Direktur Utama PT. Waskitakarya (Persero) Tbk. M. Choliq (tengah), menjelaskan kepada wartawan dalam acara penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) di Jakarta, Kamis (22/11). TEMPO/Aditia Noviansyah
Jum'at, 25 Januari 2013 | 07:52 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito kecewa dengan kebijakan pemerintah menunda privatisasi tiga Badan Usaha Milik Negara tahun ini. "Pemerintah tidak memiliki komitmen untuk mengembangkan pasar modal Indonesia," katanya melalui pesan singkat kepada Tempo, Kamis, 24 Januari 2013.
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengajukan privatisasi tiga perusahaan pelat merah kepada Komite Privatisasi. Usulan itu adalah penawaran saham perdana (Innitial Public Offering/IPO) PT Pegadaian dan PT Pos Indonesia serta penerbitan saham baru (Right Issue) PT ANTAM. "Sudah diajukan tapi belum disetujui," kata Dahlan.
Alasan penolakan cukup beragam. IPO Pegadaian, misalnya, terganjal oleh kekhawatiran perusahaan itu meninggalkan fungsi utamanya yang menyangkut hidup rakyat kecil. Adapun Pos Indonesia, Komite meminta mengkaji kembali valuasi aset yang berjumlah besar.
Right issue untuk ANTAM, meski hanya 5 persen juga belum bisa disetujui. Pertimbangannya adalah harga komoditas pertambangan yang menurun dan jumlah utang perseroan yang dinilai belum terlalu besar. "Jadi disarankan untuk mengusahakan pinjaman dari bank dulu,� kata Dahlan.
Sedangkan IPO Semen Baturaja, menurut Dahlan, tidak dibahas dalam rapat bersama Komite karena izin dari pemerintah sudah turun semua. “Tersisa hanya izin dari Dewan Perwakilan Rakyat.� Sejak awal tahun lalu, Dahlan berencana melakukan IPO lima BUMN. Dari target itu hanya PT Waskita Karya yang berhasil melantai di bursa saham.
Kendati pemerintah menunda IPO BUMN, otoritas bursa tidak mengubah target jumlah emiten baru tahun ini. "Targetnya tetap 30, tidak ada pengaruh meski BUMN tidak IPO," ujar Ito Warsito. Target ini lebih tinggi ketimbang tahun lalu yang sebanyak 25 emiten baru.
Ito optimistis antusiasme investor lebih tinggi ketimbang tahun lalu. Bahkan Otoritas Bursa mematok target transaksi harian perdagangan saham mencapai Rp 5,5 triliun.
GUSTIDHA BUDIARTIE
Anda sedang membaca artikel tentang
Otoritas Bursa Kecewa Pemerintah Menunda IPO BUMN
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/01/otoritas-bursa-kecewa-pemerintah.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Otoritas Bursa Kecewa Pemerintah Menunda IPO BUMN
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Otoritas Bursa Kecewa Pemerintah Menunda IPO BUMN
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar