TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Indonesia Institute for Economic Development and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan bahwa indikator uang layak edar di Indonesia semakin menurun. Hal ini disebabkan karena jumlah uang palsu yang beredar semakin banyak menjelang akhir tahun dan pemilu 2014.
"Kriteria sebuah uang layak edar tidak hanya terkait dengan kondisi fisik namun juga kriteria terhadap keamanan," ujar Enny ketika dihubungi, Kamis, 26 Desember 2013.
Enny mengatakan Bank Indonesia seharusnya meakukan antisipasi yaitu memastikan bahwa uang yang beredar saat ini secara keamanan bisa dipertanggungjawabkan. Hal ini disebabkan karena berkaitan dengan semakin banyaknya uang yang beredar menjelang Natal, tahun baru dan pemilu 2014.
"Kalau Bank Indonesia mengambil langkah antisipasi penarikan uang lama, kita sambut baik. Dengan catatan yang baru yang diedarkan lebih terjamin secara keamanannya," ujar Enny.
Pernyataan ini menanggapi himbauan bank sentral agar masyarakat segera menukarkan empat pecahan uang kertas tahun emisi 1998 dan 1999 yang sudah tidak berlaku. Pasalnya, batas waktu penukaran uang lama ini di Bank Umum akan berakhir pada 30 Desember 2013, pekan depan. "Hal ini sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No.10/33/PBI/2008 tanggal 25 November 2008," demikian tercantum dalam siaran pers.
Pecahan uang kertas dimaksud antara lain uang kertas pecahan Rp 10.000 (Sepuluh Ribu Rupiah) bergambar Cut Nyak Dien tahun emisi 1998, uang kertas pecahan Rp20.000 (Dua Puluh Ribu Rupiah) bergambar Ki Hadjar Dewantara tahun emisi 1998, uang kertas pecahan Rp50.000 (Lima Puluh Ribu Rupiah) tahun emisi 1999 bergambar WR Soepratman dan uang polymer/plastik pecahan Rp 100.000 (Seratus Ribu Rupiah) tahun emisi 1999 bergambar Soekarno-Hatta.
Lebih jauh Enny mengatakan Bank Indonesia harus mengantisipasi banyaknya penukaran uang di tahun ini dengan memperbanyak konter penukaran di daerah. Hal ini disebabkan karena di Indonesia, banyak masyarakat di daerah yang kurang mendapatkan jangkauan terhadap akses bank. "Disparitasnya masih tinggi, untuk keterjangkauan masyarakat terhadap akses bank."
GALVAN YUDISTIRA
Berita Lain:
Kepergok, Sandra Dewi Ngaku Gak Kenal Edgard
Ahok: Pak Jokowi dan Bu Mega Cuma Mampir
Wanita Butuh Tidur Lebih Lama
Bertemu Ahok, Apa Kata Jokowi dan Megawati
Anda sedang membaca artikel tentang
Indef: Indikator Uang Layak Edar Semakin Menurun
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/12/indef-indikator-uang-layak-edar-semakin.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Indef: Indikator Uang Layak Edar Semakin Menurun
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Indef: Indikator Uang Layak Edar Semakin Menurun
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar