Pengamat: Penguatan Rupiah Bersifat Semu

Written By Unknown on Selasa, 03 Desember 2013 | 09.35

TEMPO.CO , Jakarta:Nilai tukar rupiah yang menguat setelah publikasi data perekonomian domestik dinilai hanya bersifat sementara. Surplus neraca perdagangan Oktober sebesar US$ 42,5 juta mendorong penguatan rupiah hingga ke level 11.800 per dolar Amerika pada perdagangan kemarin.

Analis Currency Management, Farial Anwar, tak percaya tren pelemahan rupiah sudah berakhir. Sebab, menurutnya, terjadinya surplus bukan berarti akan adanya tambahan pasokan dolar di dalam negeri. "Walaupun neraca surplus, tetapi masih banyak dana hasil ekspor yang diparkir di luar negeri," katanya, Senin 2 Desember 2013.

Dia juga menyangsikan angka impor yang menurun ini sudah menunjukkan kondisi yang sebenarnya. Masih maraknya penyelundupan ilegal disinyalir membuat nilai impor menjadi lebih rendah daripada nilai sesungguhnya. "Nilai di atas kertas jauh lebih rendah daripada lalu lintas barang yang sebenarnya," kata Farial menjelaskan.

Selain itu, hingga akhir tahun, tingginya utang korporasi yang jatuh tempo diyakini masih akan membuat rupiah terus tertekan. Utang jatuh tempo sebanyak US$ 21,025 miliar pasti akan mempengaruhi likuiditas dolar dalam negeri.

Terlebih lagi, struktur impor sangat didominasi oleh kebutuhan bahan baku. Hal tersebut memberikan pesan bahwa industri kita masih belum dapat melepas ketergantungan dari produk bahan baku dari impor. "Jika kebutuhan industri kita belum berubah, bagaimana menahan laju permintaan dolar?," kata Farial.

Ekonom PT BNI Securities Heru Irvansyah juga meragukan penguatan signifikan rupiah hanya didorong oleh faktor surplus perdagangan belaka. Melihat pergerakannya yang signifikan, intervensi bank sentral terlihat turut berperan dalam menguatkan rupiah. "Bank Indonesia berkeinginan menggiring posisi rupiah berada di bawah level 12.000 pada akhir tahun."

Meski tidak menyebut jumlahnya berapa, namun ia meyakini intervensi BI berperan sentral. Pasalnya, secara fundamental, kondisi pelemahan rupiah memang dipengaruhi oleh kondisi neraca transaksi berjalan yang defisit sepanjang tahun ini.

Menurut Heru, penguatan rupiah baru akan muncul apabila ada perbaikan dari sisi neraca berjalan dan angka surplus neraca perdagangan meningkat secara konsisten hingga kuartal pertama 2014. "Ketika sentimen surplus perdagangan berakhir, pergerakan rupiah akan kembali sesuai dengan mekanisme pasar."

M. AZHAR | MEGEL JEKSON

Terpopuler
Dituding Terima Rp 1,7 Miliar, Ini Kata Jokowi
Stasiun Depok UI Dijaga Ketat
Sitok Bantah Beri Minuman Keras ke Mahasiswi
Sitok Dilaporkan ke Polisi, Ini Kronologinya 
Harimau di Film Life of Pi Nyaris Tenggelam


Anda sedang membaca artikel tentang

Pengamat: Penguatan Rupiah Bersifat Semu

Dengan url

https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/12/pengamat-penguatan-rupiah-bersifat-semu.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Pengamat: Penguatan Rupiah Bersifat Semu

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Pengamat: Penguatan Rupiah Bersifat Semu

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger