Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Indonesia Surplus Beras 4,5 Juta Ton

Written By Unknown on Sabtu, 03 November 2012 | 09.35

Sabtu, 03 November 2012 | 07:46 WIB

TEMPO.CO, Subang - Wakil Menteri Pertanian Rusman Heryawan, mengatakan, saat ini, Indonesia sudah mulai mampu merealisasikan target surplus beras dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

"Sampai akhir Oktober 2012, target surplus beras kita sudah mencapai angka 4,5 hingga 5 juta ton," ujar Rusman, di komplek pabrik pengolahan benih milik Pt.Sang Hyang Seri Sukamandi, Subang, Jumat, 2 Nopember 2012.

Kecuali mampu menjaga ketahanan pangan, menurut Rusman, pemerintah sebelumnya telah mencangkan target surplus beras nasional pada tahun 2014 hingga 10 juta ton.

Ia mengungkapkan, untuk dapat merealisasikan pencapaian target 10 juta ton beras tersebut diperlukan peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) rata-rata enam persen per tahun.

"Untuk mencapai angka itu berat, diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dari sedmua pihak termasuk BUMN yang bergerak di bidang pangan," tutur Rusman.

Ia menyebutkan, tahun 2012, berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi GKG mengalami kenaikan 4,9 persen atau hampir lima persen.

"GKG-nya mencapai angka 69 juta ton atau setara dengan 40 juta ton beras," terang Rusman. Angka kenaikan tersebut cukup tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan hanya kalah oleh kenaikan tahun 2009 yang mencapai di atas 5 persen.

Secara khusus Rusman meminta pimpinan PT.Sang Hyang Seri, sebagai BUMN pangan yang bergerak dalam pengadaan benih padi, bisa bekerja lebih serius dalam mendukung program ketahan nasional.

"Jangan main-main dengan benih. Sebab, satu butir benih bisa menghasilkan 200 hingga 300 buliran gabah," imbuh Rusman, seraya berpesan Sang Hyang Seri terus memproduksi benih padi varietas tinggi.

Direktur Utama Pt Sang Hyang Seri, Kaharuddin, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah varietas unggulan tahan hama, tahan banjir dan tahan kekeringan.

"Kami telah siapkan benih padi varietas inpari 13 yang tahan hama wereng, varietas inpago SHS 1,2 dan 3 untuk daerah kering dan varietas inpara untuk daerah banjir," ujar Kaharuddin.

NANANG SUTISNA

Berita Terpopuler:
Angelina Sondakh Akui Pertemuan di Kemenpora
Dahlan Serahkan Daftar ''Pemeras'' BUMN Senin 
Bentrokan Lampung Selatan Dipicu Pelecehan Seksual?
Penyidik KPK yang Mundur Bertambah 3 Orang
Kontras: Intimidasi ke Penyidik KPK yang Mundur  


09.35 | 0 komentar | Read More

118 Kontainer Daging Sapi Ilegal Dipulangkan

Sabtu, 03 November 2012 | 07:54 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Kasus pengiriman daging sapi ilegal terus berlangsung. Kemarin, Kementerian Perdagangan menyatakan 118 kontainer daging sapi illegal yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok beberapa waktu lalu akan dikembalikan ke negara asalnya, Australia. "Kami, bersama bea cukai sepakat, daging itu akan di-reekspor," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh, Jumat 2 November 2012.

Pengiriman kembali daging impor itu, kata Deddy, merupakan tanggung jawab importir yang berinisial PT KSU. "Mereka sudah berkomitmen," katanya.

Deddy juga menegaskan, langkah ini diambilnya bukan karena Kementerian Perdagangan anti impor daging. "Kami cuma menolak impor yang tidak sesuai ketentuan," ujarnya.

Sebelumnya, selama tiga bulan terakhir, 118 kontainer atau 2.500 ton daging sapi yang diimpor secara ilegal tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pasalnya, importir PT KSU mendatangkan daging-daging itu tanpa Surat Persetujuan Impor (SPI) yang diterbitkan Kementerian Perdagangan.

Menurut Deddy, alokasi impor PT KSU pada semester II/2012 hanya 300 ton, sedangkan pada semester I/ 2012 perusahaan itu sudah mengimpor sebanyak 500 ton.  

PINGIT ARIA

Berita Terpopuler:
Angelina Sondakh Akui Pertemuan di Kemenpora
Dahlan Serahkan Daftar ''Pemeras'' BUMN Senin 
Bentrokan Lampung Selatan Dipicu Pelecehan Seksual?
Penyidik KPK yang Mundur Bertambah 3 Orang
Kontras: Intimidasi ke Penyidik KPK yang Mundur  


09.35 | 0 komentar | Read More

CPO Indonesia Ditolak untuk Lindungi Kedelai AS

Sabtu, 03 November 2012 | 08:17 WIB

TEMPO.CO, Bandung - Direktur Keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk, Santosa menilai keputusan Amerika Serikat yang menolak minyak sawit mentah (CPO) asal Indonesia sebagai sebuah strategi dagang negara penghasil kedelai tersebut. "Amerika ini tidak menggunakan CPO sama sekali, tapi pura-pura menolak. Mereka pakai saja tidak tapi menolak. Jadi ini strategi dagang saja,"  kata Santosa dalam workshop Grup Astra di Bandung, Jumat, 2 November 2012.

Penolakan produk minyak sawit oleh Amerika berlaku mulai 28 Januari 2012. Penghentian ini karena Amerika menilai minyak sawit produksi Indonesia tidak ramah lingkungan. Menurut Santosa, strategi dagang ini dilakukan karena Amerika sebagai penghasil kedelai --termasuk produk turunannya-- tidak ingin kehilangan pasar.

Menurut ia, konsumsi Amerika atas CPO sangat minim. Cina, sebagai penghasil kedelai utama bersama Amerika ternyata masih kekurangan pasokan minyak nabati karena jumlah populasi penduduknya yang sangat tinggi. Karena itu, Cina harus mengimpor produk minyak sawit mentah. Santosa menilai Amerika tak ingin kehilangan pasar minyak nabati karena Indonesia memasok CPO ke Cina.

"Mereka takut bersaing makanya bilang tidak sehat dan tidak ramah lingkungan," katanya. Padahal, selama lahan sawit yang dibuka sesuai analisa dampak lingkungan, maka berarti tidak ada masalah lingkungan hidup.

Di masa mendatang, Santosa mengusulkan agar Indonesia sebagai produsen CPO memiliki standar sertifikasi mengenai lahan sawit. Hal ini untuk menghindari klaim mengenai standar lingkungan yang berbeda-beda dari negara lain. "Kita minta ada standar sendiri ISPO (International Organization for Standarization)," katanya.

Produksi minyak sawit mentah (CPO) Astra Agro pada periode Januari-September 2012 naik 11,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada 9 bulan pertama tahun lalu produksi CPO anak usaha Grup Astra ini mencapai 930,8 ton sementara tahun ini produksi mencapai 1.035,2 ton. Harga jual CPO turun 0,5 persen pada Januari-September 2012, dari Rp7.776 per kg pada 2011 menjadi Rp7.739 per kg.

Capital expenditure perusahaan sampai September 2012 melonjak 39,5 persen dari Rp1,3 triliun menjadi 1,89 triliun. Pendapatan perusahaan naik 8,1 persen, dari Rp 7,9 triliun pada Januari-September 2011 menjadi Rp 8,5 triliun pada periode yang sama tahun ini. Laba bersih perusahaan turun 10 persen, dari Rp1,8 triliun tahun lalu menjadi Rp1,7 triliun tahun ini.

ANANDA W. TERESIA

Berita Terpopuler:
Angelina Sondakh Akui Pertemuan di Kemenpora
Dahlan Serahkan Daftar ''Pemeras'' BUMN Senin 
Bentrokan Lampung Selatan Dipicu Pelecehan Seksual?
Penyidik KPK yang Mundur Bertambah 3 Orang
Kontras: Intimidasi ke Penyidik KPK yang Mundur  


09.35 | 0 komentar | Read More

Tiga Perusahaan Bakrie Merugi Di Kuartal III 2012

Written By Unknown on Jumat, 02 November 2012 | 09.35

Jum''at, 02 November 2012 | 06:10 WIB

TEMPO.CO , Jakarta:Tiga perusahaan milik Grup Bakrie mencatatkan rugi di kuartal III tahun ini. Perusahaan tersebut adalah PT Berau Coal Energy Tbk, PT Bakrieland Development Tbk, dan PT Bakrie Telecom dengan total kerugian netto yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk mencapai hingga Rp 1,4 triliun.

Kerugian pertama dialami oleh PT Berau Coal Energy dengan total sebesar USD32,65 juta atau setara dengan Rp 300,3 miliar. Sangat anjlok jika dibandingkan periode serupa pada tahun lalu yang bahkan bisa mencetak laba hingga US$ 111,51 juta.

Direktur Utama PT Berau Coal Energy Roslan Perkasa Roeslani dalam keterangan tertulisnya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia menyatakan  laporan keuangan tersebut dapat dipertanggungjawabkan,"Semua informasi dalam laporan keuangan telah dimuat secara lengkap dan benar," kata dia, Kamis , 1 November 2012.

Dalam laporan tercatat meruginya perusahaan karena turunnya penjualan, naiknya beban perseroan dan rugi selisih kurs serta turunnya nilai aset perseroan pada periode tersebut. Belum lagi akibat dari turunnya penjualan selama sembilan bulan berjalan sebanyak 7,13 persen dibanding angka penjualan di periode serupa tahun lalu dari US$ 1207 miliar menjadi US$ 1121.

Kerugian juga tercatat dalam laporan keuangan PT Bakrieland Development (ELTY). ELTY tercatat membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp133,01 miliar hingga kuartal III tahun ini. Merosot jauh ketimbang periode serupa tahun lalu yang sempat mencetak laba hingga sebanyak Rp 129,23 miliar.

Meruginya usaha properti Bakrie tersebut tak lepas dari turunnya pendapatan usaha dari yang semula bisa mencapai hingga Rp 1,4 triliun pada periode serupa di tahun lalu. Tahun ini ELTY hanya bisa membukukan pendapatan sebesar  Rp 1,31 triliun. Belum lagi beban pajak perusahaan yang pada tahun ini membumbung tinggi ketimbang periode serupa tahun lalu, dari Rp 2,8 miliar menjadi Rp 50,24 miliar pada saat ini.

Terakhir, kerugian tercatat pada usaha telekomunikasi PT Bakrie Telecom dengan total mencapai Rp 988,24 miliar. Kerugian ini melonjak 53 persen ketimbang kerugian pada periode serupa tahun lalu yang sebanyak Rp 524,96 miliar.

Ruginya usaha Grup Bakrie di bidang telekomunikasi tersebut tak lepas dari unsur turunnya pendapatan perusahaan dari Rp 1,97 triliun pada periode serupa tahun lalu menjadi hanya Rp 1,77 pada periode kali ini. Sementara, beban usahanya melonjak menjadi Rp 2,1 triliun dari sebelumnya hanya sebanyak Rp 2,09 triliun.

GUSTIDHA BUDIARTIE

Berita Terpopuler
Dahlan: Ada yang Ingin Saya Dicopot dari Kabinet
Dituding Tak Efisien, Dahlan Iskan Membela Diri
Kereta Bandara Ditenderkan Akhir 2013 
Badai Sandy Tak Banyak Berdampak ke Wall Street
Indonesia-Inggris Sepakat Tingkatkan Perdagangan
Tiga Perusahaan Bakrie Merugi di Kuartal III 2012 
Loan Agreement Tol dengan Cina Diteken Pekan Depan  


09.35 | 0 komentar | Read More

Akuisisi Bank Saudara, Izin Bank Woori Diproses

Jum''at, 02 November 2012 | 08:43 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim alamsyah mengatakan izin Bank Woori untuk mengakuisisi Bank Saudara masih dalam proses. "Masih melengkapi dokumen-dokumen," ujar Halim usai menutup Kongres Perbanas di Jakarta, Kamis, 1 November 2012.

Halim tak menjelaskan berapa lama proses perizinan tersebut bisa rampung. Seperti dikabarkan sebelumnya, Bank Woori berencana menguasai sepertiga saham Bank Saudara. Jika langkah ini direstui BI, maka komposisi saham Bank Saudara yakni, Bank Woori dan publik, masing-masing 33 persen dan Arifin Panigoro dengan Medco Intidinamika 34 persen.

Direktur Utama Bank Saudara, Yanto Purbo menjelaskan akuisisi Bank Saudara oleh Bank asal Korea itu tergantung proses perizinan di Bank Indonesia. "Sekarang masih tahap minta dokumen dan data," kata Yanto. Belum ada uji kelayakan dan kepatutan pemegang saham baru. Tahapan ini paralel dengan pengumpulan dokumen atau usai review dokumen rampung.

Yanto berharap proses perizinan bisa berjalan lancar sehingga akuisisi bisa segera terealisasi. Menurutnya sepanjang bank solid dan memiliki tingkat kesehatan dan kinerja yang baik, BI pasti akan meloloskan perizinan.

Bank Woori, kata Yanto, memiliki tingkat kesehatan dan kinerja yang luar biasa. Bukan hanya itu, Bank Woori juga memiliki komitmen untuk turut mengembangkan perekonomian domestik. Menurut Yanto, hasil bisnis Bank tersebut di-reinvestasikan kembali di dalam negeri. "Tidak pernah ambil hasil usaha balik ke Korea, ditanamkan lagi, ini bahan positif bagi BI," ujarnya.

Yanto menambahkan, sinergi antar keduanya juga sejalan dengan harapan BI agar jumlah perbankan nasional bisa lebih sedikit. "Sinerginya ada," katanya. Bank Woori akan menggarap sektor korporasi dan Bank Saudara sektor retail.

MARTHA THERTINA

Berita Lainnya:
Tiga Perusahaan Bakrie Merugi Di Kuartal III 2012
Novi Maafkan Pemotretnya, Kasus Tetap Berjalan
Indonesia Akan Impor Beras dari Kamboja
Cara Aman Naik Taksi
10 Kota Terbaik di Dunia untuk Ngopi


09.35 | 0 komentar | Read More

BBM Tak Naik, Pemerintah Bakar Uang Rp 1.000 T

Jum''at, 02 November 2012 | 09:19 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini mengatakan Indonesia akan membakar uang Rp 1.000 triliun dalam tiga tahun ke depan jika harga BBM bersubsidi tak naik pada 2013. Soalnya, pemerintah harus menyediakan rata-rata Rp 300 triliun per tahun untuk subsidi energi.

"Rp 300 triliun per tahun harus disiapkan untuk "dibakar" buat subsidi BBM," kata Rudi, Kamis, 1 November 2012.

Rudi mengatakan jika harga BBM bersubsidi tak naik tahun depan, pemerintah kemungkinan baru akan menaikkan harga BBM paling cepat pada 2016. Pasalnya, suasana politik yang memanas menjelang Pemilu 2014 membuat langkah menaikkan harga BBM jadi berisiko buat partai pemerintah.

"Kalau 2015 juga tidak mungkin, masih khawatir diprotes orang karena baru setahun berkuasa kok sudah naikkan harga. Ya 2016," kata Rudi.

Rudi mengatakan jika ini terjadi, maka semakin banyak kesempatan pembangunan yang terlewatkan. Rudi mencontohkan dana subsidi Rp 300 triliun setara dengan biaya pembangunan jalan umum sepanjang 10.000 kilometer.

Menurut Rudi, harga BBM 2013 cukup naik Rp 1.500 per liter, sama seperti hitungan pemerintah untuk kenaikan 2012. Kenaikan ini menurutnya dapat dilakukan sekaligus atau bertahap. Jika dilakukan bertahap, Rudi mengusulkan dua opsi, naik Rp 500 per liter setiap beberapa bulan, atau naik setiap bulan sekitar Rp 150 per liter. "Kenaikan ini untuk mengantisipasi kalau harga minyak mentah naik sampai di atas 10 persen. Karena setiap kenaikan harga minyak 10 persen, subsidi harus ditambah Rp 50 triliun," kata Rudi.

Selain itu, jika harga tak dinaikkan, Rudi memperkirakan kuota BBM bersubsidi 2013 sebesar 46,1 juta kiloliter kembali bobol. Kuota BBM bersubsidi pada APBNP 2012 sebesar 40 juta kiloliter akhirnya membengkak menjadi 44,04 juta kiloliter karena konsumsi BBM tak berhasil direm setelah harga BBM bersubsidi tak dinaikkan pada April 2012.

Tak cuma volume yang jebol, anggaran untuk menyubsidi BBM juga membengkak jadi Rp 219,48 triliun dari patokan APBNP 2012 sebesar Rp 137 triliun. Kenaikan ini akibat tambahan kuota BBM subsidi 4,04 juta kiloliter serta kenaikan harga minyak dunia dan nilai tukar dolar AS`terhadap rupiah. Untuk 2013, pemerintah mematok subsidi BBM Rp 193,8 triliun.

BERNADETTE CHRISTINA

Berita Terpopuler:
Bedanya Jokowi dengan Fauzi di Mata Kementerian PU
Tiap Ditanya Soal Hambalang, Andi Ucapkan Kalimat Ini
Upeti DPR, Bambang Soesatyo Tanya BS ke Dahlan 
Pemicu Bentrokan Lampung Versi Penduduk
Suami Gugat Istri karena Lahirkan Bayi Tak Rupawan 


09.35 | 0 komentar | Read More

Dahlan: Ada yang Ingin Saya Dicopot dari Kabinet

Written By Unknown on Kamis, 01 November 2012 | 09.35

Kamis, 01 November 2012 | 07:00 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, menyatakan ada pihak-pihak yang tidak menyukai dirinya dan berharap ia dicopot dari kabinet.

"Ada yang meminta Pak Presiden untuk me-reshuffle kabinet dan menurunkan saya sebagai menteri," kata Dahlan di Jakarta, Rabu 31 Oktober 2012.

Sayangnya, ia enggan memberi tahu siapa orang yang dimaksud. Mantan Direktur Utama PLN ini juga tak mau membeberkan penyebab dirinya tidak disukai orang tersebut hingga berani meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencopotnya dari jabatan Menteri BUMN.

"Saya tahu siapa," kata Dahlan. Saat ditanya pewarta apakah orang itu adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dahlan hanya tertawa tanpa mengeluarkan pernyataan lebih jelas lagi.

Ia juga bungkam saat ditanya apakah penyebabnya karena kisruh dengan DPR akibat kasus dugaan suap DPR-BUMN. "Pokoknya saya tahu," kata Dahlan.

Menurut Dahlan, Presiden Yudhoyono tidak terlihat menanggapi permintaan perombakan kabinet tersebut. Ia mengatakan, Presiden tidak memberikan reaksi apa-apa atas permintaan tersebut.

Isu reshufle kabinet mulai memanas seiring dengan tegangnya hubungan Dahlan dengan DPR. DPR menuntut Dahlan tidak sesumbar dan membuktikan soal benar tidaknya anggota dewan yang meminta suap kepada sejumlah BUMN.

RAFIKA AULIA

Berita terkait:
Djoko Susilo Benarkan Ada Upeti untuk Senayan
Di Senayan, Ahok Pernah Ditawari Upeti
Soal Upeti, Dulu Anggota DPR Sopan-Sopan
Perwira TNI Juga Ikut Setor Upeti ke DPR
Lily Wahid Sebut Upeti di DPR Seperti Kentut
Penyertaan Modal Negara Jadi Modus Upeti BUMN


09.35 | 0 komentar | Read More

Badai Sandy Tak Banyak Berdampak ke Wall Street

Kamis, 01 November 2012 | 07:10 WIB

TEMPO.CO, New York - Bursa saham Wall Street hanya turun tipis pada perdagangan Rabu waktu setempat setelah badai besar Sandy memaksa tutup dua hari sebelumnya karena cuaca untuk pertama kalinya sejak 1888. Namun harga bensin berjangka melonjak tajam karena kecemasan akan mengalami gangguan pasokan di kilang minyak terbesar kedua di Pantai Timur.

Badai telah membuat beberapa daerah mumpuh karena banjir dan listrik padam, sehingga permintaan akan bahn bakar akan turun. Tetapi harga komoditas bensin berjangka untuk kontrak bulan November naik ke level tertingginya dalam dua minggu terakhir karena para pedagang bergegas menutup posisi menejelang berakhirnya kontrak.

Dalam perdagangan semalam indeks Dow Jones ditutup turun 10,67 poin (0,08 persen) ke 13.096,54. Indeks S&P 500 terkoreksi 0,22 poin (0,08 persen) ke 1.412,16, serta indeks saham teknologi juga tergelincir 10,72 poin (0,36 persen) menjadi 2.997,23.

Harga komoditas berjangka kayu melonjak karena potensi meningkatnya permintaan, sedangkan harga bensin juga naik karena kekhwatiran bahwa kilang Philips 66 di Linden, New Jersey yang memproduksi sekitar 238 ribu barel per hari diperkirakan akan tutup dalam beberapa waktu karena padamnya listrik akibat terjangan badai Sandy.

Badai besar ini telah menewaskan setidaknya 64 orang dan diperkirakan menyebabkan kerugian sekitar 15 miliar di perusahaan asuransi.

Spekulasi akan meningkatnya permintaan kayu dan bensin membuat harga kedua komoditas naik tajam. "Anda melihat banyak dana untuk lindung nilai mereka sendiri dan banyak juga spekulasi karena besarnya kerusakan yang ditimbulkan akibat terjangan badai Sandy," kata Richard Ilczyszyn, kepala strateg pasar dan pendiri iitrader.com LLC di Chicago.

Harga kontrak berjangka kayu untuk bulan Maret naik melebihi limit perdagangan harian sebesar US$ 10 per seribu kaki papan, sehingga menghentikan perdagangan. Banyak pedangan tidak bisa masuk ke kantor atau bekerja dari rumah karena padamnya listrik dan angkutan umum tidak ada, dan jika ada juga sangat terbatas.

Bursa Wall Street telah dibuka kembali meskipun tidak semuanya normal. Penerimaan telepon seluler yang agak terganggu membuat para pedagang membuat order dengan pesan pendek atau surat elektronik.

Sepanjang bulan Oktober kemarin, indeks Dow Jones turun 2,5 persen, indeks S&P 500 melemah 2 persen, serta indeks Nasdaq anjlok 4,5 persen.

Harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak bulan Desember turun 38 sen menjadi US$ 108,7 per barel. Sedangkan harga minyak AS jenis Light Sweet juga turun 56 sen menjadi US$ 86,24 per barel.

Harga obligasi AS patokan (benchmark) dengan tenor 10 tahun naik 4/32 menjadi 1,6962 persen. Sementara mata uang euro naik terhadap dolar AS untuk ketiga harinya. Namun, karena masih adanya ketidakpastian tentang utang Uni Eropa membuat kenaikannya agak terbatas. Mata uang tunggal di pasar Amerika ditutup naik 0,01 persen menjadi US$ 1,2957.

REUTERS / VIVA B. K


09.35 | 0 komentar | Read More

Kereta Bandara Ditenderkan Akhir 2013

Kamis, 01 November 2012 | 09:19 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan menyatakan saat ini proyek kereta api Bandara Soekarno - Hatta, Banten, sedang dalam tahap pra-studi kelayakan (pre feasibility study). Tahap ini dijadwalkan selesai pada Oktober tahun depan.

"Untuk tender investasi, akhir 2013 atau awal 2014," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Tundjung Inderawan, melalui pesan pendek kepada Tempo, Kamis, 1 November 2012.

Kementerian Perhubungan mengalokasikan Rp 400 miliar untuk pembebasan lahan jalur kereta api (KA) Bandara Soekarno-Hatta, Banten. "Direktorat Jenderal Perkeretaapian menganggarkan sekitar Rp 400 miliar untuk pembebasan lahan," kata juru bicara Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan.

Ia menjelaskan, masalah pembebasan lahan tersebut tidak hanya diselesaikan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), tapi juga pemerintah Provinsi Banten serta pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Masalah yang selalu menghambat pengembangan infrastruktur saat ini menyangkut pembebasan lahan.

Untuk mengatasi masalah lahan, ia menyarankan pengembang KA Bandara segera membentuk tim yang melibatkan perwakilan dari pemerintah provinsi yang wilayahnya dilalui jalur KA tersebut. Bambang menjelaskan, tim nantinya juga bertugas menentukan harga tiket.

Menurut dia, kelak akan ada dua pengerjaan untuk KA Bandara. Pertama, KA Bandara ekspres yang akan dikerjakan oleh SMI. Kedua, monorel dari Serpong menuju bandara yang pengerjaannya akan ditangani pemerintah Provinsi Banten.

Karena itu, Bambang menambahkan, pembangunan KA Bandaratersebut memerlukan koordinasi dengan PT Angkasa Pura II. "Terkait lokasi stasiun yang akan menampung kedua kereta tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan, sampai saat ini stasiun yang disiapkan baru untuk KA Bandara Ekspres.

MARIA YUNIAR

Terpopuler:
Perampingan Rupiah Mulai Dibahas Tahun Depan
Penyertaan Modal Negara Jadi Modus Upeti BUMN 
BPK: Menteri Lakukan Pembiaran di Proyek Hambalang 
Indeks Kepercayaan Konsumen RI Tertinggi di Dunia 
Proyek Hambalang Rugikan Negara Rp 243,66 Miliar


09.35 | 0 komentar | Read More

BEI Minta Garda Tujuh Buana Selesaikan Transaksi

Written By Unknown on Rabu, 31 Oktober 2012 | 09.35

Selasa, 30 Oktober 2012 | 19:34 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia Hoesen meminta PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) fokus untuk menyelesaikan persoalan transaksi tambangnya terlebih dulu sesuai dengan permintaan BEI selaku regulator, untuk mencabut suspensi saham mereka.

"Jawab dulu persoalan ini kalau mau dibuka suspensinya," kata Hoesen ketika dijumpai di kantornya, Selasa, 30 Oktober 2012.

Menurutnya konflik yang terjadi belakangan ini tak menjadi fokus masalah BEI. Sebab, sejak disuspensi sahamnya pada 15 Oktober lalu yang menjadi pertanyaan oleh BEI adalah soal transaksi kontrak jual-beli 10 juta ton batubara dengan pembeli dari Uni Emirat Arab yang tercantum dalam laporan keuangan GTBO per 30 Juni 2012 dan belum mendapat surat kepatutan transaksi dari pemerintah.

Kepatutan transaksi tersebut antara lain harus sesuai dengan izin yang diberikan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Pemerintah Daerah, dan instansi terkait lainnya dalam perijinan bidang pertambangan.

Soal seperti friksi yang timbul diantara pemegang saham, menurut Hoesen , bukan masalah intinya. Seperti diketahui, belakangan kemelut di perusahaan tambang tersebut semakin meruncing akibat terjadi perebutan PT Garda Mineral yang memiliki 26,61 persen saham perseroan.

GUSTIDHA BUDIARTIE

Berita Terpopuler:
Sekali Rapat, DPR Minta Lebih dari Rp 1 Miliar  
KPK Mulai Bidik Pimpinan Badan Anggaran DPR 
Sekretaris MA Mengaku Pengusaha Sarang Burung
Firman Utina Cs Sempat Lawan 12 Pemain Australia 
Anggaran Militer Juga Terkena Kutipan DPR


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger