TEMPO.CO, Jakarta - Analis pasar modal dari Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, pada perdagangan Senin 20 Januari 2014 hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada pada level support 4.375-4.395 dan level resisten 4.425-4.438. IHSG sempat berada di kisaran target support (4.385-4.400) sehingga telah menutup utang gap 4.393-4.398.
Walaupun sudah menutup utang gap, Reza mengatakan masih ada ada utang gap di level 4.270-4.292, sehingga laju IHSG diperkirakan masih akan variatif. "Pelaku pasar tentunya mengharapkan aksi sell off agar IHSG tidak semakin melemah menuju utang gap tersebut," kata Reza dalam keterangan tertulisnya, Senin, 20 Januari 2014. (Baca juga : Indeks Masih Rawan Aksi Jual)
IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup melemah 0,261 poin atau 0,01 persen pada level 4.412. Indeks bergerak fluktuatif selama perdagangan Jumat lalu mengikuti pergerakan bursa Asia yang cenderung terkoreksi. Pergerakan indeks yang cenderung mendatar dipengaruhi oleh aksi ambil untung.
Menurut Reza, aksi ambil untung masih mewarnai laju indeks seiring imbas laju bursa saham Amerika Serikat dan Eropa yang sebelumnya bergerak di zona negatif. Selain itu nilai tukar rupiah yang kembali melemah semakin menambah sentimen negatif. (Baca juga : Minim Sentimen, Indeks Ditutup Datar)
Walaupun begitu, pelemahan yang terjadi tidak sedalam sehari sebelumnya. Kebijakan pemerintah tentang pembatasan eskpor bahan mentah juga berdampak pada penguatan harga komoditas global dan berimbas pada kenaikan saham-saham pertambangan. "Beberapa saham perbankan dan industri dasar juga menguat setelah Bank Indonesia menyatakan rasio kredit bermasalah (NPL) perbankan mulai membaik," kata dia.
Namun, tingginya aksi jual menutupi sentimen positif tersebut. Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.429,57 (level tertingginya) di awal sesi dan menyentuh level 4.391 (level terendahnya) di pertengahan sesi dua dan berakhir di level 4412,228. Reza mengatakan, volume perdagangan dan nilai total transaksi turun, sedangkan investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Di sisi lain, investor domestik mencatatkan nett buy. (Baca juga : IHSG Diprediksi di Level 4.410-4.480)
Adapun pergerakan nilai tukar rupiah menurut Reza hampir sama dengan IHSG. Positifnya rilis data klaim pengangguran Amerika yang kembali menurun semakin membuat nilai tukar rupiah melemah. Selain itu rupiah juga terpengaruh oleh kenaikan dolar AS. "Pernyataan pejabat Kementeria Keuangan tentang inflasi inti dan kemungkinan pengetatan kembali kebijakan juga berpengaruh," kata dia. Laju rupiah berada di atas support Rp 12.128.
FAIZ NASHRILLAH
Terpopuler :
Rute Penerbangan Semarang-Cilacap Diuji Coba
Kerugian Banjir di Jakarta Utara Rp 100 Miliar
Ini Kawasan Bisnis yang Lumpuh Akibat Banjir
Penerimaan Pajak dari Miliuner Belum Optimal
Banjir, Beberapa Kantor Cabang BCA Tutup
Anda sedang membaca artikel tentang
Laju Indeks Hari Ini Diperkirakan Akan Variatif
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2014/01/laju-indeks-hari-ini-diperkirakan-akan.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Laju Indeks Hari Ini Diperkirakan Akan Variatif
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Laju Indeks Hari Ini Diperkirakan Akan Variatif
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar