TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II menyatakan menolak berkomentar tentang pengurangan slot penerbangan darurat di Bandara Soekarno-Hatta, Banten. "Yang berhak menjawab itu Indonesia Slot Coordinator (IDSC) dan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI)," ujar General Manajer Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan, saat dihubungi Tempo, Rabu, 16 Oktober 2013.
LPPNPI menyatakan jatah slot penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, akan segera dikurangi. "Mulai 27 Oktober mendatang," ujar Direktur Keselamatan dan Standar LPPNPI, Wisnu Darjono.
Ia menjelaskan, sebelumnya penerbangan darurat atau yang bersifat unexpected memiliki jatah slot 20 persen dari total penerbangan per hari. Sedangkan 80 persen slot penerbangan sudah digunakan untuk penerbangan komersial berjadwal serta penerbangan dengan pesawat sewaan. Namun, dengan kepadatan Bandara Soekarno-Hatta saat ini, kata dia, jatah slot untuk penerbangan darurat pun dikurangi.
"Sekarang yang untuk penerbangan komersial berjadwal serta yang memakai pesawat sewaan total 90 persen dari total slot," ucapnya. Meski demikian, Wisnu menyebut angka 10 persen untuk slot penerbangan darurat masih dalam batas toleransi.
Wisnu menjelaskan, sebenarnya Bandara Soekarno-Hatta masih mampu menampung 75-76 pergerakan pesawat dalam satu jam. Namun, slot untuk lima penerbangan tidak boleh diberikan untuk penerbangan komersial berjadwal maupun penerbangan dengan pesawat sewaan karena dialokasikan untuk penerbangan yang bersifat darurat. Slot penerbangan darurat biasanya dimanfaatkan oleh pesawat yang mengalami kesulitan saat terbang dan harus kembali ke bandara asal atau return to base.
Ia menjelaskan, slot penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta harus segera dirapikan karena pertumbuhan penerbangan domestik dan asing yang semakin tinggi. Saat ini, kata dia, tercatat ada 1.215 penerbangan, termasuk kedatangan dan keberangkatan dalam satu hari di bandara itu. Wisnu menuturkan, sesungguhnya ada waktu-waktu yang masih sepi dan bisa dimanfaatkan maskapai.
"Misalnya, jam 22.00-23.00 hanya ada 50 pesawat dalam satu jam," ujar Wisnu. Namun, waktu tersebut dinilai bukan golden time bagi maskapai. Kebanyakan penumpang memilih untuk terbang pada pukul 07.00 - 09.00.
MARIA YUNIAR
Anda sedang membaca artikel tentang
Angkasa Pura Ogah Komentar Soal Slot Penerbangan
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/10/angkasa-pura-ogah-komentar-soal-slot.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Angkasa Pura Ogah Komentar Soal Slot Penerbangan
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Angkasa Pura Ogah Komentar Soal Slot Penerbangan
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar