TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito, mengatakan investor lokal saat ini sudah cukup dewasa menghadapi kemungkinan pengalihan investasi atau flight to quality yang dilakukan oleh investor asing. Kedewasaan para investor lokal terjadi selama lima tahun terakhir sejak krisis di tahun 2008. Dengan begitu, otoritas bursa yakin arus modal keluar (capital outflow) bisa diantisipasi.
Kekhawatiran akan munculnya arus modal keluar, terjadi setelah pada Kamis dini hari kemarin Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) memutuskan untuk kembali memangkas dana stimulusnya sebesar US$ 10 miliar per bulan menjadi US$ 65 miliar per bulan. Kebijakan itu mulai berlaku pada Februari 2014, mempertimbangkan ekonomi Negeri Abang Sam yang dinilai sudah mulai pulih dari resesi. (Baca juga : OJK : Arah Perekonomian Global Sudah Berubah)
Akhir tahun lalu The Fed mengumumkan pemangkasan stimulus program pembelian obligasi di pasar senilai menjadi US$ 75 miliar per bulan berlaku pada Januari 2014. Sebelumnya The Fed menggelontorkan stimulus US$ 85 miliar per bulan untuk membeli kembali aset-aset berharga di pasar untuk mendorong pemulihan ekonomi.
Menurut Ito, ada isu beberapa yang mengakibatkan investor melakukan flight to quality. Misalnya isu pengurangan stimulus oleh Bank Sentral Amerika Serikat (tapering off), defisit neraca pembayaran, serta defisit anggaran pendapatan dan belanja negara. "Memang tercatat sejak Mei 2013 investor banyak yang melakukan aksi jual," kata Ito di Jakarta, Kamis, 30 Januari 2014. (Baca juga : Chatib : Waspadai Pelarian Modal)
Ito mengatakan para investor mudah percaya melihat rilis yang berupa angka. Untuk itu mereka harus ditunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia sebenarnya masih cukup aman.
Ito mengatakan, pada 2008 lalu indeks sempat anjlok hingga 50 persen. Ini membuat para investor asing panik dan memicu aksi jual oleh investor lokal juga. Akhirnya pada tahun selanjutnya, yaitu 2009 dan 2010, BEI melakukan upaya edukasi kepada para investor. Hasilnya terlihat pada 2011, Indonesia memang sempat terkena dampak melemahnya nilai tukar euro, tapi dengan resiliensi atau daya tahan yang tinggi, dampak tersebut tak terlalu berpengaruh. (Baca juga : Awas Efek The Fed, US$ 18 Miliar Dana Asing Kabur)
Adapun tahun ini, saat Pemilu, nilai indeks diperkirakan akan naik. Pada Pemilu 2004, indeks naik hingga 44,56 persen, adapun pada Pemilu 2009 kenaikannya hingga 86,96 persen. Untuk tahun ini indeks diperkirakan tetap naik tinggi walaupun tak akan melampaui pemilu sebelumnya. "Untuk itu bagi para investor saya imbau segera berinvestasi, jangan tunggu pemilu usai," ujarnya.
FAIZ NASHRILLAH
Terpopuler :
Alasan Foxconn Hijrah dari Cina ke Indonesia
Pemasok untuk iPhone Bedol Desa? BKPM: Tunggu Saja
Banjir, Seribuan Perajin Tahu Tempe Rugi
Otoritas Bandara Wilayah III Pacu Bandara Baru
Asian Agri Bayar Denda untuk Lindungi Karyawan
Anda sedang membaca artikel tentang
BEI Yakin Arus Modal Keluar Bisa Diantisipasi
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2014/01/bei-yakin-arus-modal-keluar-bisa.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
BEI Yakin Arus Modal Keluar Bisa Diantisipasi
namun jangan lupa untuk meletakkan link
BEI Yakin Arus Modal Keluar Bisa Diantisipasi
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar