TEMPO.CO, Tokyo - Bursa saham regional Asia diperkirakan akan melemah pada perdagangan hari ini, Selasa 16 April 2013. Lesunya perdagangan disebabkan aksi jual dan tahan para investor setelah terpengaruh kabar buruk dari kondisi ekonomi Cina.
Kantor berita Reuters mengabarkan, indeks saham Nikkei 225 Jepang merosot 1,6 persen atau 209,92 poin ke level 13.065,74. Tumbangnya Nikkei setelah berjaya dalam dua bulan terakhir disebabkan memburuknya perekonomian Amerika Serikat, mitra dagang utama perusahaan Jepang.
Sedangkan indeks industrial Topix Tokyo turun 1,6 persen menjadi 1.117,22. Indeks regional MSCI Asia Pacific pun anjlok 0,7 persen ke level 136,09. "Bursa Asia akan dihantam badai sell-off," kata Market Strategist IG Markets Ltd Melbourne, Evan Lucas.
Di Seoul Korea Selatan, indeks komposit KOSPI turun 0,9 persen ke level 1.902,84. Melemahnya KOSPI dipengaruhi memburuknya perekonomian Cina yang berpengaruh pada pendapatan perusahaan-perusahaan lokal. Kasus ini terjadi pada emiten terbesar di Korea, Samsung Electronics, dimana harga sahamnya menurun 0,5 persen pada pembukaan perdagangan.
Saat ini rumor yang melanda bursa saham Asia adalah melemahnya perekonomian negeri tirai bambu, Cina. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Cina dikabarkan anjlok dari 7,9 persen pada kuartal akhir Desember 2012 menjadi 7,7 persen pada triwulan pertama 2013. Terkoreksinya pertumbuhan raksasa ekonomi Asia itu memberi konfirmasi akan melemahnya sektor manufaktur Asia.
FERY FIRMANSYAH
Anda sedang membaca artikel tentang
Ekonomi Cina Mendung, Bursa Saham Asia Melorot
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/04/ekonomi-cina-mendung-bursa-saham-asia.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Ekonomi Cina Mendung, Bursa Saham Asia Melorot
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Ekonomi Cina Mendung, Bursa Saham Asia Melorot
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar