TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Senin, 14 April 2014, diperkirakan cenderung datar. Rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp 11.350-11.450 per dolar Amerika Serikat.
Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, mengatakan kondisi flat mata uang rupiah ini disebabkan oleh sentimen pasar terhadap pemilu. "Sejauh ini belum ada perkembangan baru dari yang dijagokan pasar, Jokowi (calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Pasar masih menunggu PDI Perjuangan berkoalisi dengan siapa dan siapa cawapresnya Jokowi," ujarnya, Senin, 14 April 2014.
Dia mengatakan ketidakpuasan pasar terhadap hasil pemilu karena PDI Perjuangan gagal mencapai 25 persen suara menjadi penyebab rupiah tidak stabil. Satrio mengatakan pasar hingga kini masih menunggu partai koalisi yang akan digaet PDI Perjuangan.
Selain itu, dia mengakui mata uang regional cenderung melemah terhadap dolar Amerika, menyusul pasar saham global yang juga terkoreksi. Lemahnya harga saham regional cenderung dipicu koreksi yang terjadi pada indeks saham Dow Jones. Kendati demikian, kata dia, pelaku belum tertarik mengalihkan portofolionya ke aset safe haven. "Sentimen pemilu masih menarik pasar dari pada beralih ke aset safe haven," ujarnya.
ALI HIDAYAT
Topik terhangat:
Pemilu 2014 | Jokowi | Pesawat Kepresidenan | MH370 | Prabowo
Berita terpopuler:
Bayi Meninggal di Pesawat Lion Air
Intelijen Rusia: MH370 Dibajak Teroris Afganistan
20 Caleg Inkumben Dilaporkan Ke KPK
Anda sedang membaca artikel tentang
Pergerakan Rupiah Masih Dipengaruhi Jokowi
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2014/04/pergerakan-rupiah-masih-dipengaruhi.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Pergerakan Rupiah Masih Dipengaruhi Jokowi
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Pergerakan Rupiah Masih Dipengaruhi Jokowi
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar