Warga yang hendak menuju ke kawasan Sudirman dan M.H Thamrin menaiki perahu karet yang disediakan tim SAR Satpol PP untuk menembus banjirdi sekitar kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (18/1). TEMPO/Subekti
Senin, 18 Februari 2013 | 05:05 WIB
TEMPO.CO , Jakarta: Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan, Firdaus Djaelani, mengatakan permintaan terhadap asuransi banjir akan semakin meningkat, terutama di wilayah DKI Jakarta dan kota-kota besar lainnya.
"Potensinya akan meningkat sekitar 20-30 persen dari premi yang selama ini sudah ada," ujarnya kepada wartawan di sela acara sosialisasi dan pemetaan rate untuk resiko banjir di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), di Gedung Permata, Jakarta akhir pekan lalu.
Firdaus mengatakan selama dua tahun terakhir, Asosiasi Asuransi telah menyusun data pemetaan resiko banjir yang dikumpulkan mulai 2002, 2007, dan 2013 yang akan digunakan sebagai acuan menentukan premi baru. "Nanti dilihat kembali per zona atau wilayah yang memiliki resiko yang berbeda-beda, itu yang membedakan harga atau premi asuransi banjir," ujarnya.
Ia menambahkan, khusus bagi masyarakat yang tinggal di wilayah DKI Jakarta, produk asuransi banjir sudah bisa dimiliki mulai pertengahan Maret.
Pada Januari lalu, Firdaus telah mengimbau industri asuransi segera merespon laporan yang masuk terkait dengan kerugian yang dialami pemegang polis akibat banjir besar pada pertengahan bulan itu.
FIONA PUTRI HASYIM
Anda sedang membaca artikel tentang
Banjir, Permintaan Asuransi Melonjak
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/02/banjir-permintaan-asuransi-melonjak.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Banjir, Permintaan Asuransi Melonjak
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Banjir, Permintaan Asuransi Melonjak
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar