TEMPO.CO, Jakarta - Analis Trust Securities, Reza Priyambada, memprediksi dorongan jual masih akan mendominasi perdagangan di bursa domestik. Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada pada level support 4.168-4.185 dan resistance 4.215-4.235. "Aksi ambil untung diperkirakan masih akan berlanjut jika tidak ada sentimen positif yang dapat menahannya," kata Reza dalam rilis analisisnya, Senin, 23 Desember 2013.
Reza menambahkan, pekan lalu, adanya imbas negatif dari rilis data ekonomi Jepang dan Cina di bawah estimasi pelaku pasar membuat laju bursa saham Asia terkoreksi dan memberikan imbas negatif pada laju indeks. Belum lagi nilai tukar rupiah yang terus mendekati area oversold turut memberikan tambahan sentimen negatif.
Meski begitu, imbas menghijaunya laju bursa saham AS seiring dengan rilis kenaikan nonfarm productivity, New York empire state manufacturing, dan industrial production memberikan sentimen positif bagi sebagian besar laju bursa saham Asia, termasuk IHSG. Rupiah pun sempat bergerak menguat dan memberikan tambahan sentimen positif.
Hingga menjelang rapat Federal Open Market Comitee (FOMC) 17-18 Desember 2013, laju indeks saham masih dapat mempertahankan kenaikannya meski dalam perdagangan intraday sempat sedikit melemah di bawah level 4.200, seiring mulai adanya aksi ambil untung. "Namun, berbalik arahnya laju bursa saham Eropa saat itu dan mulai rebound-nya kembali hampir mayoritas bursa saham Asia memberi tambahan angin segar bagi IHSG," kata dia.
Dirilisnya hasil keputusan rapat FOMC yang akan melakukan tapering off pada Januari 2014 dan masih mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya membuat laju bursa saham Asia termasuk Indonesia bergerak positif. "Akan tetapi, bila dilihat dalam intraday perdagangan, masih ada kecenderungan pelemahan yang terjadi seiring masih adanya aksi jual," kata dia.
Pekan lalu, saham-saham pertambangan dan properti yang lebih banyak bergerak stagnan dan cenderung melemah menahan laju penguatan IHSG. Sepanjang pekan ini, IHSG diprediksi akan berada pada rentang support 4.100-4.150 dan resisten 4.265-4.278. "Waspadai aksi pelemahan lanjutan meski kita masih berharap IHSG dapat terimbas positifnya laju bursa saham AS dan Eropa," kata dia.
MARTHA THERTINA
Berita Lain:
Argentina Luncurkan Roket Penunjang Pertahanan
Cina Bangun Pusat Penelitian Keempat di Antartika
Monyet Penelitian Tewas, Harvard Didenda US$ 24 Ribu
Demi Siswa, India Bikin Tablet Seharga Rp 280 Ribu
Anda sedang membaca artikel tentang
Aksi Ambil Untung Diperkirakan Masih Berlanjut
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/12/aksi-ambil-untung-diperkirakan-masih.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Aksi Ambil Untung Diperkirakan Masih Berlanjut
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Aksi Ambil Untung Diperkirakan Masih Berlanjut
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar