TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diramalkan akan anjlok lantaran ketidakjelasan rencana pemangkasan subsidi bahan bakar minyak (BBM). IHSG pun akan mengalami tekanan jual lantaran investor merasa terancam.
Imbas sentimen negatif ini membuat IHSG ditutup melorot 42,61 poin (0,86 persen) ke level 4.894,59 pada perdagangan Senin, 15 April 2013. Analis dari PT BNI Securities, Thendra Crisnanda, mengatakan, belum adanya keputusan mengenai pembatasan BBM bersubsidi membuat investor menahan diri dan cenderung mengambil posisi jual. "Selama belum ada kepastian, indeks masih akan terombang-ambing," kata dia.
Faktor negatif dari luar negeri pun membebani indeks. Di luar dugaan, data pertumbuhan domestik bruto (GDP) Cina turun ke level 7,7 persen dibanding sebelumnya, yaitu 7,9 persen. Terkoreksinya pertumbuhan raksasa ekonomi Asia itu memberi konfirmasi data-data manufaktur dan keyakinan bisnis yang sebelumnya negatif.
Minimnya sentimen positif membuat tekanan jual asing cukup tinggi, yakni sebesar Rp 460 miliar. Asing mulai memperhatikan data makro ekonomi Indonesia kuartal pertama yang mengecewakan. "Tingginya inflasi, defisit neraca perdagangan, pelemahan nilai tukar, hingga menyusut cadangan devisa adalah beberapa indikatornya," ujar Thendra.
Thendra memprediksi, pada perdagangan Selasa, 16 April 2013, IHSG akan bergerak di 4.845-4.916 dengan kecenderungan fluktuatif hingga melemah. Dalam kondisi seperti ini, investor diharapkan tidak gegabah dalam mengambil posisi dan mengikuti berita pembahasan pembatasan BBM bersubsidi.
Thendra menyarankan investor untuk melakukan beli jangka pendek atau beli selektif pada saham-saham yang masih berfundamental bagus, misalnya sektor infrastruktur, properti, dan konsumer. "Khusus saham properti, kami melihat masih ada potensi untuk tumbuh hingga 20 persen hingga akhir tahun," ujarnya.
M. AZHAR
Anda sedang membaca artikel tentang
Hati-hati, IHSG Cenderung Melemah
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/04/hati-hati-ihsg-cenderung-melemah.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Hati-hati, IHSG Cenderung Melemah
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Hati-hati, IHSG Cenderung Melemah
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar