Laju Rupiah Diprediksi Menguat  

Written By Unknown on Senin, 03 Maret 2014 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Analis pasar modal dan Sekretaris Umum Ikatan Alumi Certified Securities Analyst (CSA) Reza Priyambada menyatakan laju rupiah berbalik positif atau menguat. "Rupiah bertahan di atas Rp 12.143," ujarnya dalam analisis untuk Senin, 3 Maret 2014. Di lain pihak, kurs tengah Bank Indonesia untuk rupiah adalah Rp 11.757-Rp 11.598.

Ia menjelaskan, dalam beberapa pekan terakhir, rupiah masih nyaman pada jalur positifnya. Padahal, di awal pekan lalu, rupiah sempat melemah tipis karena pelaku pasar kembali melakukan aksi jual untuk mengambil keuntungan atau profit taking. Amerika Serikat menerbitkan data antara lain mengenai penurunan angka pengangguran dan kenaikan daya beli.

"Langsung dimanfaatkan pelaku pasar untuk masuk pada dolar Amerika Serikat," kata Reza.

Selain itu, ia melanjutkan, pelemahan rupiah pun disebabkan oleh spekulasi bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan tetap mempertahankan kebijakan pemotongan stimulus dan Bank of Japan yang mempertahankan kebijakan pembelian obligasi.

"Laju nilai tukar rupiah mampu sumringah di saat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) takluk di zona merah," ujarnya. Apalagi, kata Reza, adanya dukunyan dari poundsterling yang terapresiasi setelah Gubernur Bank of English, Mark Carney, menyatakan dukungan dalam pemulihan ekonomi Inggris.

Reza menuturkan, Euro juga menguat setelah Jerman merilis data yang menunjukkan perbaikan. Menurut dia, pertemuan G20 yang mengindikasikan komitmen negara-negara anggotanya untuk meningkatkan pertumbuhan global pun menghasilkan sentimen positif. Reza mengungkapkan, terdongkraknya rupiah bukan hanya disebabkan upaya pemerintah Indonesia menjaga kondisi makroekonomi global.

Namun, Reza mengatakan, kenaikan nilai persetujuan hipotek atau mortgage di Inggris, membaiknya data di Jerman serta beberapa negara Uni Eropa lainnya serta peningkatan aliran dana yang masuk juga ikut menjadi faktor pendorong menguatnya rupiah. Ia mengatakan, melemahnya nilai tukar yuan karena masalah internal perbankan sempat menyeret rupiah ke nilai tukar yang melemah.

"Sehingga kemungkinan pelaku pasar beralih ke yuan sebagai mata uang save heaven," kata Reza.

Ia menjelaskan, para pelaku pasar masih melihat adanya perlambatan ekonomi yang berpeluang mengganggu laju nilai ekspor dan impor Indonesia.

MARIA YUNIAR

Berita Lain
Jokowi Capres, Demokrat Setia dengan Konvensi
Benarkah PDIP Sudah Susun Kabinet Bayangan?
Jokowi Kuatkan Elektabilitas Megawati
PDIP Sudah Dilobi Militer 
Astrolog: Oktober 2014, Mega Rayakan Kemenangan


Anda sedang membaca artikel tentang

Laju Rupiah Diprediksi Menguat  

Dengan url

https://bisnisantaija.blogspot.com/2014/03/laju-rupiah-diprediksi-menguat.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Laju Rupiah Diprediksi Menguat  

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Laju Rupiah Diprediksi Menguat  

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger