TEMPO.CO, Jakarta - Hingga pekan ini, harga daging sapi di pasaran domestik masih berada di kisaran Rp 95-100 ribu per kilogram. Padahal, sejak pertengahan tahun, pemerintah telah berusaha menekan harga daging sapi dengan berbagai upaya, seperti membebaskan kuota impor dan menetapkan harga referensi daging sapi.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia, Ngadiran, menilai tingginya harga daging saat ini sangat riskan dan bahkan masih bisa melonjak lagi. Pasalnya, sebentar lagi akan memasuki masa puncak konsumsi daging, yakni saat Hari Raya Natal dan tahun baru 2014. "Kalaupun ditekan, paling-paling bisa turun sampai Rp 90 ribu per kilogram saja, enggak banyak," kata dia kemarin.
Ngadiran mengatakan, selama ini di pasar tidak ada masalah pasokan daging yang menjadi salah satu faktor pendongkrak harga barang. "Kalau pasokan sih ada terus. Tinggal bergantung pada pedagang, mau membeli berapa dari rumah pemotongan hewan. Cuma, harga yang ditetapkan memang sudah tinggi," ujarnya.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi, menyalahkan keterlambatan pemotongan sapi sebagai penyebab tingginya harga daging. Hingga pekan lalu, sudah ada 36 ribu sapi siap potong yang didatangkan ke Indonesia. Dari jumlah itu, baru sekitar 15 persen atau sebanyak 6.600 yang sudah dipotong. "Kekurangan itulah yang kira-kira menyebabkan harga belum bisa turun. Kami push untuk segera dipotong," ujarnya kepada Tempo kemarin.
Selain sapi terlambat dipotong, Bachrul menyebut kenaikan harga sapi di Australia juga turut memicu harga jual sapi impor di dalam negeri. Dalam enam bulan terakhir, harga sapi hidup di Australia naik sekitar 50 persen dari US$ 2 menjadi US$ 3 per kilogram. "Belum lagi ditambah depresiasi rupiah. Jadi, sampai di sini masih mahal," katanya.
Menteri Pertanian Suswono tak urung juga mempertanyakan harga sapi yang tak kunjung turun. Ia menilai seharusnya kebijakan pembebasan sistem kuota sudah dapat memperlancar distribusi sapi dan mampu menstabilkan harga daging sapi di tingkat konsumen. "Itu yang kami sayangkan. Kenapa masih bisa terjadi, padahal (impor daging sapi) sudah terbuka," ujar dia.
Suswono menilai masih tingginya harga sapi ini membuktikan bahwa masalah bukan berada pada kementeriannya. Sebab, saat ini, Kementerian Pertanian hanya mengurusi masalah teknis kesehatan hewan. "Kami khawatirkan asosiasi-asosiasi importir menjadi kartel baru," ujarnya.
Menanggapi tudingan itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Impor Daging Indonesia (Aspidi), Thomas Sembiring, menyebutnya sebagai upaya Menteri Pertanian untuk menutupi kesalahan. "Harga tinggi kan akibat kebijakan pengetatan impor yang dilakukan tempo hari. Kebijakan yang sekarang masih harus dijalankan secara bertahap," kata dia.
Thomas berdalih, daging impor tidak masuk ke pasar, melainkan langsung ke hotel, restoran, dan industri. Jadi, importir tidak dapat disalahkan atas tingginya harga daging di pasaran.
Senada, Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Johny Liano juga membantah bahwa pihaknya melakukan kartel daging. Dia beralasan, importir tak dapat melakukan kartel karena terhambat perbedaan waktu impor. Selain itu, dia mengaku setiap hari harus melaporkan stoknya ke Kementerian Perdagangan.
"Waktu pemasukan sapi itu berbeda-beda. Penggemukan juga memakan waktu dua bulan. Tentu ada perbedaan dimensi waktu dalam mengimpor sehingga jumlah yang dilepas ke pasar juga berbeda," kata Johny kemarin.
Adapun Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) berjanji menjadikan tingginya harga daging sapi sampai saat ini sebagai informasi baru untuk melengkapi bukti terjadinya kartel. Juru bicara KPPU, Ahmad Junaidi, mengatakan, dengan relaksasi impor yang sudah diberikan pemerintah, semestinya struktur pasar juga sudah berubah. "Kondisinya saat ini sudah ada relaksasi impor, tapi harga masih tinggi. Tentu ini akan menjadi masukan bagi tim untuk meneliti dugaan adanya kartel."
AYU PRIMA SANDI | PINGIT ARIA| RAHMA TRI WIDURI
Anda sedang membaca artikel tentang
Sapi Terlambat Dipotong, Harga Daging Melonjak
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/11/sapi-terlambat-dipotong-harga-daging.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Sapi Terlambat Dipotong, Harga Daging Melonjak
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Sapi Terlambat Dipotong, Harga Daging Melonjak
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar