TEMPO.CO, Jakarta - Analis PT Trust Securities Reza Priyambada mengatakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia masih rawan terkoreksi. "Hal ini terjadi lantaran tekanan jual belum mereda," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa 16 Juli 2013.
Reza memperkirakan IHSG akan berada pada level support 4.568-4.615 dan resistance 4.655-4.664. Sehari sebelumnya, indeks ditutup naik tipis 2,6 poin (0,06 persen) ke level 4.635,73. Tekanan jual, kata dia, membuat IHSG berada di atas target support (4.572-4.605) namun gagal mendekati target resistance (4.650).
Selain itu, IHSG bergerak ke arah yang berlawanan dengan bursa saham Asia. Saat indeks sebagian bursa saham Asia melambung seiring naiknya data pertumbuhan ekonomi Cina yang melampaui estimasi, IHSG malah lunglai dihantam aksi jual. Reza menduga hal ini terjadi sebagai dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate), "Serta kebijakan Bank Indonesia yang akan membatasi kredit perumahan," katanya.
Untuk perdagangan hari ini, Reza berharap sentimen positif berupa penguatan ekonomi Cina kembali membawa dampak pada pasar saham global. Dengan demikian, IHSG berpeluang mengalami kenaikan meski dibayangi aksi ambil untung.
Berikut saham-saham yang layak diperhatikan
1. PT Global Mediacom Tbk (BMTR), trading buy dengan posisi support 1.980-2.025 dan resistance 2.150-2.200.
2. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), trading buy dengan posisi support 1.140-1.160 dan resistance 1.210-1.230.
3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), trading buy dengan posisi support 10.800-10.950 dan resistance 11.200-11.350.
4. PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), trading buy dengan posisi support 1.180-1.220 dan resistance 1.320-1.350.
ANANDA PUTRI
Anda sedang membaca artikel tentang
Indeks Dihantui Aksi Ambil Untung
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/07/indeks-dihantui-aksi-ambil-untung.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Indeks Dihantui Aksi Ambil Untung
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Indeks Dihantui Aksi Ambil Untung
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar