TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat mengatakan lemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing mengakibatkan harga barang impor naik. "Ujung-ujungnya, karena harga barang impor jadi naik, daya saingnya turun di pasaran," kata dia saat dihubungi Tempo, Sabtu, 24 Agustus 2013.
Ade menyatakan, kenaikan harga barang impor sudah mencapai 10-15 persen. Menurut dia, kenaikan tersebut sudah sangat tinggi. "Seluruh barang impor sudah naik karena memang kita sangat tergantung pada impor," ujarnya.
Akibatnya, ia melanjutkan, permintaan barang impor menjadi turun karena meroketnya harga barang. "Apalagi ditambah kondisi pasar yang sedang sepi setelah lebaran," ucap Ade.
Tapi, Ade menambahkan, melemahnya rupiah akan menguntungkan industri yang berorientasi pada ekspor. Misalnya, kata dia, sektor perkebunan seperti kakao dan Crude Palm Oil (CPO). "Mereka sekarang ada di atas angin, senyum-senyum mereka," ujar Ade.
Sedangkan, Ade berujar kembali, untuk industri yang berorientasi domestik melemahnya nilai tukar rupiah sangat merugikan. "Lemahnya rupiah memang ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan. Kebijakan yang dilakukan pemerintah sudah tepat karena mengarah ke sana yakni memperbaiki industri orientasi ekspor dan domestik."
ERWAN HERMAWAN
Terhangat:
Konser Metallica| Suap SKK Migas| Sisca Yofie| Rusuh Mesir |Konvensi Partai Demokrat
Berita Terpopuler:
Rizieq Syihab Calon Presiden 2014
Soal Lurah Susan, Ini Kata Gus Sholah
Lurah Lenteng Agung Demen Blusukan
Soal Lurah Lenteng Agung,Jokowi-Ahok Diminta Tegas
Rizieq Presiden, Suryadharma Ali Calon Wakil
Anda sedang membaca artikel tentang
Rupiah Melemah, Harga Barang Impor Naik
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/08/rupiah-melemah-harga-barang-impor-naik.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Rupiah Melemah, Harga Barang Impor Naik
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Rupiah Melemah, Harga Barang Impor Naik
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar