Fed Kurangi Stimulus, Periode Easy Money Lewat

Written By Unknown on Minggu, 10 November 2013 | 10.44

TEMPO.CO , Jakarta- Kebijakan pengurangan stimulus oleh Bank Sentral Amerika Serikat, tinggal tunggu waktu. Guyuran easy money ke pasar keuangan negara ekonomi berkembang dipastikan segera berlalu. Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, ke depan, aliran masuk modal asing akan semakin sulit.

"Arus modal portfolio ke emerging market tak akan setinggi tahun-tahun sebelumnya, tidak akan setinggi periode 2009 - 2011 yang memang dulu banjir," kata Perry di Bank Indonesia, Jumat, 8 November 2013.

Masuknya modal asing sebagai dampak dari pelonggaran moneter di negara lain, kata Perry, membuat cadangan devisa naik. Pada periode 2008-2009 cadangan devisa berada di kisaran US$ 50 - 60 miliar. Paska itu, cadangan devisa terus naik hingga tembus US$ 100 miliar. Saat ini, cadangan devisa berada di level US$ 97 miliar.

Kebijakan pengurangan stimulus oleh Federal Reserve (Fed) --sebutan bagi Bank Sentral AS--  dipastikan akan diikuti dengan kenaikan suku bunga yang kini berada di kisaran 0 - 0,25 persen. Tapi, Perry memperkirakan Fed baru akan menyesuaikan suku bunga paling cepat awal 2015. Artinya, kebijakan pengurangan stimulus kemungkinan tak akan secepat yang diperkirakan sebelumnya. "Sebelumnya diperkirakan September kemarin, ada juga yang memprediksikan di Desember," ucapnya.

Meski begitu, Perry meyakinkan BI tetap memantau dan melakukan langkah-langkah antisipasi. "Seluruh perkembangan indikator ekonomi baik, inflasi lebih rendah dari yang kami perkirakan, pertumbuhan ekonomi juga sudah melambat, kredit juga melambat," ujarnya. Perlambatan pada pertumbuhan ekonomi dan kredit diharapkan BI dan Pemerintah bisa meredam defisit pada transaksi berjalan.

Sekedar catatan, pada 22 Mei lalu, ketika Gubernur Fed Ben Bernanke menyinggung soal pengurangan stimulus, BI mencatat US$ 4,1 miliar dana asing keluar dari pasar saham dan obligasi domestik sepanjang Juni. Kondisi tersebut menyebabkan nilai tukar rupiah terdepresiasi menembus Rp 9.800 per dolar AS. Paska itu, modal asing enggan balik lantaran defisit transaksi berjalan yang melebar dan tekanan inflasi yang tinggi.

MARTHA THERTINA

Berita Terpopuler:
Kilang Balikpapan Luncurkan Produk Solar Dex
Positif, IHSG Ciptakan Anomali di Antara Bursa Asia
OJK Dorong Investor Domestik Perkuat Pasar Saham
IPO, Grand Kartech Targetkan Rp 45 Miliar 
Rupiah Diprediksi Melemah Awal Pekan Depan 
Bankir Ahli Transaksi Global Masih Langka


Anda sedang membaca artikel tentang

Fed Kurangi Stimulus, Periode Easy Money Lewat

Dengan url

https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/11/fed-kurangi-stimulus-periode-easy-money_10.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Fed Kurangi Stimulus, Periode Easy Money Lewat

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Fed Kurangi Stimulus, Periode Easy Money Lewat

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger