki neraca perdagangan. Dengan kurs yang melemah, nilai ekspor diharapkan meningkat.
Hari ini, rupiah masih ditransaksikan di kisaran 9.600-9.700 per dolar AS. Besarnya cadangan devisa yang dimiliki Indonesia sebesar US$ 112 miliar membuat BI percaya diri dalam menjaga rupiah.
Jumat lalu, rupiah ditutup di level 9.630 per dolar AS, atau menguat 6 poin dibanding pekan sebelumnya, pada level 9.636 per dolar AS. Penjagaan ketat BI dan derasnya dana asing yang masuk ke pasar domestik memicu penguatan rupiah pada akhir pekan kemarin.
PDAT | M. AZHAR
Anda sedang membaca artikel tentang
Bank Sentral Tetap Pantau Rupiah
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/01/bank-sentral-tetap-pantau-rupiah.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Bank Sentral Tetap Pantau Rupiah
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Bank Sentral Tetap Pantau Rupiah
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar