Semen Indonesia Bidik Pasar Infrastruktur

Written By Unknown on Sabtu, 03 Agustus 2013 | 09.35

Menteri BUMN, Dahlan Iskan (2 kanan), didampingi Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Dwi Soetjipto (kanan) saat peluncuran nama dan logo baru PT Semen Indonesia, di Surabaya, Senin (7/1). ANTARA/Eric Ireng

TEMPO.CO, Surabaya - Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk, Agung Wiharto, sudah milirik potensi konsumsi semen di sektor infrastruktur. Langkah ini seiring kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia dan akan berdampak pada suku bunga pinjaman bank, khususnya sektor properti. Menurutnya, bisnis di sektor properti akan melambat seiring kenaikan suku bunga pinjaman. Sebab, industri properti disupport dari pinjaman bank.

Jika bunga bank rendah, rumah bisa dijual murah. Apabila bank menaikkan suku bunga, maka harga jualnya tinggi. Terlebih inflasi Juli 2013 sudah menyentuh 8,6 persen (yoy) dengan BI rate masih kisaran 6,5 persen. "Marketnya yang berat, konsumsi semen tertekan di properti. Karena itu, kita sekarang milirik proyek infrastruktur," kata dia di Surabaya, Jumat 2 Agustus 2013.

Pada 2013, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 23 triliun, naik ketimbang tahun lalu sebesar Rp 19 triliun. Hingga semester I tahun 2013, Semen Indonesia sudah membukukan Rp 11,4 triliun, naik 32 persen ketimbang tahun 2012. Pendapatan tersebut masih disokong sektor penjualan retail (semen kemasan) dengan kontribusi 75 persen dan kontribusi di sektor infratruktur (bulk) masih 25 persen.

Sektor retail, kata Agung, sangat kuat karena didukung brand yang sudah dikenal. Konsumsi semen bulk biasanya ke proyek infrastruktur sekitar 60 persen, pembangunan pabrik 35 persen dan proyek lainnya 5 persen. Sementara semen kemasan dikonsumsi pada sektor properti 90 persen dan industri berbasis semen 10 persen.

Kedepan, Agung mengakui persaingan industri semen semakin ketat. Pada 2016, kapasitas produksi semen secara nasional mencapai 90 juta ton per tahun dengan permintaan sekitar 83 juta ton per tahun. Saat ini, kapasitas exisiting semen domestik secara nasional sebesar 60 juta ton.

Pada 2016, permintaan jauh lebih kecil ketimbang pasokan semen. Kondisi yang demikian, kata dia, akan membikin persaingan semakin sengit dan berimbas pada permainan harga semen yang tidak sehat. "Bisa gila-gilaan itu. Tapi pada 2017, sepertinya normal lagi dengan catatan setiap tahun pertumbuhan konsumsi semen 10 persen."

DIANANTA P. SUMEDI


Anda sedang membaca artikel tentang

Semen Indonesia Bidik Pasar Infrastruktur

Dengan url

https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/08/semen-indonesia-bidik-pasar.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Semen Indonesia Bidik Pasar Infrastruktur

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Semen Indonesia Bidik Pasar Infrastruktur

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger