Rupiah Sulit Menguat

Written By Unknown on Senin, 04 Februari 2013 | 09.35

Senin, 04 Februari 2013 | 06:02 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -  Tingginya permintaan akan dolar Amerika Serikat dari para importir akibat terjadinya defisit perdagangan Indonesia membuat posisi rupiah sulit menguat.

Analis dari Treasury Research Bank BNI, Radityo Ariwibowo, memprediksi pekan ini rupiah masih akan bergerak di bawah tekanan dolar. "Lebih tingginya impor dibanding ekspor dalam perdagangan Indonesia pada 2012 kemarin mendorong permintaan dolar di pasar domestik cenderung meningkat."

Badan Pusat Statistik Jumat lalu merilis, pada 2012, ekspor Indonesia mencapai US$ 190,04 miliar, sedangkan impor mencapai US$ 191,67 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia selama 2012 mengalami defisit US$ 1,63 miliar. Ekspor sepanjang 2012 susut 6,61 persen dibanding tahun sebelumnya (yoy), sedangkan impor naik 8,02 dalam kurun waktu yang sama.

Menurut Radityo, krisis ekonomi yang dialami negara-negara mitra perdagangan Indonesia telah membuat permintaan ekspor menurun. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi di dalam negeri mendorong naiknya impor sehingga dolar AS semakin mahal. "Untungnya, Bank Indonesia selalu berjaga di pasar uang untuk mengontrol likuiditas dolar dan rupiah," ujar Radityo.

Faktor defisit perdagangan menjadi penyebab anomali rupiah. Sentimen di pasar saat ini sebenarnya sangat positif sehingga dolar AS dan yen mulai melemah terhadap mata uang berisiko seperti euro dan mata uang Asia. Namun rupiah justru cenderung melemah karena lebih terbebani oleh faktor internal.

Selama neraca perdagangan masih defisit, rupiah masih sulit menguat. Potensi penguatan rupiah baru terbuka apabila pemulihan ekonomi global bisa mendorong perbaikan kinerja ekspor. Khususnya dari negara-negara mitra utama perdagangan Indonesia, yakni Amerika, Cina, Jepang, dan negara-negara ASEAN.

Pekan ini, rupiah masih akan bergerak di kisaran 9.690-9.840 per dolar AS dengan potensi melemah terbatas. Namun intervensi BI masih akan menjaga rupiah dalam koridor yang aman.

Akhir pekan lalu, rupiah ditutup di level 9.714 per dolar AS atau melemah 0,63 persen dibanding pekan sebelumnya, di level 9.652 per dolar AS.

PDAT | M. AZHAR


Anda sedang membaca artikel tentang

Rupiah Sulit Menguat

Dengan url

https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/02/rupiah-sulit-menguat.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Rupiah Sulit Menguat

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Rupiah Sulit Menguat

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger