Gita: Izin Impor Daging Sebaiknya Satu Atap

Written By Unknown on Minggu, 14 Juli 2013 | 09.35

TEMPO.CO , Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengakui birokrasi impor masih memerlukan perbaikan. Salah satunya dengan menerapkan perizinan satu atap dalam pengurusan izin impor. "Satu atap perizinan perlu dilakukan agar jelas mengenai apakah izin diperoleh, kapan dan berapa lama," kata Gita kepada Tempo, Sabtu, 13 Juli 2013.

Gita menjelaskan rekomendasi teknis dari kementerian teknis selalu diperlukan sebelum izin impor dikeluarkan. Khususnya untuk impor daging, Menteri Pertanian Suswono mengatakan, ketentuan rekomendasi impor merupakan amanat UU No 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Dalam beleid tersebut, setiap importir produk hewan diwajibkan memperoleh izin pemasukan dari Menteri Perdagangan setelah mendapat rekomendasi dari Menteri Pertanian. Peraturan ini juga diturunkan dalam Peraturan Menteri Pertanian No 50 tahun 2011 tentang Rekomendasi Persetujuan Pemasukan Karkas, Daging, Jeroan, dan/atau Olahannya ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia dan Peraturan Menteri Perdagangan No 22 tahun 2013 tentang Ketentuan Impor dan Ekspor Hewan dan Produk Hewan.

Senada dengan koleganya, Suswono sepakat bahwa perizinan impor daging perlu dilakukan lewat satu pintu agar proses lebih cepat. "Untuk importasi memang Kementerian Perdagangan yang menjadi lead, karena Surat Persetujuan Impor diterbitkan Kementerian Perdagangan," kata Suswono ketika dihubungi secara terpisah.

Suswono mengatakan sudah ada contoh perizinan impor satu atap pada produk pertanian yaitu untuk impor produk hortikultura, yang menurutnya berjalan baik. Gita berharap perizinan impor daging satu atap bisa segera dilakukan. "Sesegera mungkin (perizinan satu atap) agar kepentingan rakyat terpenuhi. Transparansi dan efisiensi perizinan akan membantu dalam menjaga stabilitas harga," kata Gita.

Sabtu, 12 Juli 2013 dalam Rapat Kabinet Terbatas, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan kemarahan dan kekecewaannya atas harga pangan yang terus membumbung. Dalam rapat yang digelar di Base Ops TNI Angkatan Udara, Halim, Jakarta, Presiden meminta penjelasan Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian dan Kepala Bulog mengenai penyebab lambatnya stabilisasi harga daging sapi.

Presiden marah dan kecewa karena kebijakan harga daging sudah lama dibahas, tapi belum menghasilkan perbaikan. Pasalnya, menurut Presiden kebijakan stabilisasi harga daging sapi sudah dibahas jauh-jauh hari sebelum Ramadan, bahkan sebelum pemerintah memutuskan menaikkan harga BBM bersubsidi pada Juni 2013.

BERNADETTE CHRISTINA


Berita Terhangat:

Bara LP Tanjung Gusta | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | Tarif Progresif KRL | Bencana Aceh

Terpopuler
Kerabat SBY, Abraham: Terlibat Pasti Tersangka
Khofifah: Kenapa Takut Pada Saya?
Ini Pidato Lengkap Malala Yousafzai di PBB
Ini Pesan Khusus Menteri Dahlan untuk Erik Meijer
Begini Pramono Edhie Masuk Daftar Capres Demokrat
Pabrik Nganggur, Lexus Malah Bikin Sepeda


Anda sedang membaca artikel tentang

Gita: Izin Impor Daging Sebaiknya Satu Atap

Dengan url

https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/07/gita-izin-impor-daging-sebaiknya-satu.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Gita: Izin Impor Daging Sebaiknya Satu Atap

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Gita: Izin Impor Daging Sebaiknya Satu Atap

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger