Penjualan Kamera Asal Jepang Menurun

Written By Unknown on Sabtu, 10 Agustus 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Tokyo - Produsen kamera digital asal Jepang, Nikon Corp. mencatat penurunan laba sebesar 72 persen untuk periode April hingga Juni yang diakibatkan oleh penurunan permintaan atas model lensa interchangeable dan model compact.

Produsen kamera digital terbesar kedua di dunia ini pun memotong outlook penjualan dan laba untuk tahun fiskal berjalan hingga Maret tahun depan. Kepala Keuangan Nikon, Junichi Ito, menyatakan, "Kami memperhitungkan bisnis akan tetap sulit."

Tekanan terhadap pasar kamera digital berasal dari meningkatnya kualitas kamera ponsel pintal serta aplikasi-aplikasi berbagai foto secara instan. Permintaan kamera digital semakin jatuh dalam kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumya. Berdasarkan data dari Asosiasi Produk Kamera dan Pencitraan, pada enam bulan pertama tahun 2013, pengiriman kamera digital menurun sebesar 42,7 persen. Penurunan ini merupakan yang terbesar setelah penurunan 15 persen pada musim gugur tahun 2012 lalu.

Nikon menyatakan perolehan laba bersih menurun menjadi 4,43 miliar yen atau Rp 471,3 miliar untuk periode tiga bulan hingga Juni dari perolehan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 15,77 miliar yen atau Rp 1,67 triliun. Penjualan Nikon tercatat turun 7,9 persen menjadi 238,98 miliar yen atau Rp25,4 triliun.

Untuk outlook laba bersih hingga Maret 2013, Nikon menurunkan target sebesar 23 persen menjadi 50 miliar yen atau Rp 5,3 triliun dan perkiraan penjualan sebesar 6 persen menjadi 1,04 triliun atau Rp 110,6 triliun.

Penurunan terbesar pada pasar kamera digital terjadi pada jenis entry-level untuk model bidik dan potret yang hampir serupa dengan kualitas kamera ponsel pintar. Namun Nikon menyatakan penurunan juga terjadi pada penjualan segmen lensa interchangeable yang mencakup single-lens reflex atau SLR dan jenis kamera jenis mirrorless.

Nikon memotong target penjualan untuk jenis lensa interchangeable sebesar 8 persen menjadi 6,55 juta unit, dan untuk kamera digital jenis compact sebesar 18 persen menjadi 11,5 juta unit. Nikon menyatakan segmen lensa interchangeable jenis mirrorless mengecewakan.

Untuk merek lain, Olympus, masih memulihkan diri dari penipuan yang menyulitkan bisnis penjualan kameranya untuk periode April hingga Juni. Pada kuartal tersebut Olympus tercatat merugi sebesar 1,83 miliar yen atau sebesar Rp 194.7 miliar dari kerugian pada periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 4,45 miliar atau Rp 473.4 miliar.

Penjualan kamera mirrorless yang lamban menjadi tanda yang mengkhawatirkan karena produsen kamera melihat model yang lebih mahal dapat mengimbangi penurunan penjualan untuk jenis compact. Namun dengan banyaknya produsen yang fokus pada pasar lensa interchangeable, persaingan menjadi lebih ketat.

Nikon mengatakan akan diadakan pemotongan biaya pengadaan, pengembangan, dan pemasaran sekitar 20 miliar yen atau sebesar Rp 2.1 triliun untuk meningkatkan profitabilitas dari penjualan kamera, sambil memperkenalkan jenis kamera entry-level, single-lens reflex baru dengan proyeksi margin keuntungan yang lebih baik.

Dengan pemangkasan biaya, Nikon berharap margin keuntungan dapat muncul dari divisi imaging-nya, yang mencakup bisnis lensa, dengan mencapai 12,5 persen untuk semester kedua tahun 2013, dibanding dengan prediksi 7,9 persen pada semester I tahun ini.

Beberbagai sumber | ISMI DAMAYANTI


Anda sedang membaca artikel tentang

Penjualan Kamera Asal Jepang Menurun

Dengan url

https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/08/penjualan-kamera-asal-jepang-menurun.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Penjualan Kamera Asal Jepang Menurun

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Penjualan Kamera Asal Jepang Menurun

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger