Dampak Kabut Asap pada Industri Pariwisata

Written By Unknown on Rabu, 26 Juni 2013 | 09.36

TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri bidang Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Publik, Hariyadi Sukamdani, memperkirakan tingkat okupansi hotel menurun sekitar 10-15 persen akibat asap tebal kebakaran hutan Riau. "Kami estimasi penurunan sekitar 10-15 persen," kata Hariyadi kepada Tempo di Jakarta, Selasa, 25 Juni 2013.

Menurut dia, asap menyebabkan sektor pariwisata di provinsi tersebut turun. Banyak pertemuan bisnis atau rencana liburan wisata batal karena munculnya asap tersebut. "Asap ini tentu saja mengganggu, aktivitas pariwisata orang menjadi terganggu khususnya di Pekanbaru," katanya.

Tapi, Kadin menilai penurunan ini tidak terlalu signifikan mengingat Pekanbaru bukan daerah tujuan wisata utama. Jumlah city hotel atau hotel di kota besar dan dikhususkan untuk pertemuan bisnis juga tidak terlalu banyak dibandingkan beberapa kota besar lain. "Untungnya Pekanbaru bukan city hotel, jadi tidak terlalu berdampak signifikan bagi sektor wisata," katanya.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Yanti Sukamdani, menilai sektor pariwisata pasti mengalami penurunan akibat kabut asap di Riau. Menurut dia, asap sudah mengganggu aktivitas penerbangan dan pariwisata provinsi. Ia memperkirakan terjadi penurunan dalam okupansi hotel, penerbangan.

"Banyak juga yang membatalkan pertemuan bisnis karena asap. Tapi, kami belum bisa memperkirakan penurunan karena belum ada laporan," katanya.

ANANDA TERESIA


Anda sedang membaca artikel tentang

Dampak Kabut Asap pada Industri Pariwisata

Dengan url

https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/06/dampak-kabut-asap-pada-industri.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Dampak Kabut Asap pada Industri Pariwisata

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Dampak Kabut Asap pada Industri Pariwisata

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger