Energi Panas Bumi Baru Dimanfaatkan 4 Persen

Written By Unknown on Rabu, 24 Juli 2013 | 09.36

TEMPO.CO , Jakarta - Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Keuangan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral Djadjang Sukarna menyatakan energi panas bumi (geothermal) di Indonesia baru dimanfaatkan 4 persen untuk digunakan sebagai pembangkit listrik. Padahal menurut dia, Indonesia memiliki cadangan energi panas bumi terbesar di dunia yakni sebesar 40 persen.

Oleh karenanya, ia menambahkan, pemerintah sedang intensif untuk memanfaatkan energi panas bumi sebagai salah satu sumber listrik. Caranya yakni dengan mengadakan subsidi fiskal dari Kementerian Keuangan.

Selain itu, lanjut Djadjang, pihaknya sedang menyederhanakan urusan birokrasi. "Urusan birokrasi di kita ribet," kata dia di Hotel Grand Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa 23 Juli 2013.

Salah satunya, ia menambahkan, Kementerian ESDM mengadakan MoU (Memorandum of Understanding) dengan pihak Kementerian Kehutanan perihal perizinan tersebut. Menurut Djadjang, tanpa seizin Kemenhut, investor akan sulit membangun instalasi listrik tenaga panas bumi. Karena kebanyakan energi panas bumi berada di dataran tinggi seperti pegunungan dan itu selalu termasuk daerah hutan lindung.

ERWAN HERMAWAN


Terhangat:
Front Pembela Islam | Bisnis Yusuf Mansur | Daging Impor

Baca juga:
Ganjar Pranowo: Aneh, Kepala Dinas Touring Moge
Jokowi: Anggaran Rp 26,6 Miliar untuk Dana Taktis
Syamsir Alam Girang Dipanggil ke Timnas Indonesia


Anda sedang membaca artikel tentang

Energi Panas Bumi Baru Dimanfaatkan 4 Persen

Dengan url

https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/07/energi-panas-bumi-baru-dimanfaatkan-4.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Energi Panas Bumi Baru Dimanfaatkan 4 Persen

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Energi Panas Bumi Baru Dimanfaatkan 4 Persen

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger