TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bidang Advokasi, Djoko Setijowarno, menyebut ada 79 kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang kereta pada di wilayah Jakarta sepanjang Januari-November 2013. "Jadi setiap pekan rata-rata ada 1,5 kejadian," ucapnya dalam diskusi "Bencana di Perlintasan Kereta", Sabtu, 14 Desember 2013.
Ia menyatakan, berdasarkan data Kementerian Perhubungan, ada total 4.593 perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera. Di Jawa, ada 3.892 perlintasan sebidang sedangkan 701 perlintasan sebidang lainnya ada di Sumatera. "Yang resmi dijaga karena volume lalu lintasnya tinggi, total ada 1.174 perlintasan, untuk Jawa dan Sumatera," ucapnya. (Baca juga : Masyarakat Transportasi Minta Sanksi Penerobos Lintasan KA)
Djoko menuturkan, dari semua perlintasan tersebut, sebanyak 205 perlintasan di antaranya tersebar di Sumatera. Sementara itu, 969 perlintasan lainnya ada di Jawa.
Ia menduga selama ini ada pembiaran masalah keselamatan di perlintasan sebidang, sehingga akhirnya menyebabkan kecelakaan yang melibatkan kereta commuterline dan truk bahan bakar minyak (BBM) PT Pertamina. "Apakah memang kelas jalan itu bisa dilewati kendaraan seberat itu," tanya Djoko. (Baca juga : Mayoritas Pintu Lintasan Kereta Api Tak Dijaga )
Kementerian Perhubungan menyatakan akan membangun lima flyover di perlintasan sebidang kereta di Jabodetabek. "Di Pondok Betung (Bintaro), Permata Hijau, Cipinang Lontar, Jalan Panjang (Jakarta Barat) serta Poris (Tangerang)," kata Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko.
Ia menyebut lima lokasi tersebut sebagai titik-titik rawan terjadinya kecelakaan di perlintasan. Menurut Hermanto, jumlah kendaraan yang melintas di kelima lokasi tersebut sudah di atas standar menurut data lalu lintas harian. (Baca juga : Denda Tinggi bagi Penerobos Pintu Perlintasan KA )
"Masih ada beberapa pelintasan sebidang yang belum ditutup serta dilalui kendaraan-kendaraan, padahal sudah dibangun flyover maupun underpass," ucapnya. Perlintasan-perlintasan sebidang yang dimaksud Hermanto berada di Senen, Tanjung Barat, serta Tebet. Bahkan di Kalibata, kendaraan umum berhenti di sekitar perlintasan untuk menunggu penumpang.
Hermanto menjelaskan, jalur kereta bisa diibaratkan sebagai jalan tol yang harus ditutup pada sisi samping. Ia menuturkan, berdasarkan ketentuan yang berlaku, seharusnya perlintasan sebidang ditutup setelah ada pembangunan flyover dan underpass. (Baca juga : Sebelas Korban Kereta Bintaro Masih Dirawat)
MARIA YUNIAR
Berita Terpopuler :
OJK: Semua Bank di Jatim dalam Pengawasan Normal
Bekas Direktur BTN Somasi Agus Marto
Atasi Banjir, Proyek Ciliwung Segera Dijalankan
DPR Minta R.J. Lino Jelaskan Kisruh di Pelindo II
Anda sedang membaca artikel tentang
Hingga November, Ada 79 Kecelakaan di Perlintasan
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/12/hingga-november-ada-79-kecelakaan-di.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Hingga November, Ada 79 Kecelakaan di Perlintasan
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Hingga November, Ada 79 Kecelakaan di Perlintasan
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar