TEMPO.CO, Nusa Dua - Indonesia memiliki kekayaan bio diversiti terbesar di dunia dengan 8.500 species ikan, 555 species rumput laut dan 950 terumbu karang. Selain itu, dengan bertemunya 3 lempeng teknonik di wilayah Nusantara merupakan syarat pembentukan sumber daya mineral, seperti minyak bumi dan gas bumi.
"Dengan menerapkan konsep Blue Economy akan mampu memperkuat pengelolaan potensi kelautan secara berkelanjutan, produktif dan berwawasann lingkungan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo dalam acara peluncuran Buku "Our Blue Economy : An Odyssey to Prosperity" saat KTT APEC di Bali, Sabtu, 5 Oktober 2013.
Dengan besarnya potensi tersebut, Sharif mengungkapkan sudah banyak negara yang melirik untuk berinvestasi di Indonesia. "Jadi dengan 255 triliun investasi itu artinya mereka kan sudah melihat," ujar Sharif.
Salah satu target yang akan dicapai dalam KTT APEC ini adalah bagaimana menjual potensi yang ada. "Baik investor luar negeri maupun dalam negeri sudah melihat potensi ini, jadi mari kita kelola. Tujuannya ini adalah menjual," ungkapnya.
Untuk memuluskan pengelolaan konsep Blue Economy, sinergitas antara berbagai bidang mutlak dibutuhkan. Diantaranya, dukungan kemitraan dari masyarakat, swasta, akademisi dan lembaga nasional serta international untuk mengawal transformasi menuju pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.
"Kolaborasi antara dunia pendidikan, swasta dan pemerinta adalah kunci dalam implementasi ekonomi biru," ujar Sharif.
PUTU HERY
Anda sedang membaca artikel tentang
Kekayaan Laut Indonesia Menarik Investasi Rp 255 T
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/10/kekayaan-laut-indonesia-menarik.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Kekayaan Laut Indonesia Menarik Investasi Rp 255 T
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Kekayaan Laut Indonesia Menarik Investasi Rp 255 T
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar