Grafis Terkait
Ipar Yudhoyono Terseret
Foto Terkait
Presiden SBY Bertolak ke Rusia
Topik
- #Pelemahan Rupiah
- #Susilo Bambang Yudhoyono | SBY
TEMPO.CO, Jakarta--Dalam dua pekan terakhir, nilai kurs rupiah terhadap dolar Amerika terus melorot. Loyonya rupiah membawa konsekuensi besar buat ekonomi Indonesia. Nilai impor jadi melonjak, membuat biaya produksi perusahaan meroket. Cadangan devisa pun tergerus. Pada saat bersamaan, nilai ekspor belum bisa digenjot karena harga komoditas masih anjlok.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merespons situasi dengan menerbitkan Instruksi Presiden khusus untuk memperkukuh daya beli masyarakat dan melindungi banyak pengusaha dari imbas krisis moneter. Efektivitasnya mungkin baru terasa dalam jangka menengah.
Jajak pendapat yang digelar situs berita Tempo.co dan portal Yahoo! Indonesia mengindikasikan sentimen senada. SBY dinilai belum akan berhasil menstabilkan nilai rupiah dalam waktu dekat. Pendapat ini disokong sekitar 80 persen responden dalam kedua survei itu. Selengkapnya, baca Majalah Tempo edisi Senin 2 September 2013.
TEMPO
Terhangat:
Rupiah Loyo | Konvensi Partai Demokrat | Suap SKK Migas
Berita populer:
Brigjen Basaria: Dari Penyelundupan Sampai Susno
Ahok Heboh Terajana di YouTube
PDIP Merasa 'Disenyapkan' di Pilkada Jawa Timur
Ini Rahasia Sukses Polwan Versi Brigjen Basaria
Anda sedang membaca artikel tentang
Publik Tak Yakin SBY Bisa Redam Gejokak Rupiah
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/09/publik-tak-yakin-sby-bisa-redam-gejokak.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Publik Tak Yakin SBY Bisa Redam Gejokak Rupiah
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Publik Tak Yakin SBY Bisa Redam Gejokak Rupiah
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar