TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Gubernur Halim Alamsyah mengatakan, penyaluran kredit perbankan melambat pada kuartal kedua 2013."Ekspansi kreedit perbankan secara perlahan menurun," kata dia saat ditemui di kantor BI, Selasa 30 Juli 2013.
Berdasarkan data bank sentral, kredit perbankan di minggu ketiga tumbuh 21,8 persen. Di tahun lalu, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 23,4 persen.
Khusus pada minggu lalu, ia melanjutkan, penyaluran kredit tercatat sebesar Rp 29 triliun. Sayangnya, ia belum mengetahui sektor mana saja yang paling banyak disalurkan kredit."Tapi ini masih sesuai dengan profil kredit mereka,"kata Halim.
BI melihat, penyaluran kredit di semester II akan kembali membaik seiring dengan waktu liburan. Pihaknya juga terus memantau situasi likuiditas perbankan menjelang lebaran. "Banyak bank menggunakan ekses likuiditas untuk membiayai ekspansi kredit, tapi jangan sampai bank kekurangan likuiditas,"ujarnya.
Sementara itu, Bank Mandiri mencatat penyaluran kredit tumbuh signifikan menjadi Rp 428,7 triliun, naik 22,3 persen dari Rp 350,4 trilliun di semester 1 2012.
Pertumbuhan kredit tersebut dipacu oleh segmen kredit mikro dengan pertumbuhan tertinggi yakni 58,1 persen menjadi Rp 23,9 triliun.
Bank Central Asia membukukan pertumbuhan sektor kredit sebesar 24,1 persen pada semester pertama 2013 senilai Rp 280,4 triliun. Nilai ini meningkat dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya senilai Rp 226 triliun.
Pertumbuhan kredit ini di pengaruhi oleh kredit konsumen yang ditopang oleh kredit pemilikan rumah dan kredit kendaraan bermotor.
RIRIN AGUSTIA
Anda sedang membaca artikel tentang
Kredit Perbankan Melambat di Kuartal II
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/07/kredit-perbankan-melambat-di-kuartal-ii.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Kredit Perbankan Melambat di Kuartal II
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Kredit Perbankan Melambat di Kuartal II
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar