TEMPO.CO , Jakarta: Thomas Sembiring Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) mengatakan buruknya cuaca yang sedang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dipastikan akan membawa pengaruh terhadap keberadaan stok bahan pangan seperti daging. Ia mengatakan sentra daging di Indonesia hanya berada di 6 propinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
"Ya pastilah, cuaca memberi gangguan distribusi," kata Thomas Sembiring, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) ketika dihubungi, Jumat, 17 Januari 2014.
Ia mengatakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sudah memperingatkan gelombang laut tinggi, sudah dipastikan ongkos pengiriman pun akan naik, karena penyebrangan antar pulau akan sulit dilakukan dalam cuaca buruk tersebut.
Ia mengatakan stok sapi lokal sebenarnya ada saja di 6 propinsi sentra daging tersebut, namun pengiriman kepulau-pulau lain menjadi lebih sulit dengan adanya gangguuan cuaca. "Selama ini saja Kalimantan, Sumatera tergantung dari luar pulau, jadi kalau sapi gangguan pendistribusian pasti ada," kata dia.
Ia mengatakan di kondisi cuaca baik, 27 provinsi di Indonesia ketergantungan dengan 6 provinsi sentra daging. Maka di kondisi seperti ini, 27 propinsi pasti tidak surplus stok sapi. Namun ia mengatakan tidak mengetahui pasti apakah ada kelangkaan daging di wilayah-wilayah yang terendam banjir.
MAYA NAWANGWULAN
Anda sedang membaca artikel tentang
Gelombang Tinggi, Distribusi Sapi Terganggu
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2014/01/gelombang-tinggi-distribusi-sapi.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Gelombang Tinggi, Distribusi Sapi Terganggu
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Gelombang Tinggi, Distribusi Sapi Terganggu
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar