Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Pelaku Usaha Pesimistis Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Written By Unknown on Sabtu, 03 Agustus 2013 | 09.35

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofyan Wanandi saat konfrensi press setelah mengadakan diskusi dengan tema "Indonesia tumbuh dalam lingkungan global yang lebih rentan" di gedung BKPM, Jakarta, (12/7). Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta-- Pelaku usaha pesimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan mencapai 6 persen. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi, memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya  berkisar  5,7-5,8 persen. "Ttidak mungkin bisa tumbuh di atas 6 persen, kemungkinan di bawah itu," katanya pada acara buka puasa Kadin di Jakarta, Jumat 2 Agustus 2013.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi sulit menembus angka 6 persen karena masalah yang dihadapi Indonesia saat ini adalah defisit neraca pembayaran. "Masalah defisit neraca pembayaran bukan main. Harus dijaga karena dikhawatirkan bisa kena fiskal defisit tahun depan," katanya.

Apindo menilai pemerintah harus segera menciutkan anggaran belanja negara karena penerimaan negara saat ini lebih kecil daripada pengeluaran negara.  Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga kesehatan fiskal, Sofjan mengatakan Indonesia harus mengurangi impor beberapa produk yang bukan merupakan kebutuhan vital. "Mobil-mobil mewah itu tidak usah impor karena bukan kebutuhan vital," katanya.

Selain mobil mewah, Sofjan juga menyoroti pembelian pesawat yang mencapai ratusan unit. Menurut dia, pembelian pesawat yang transaksi pembayarannya dalam dolar bisa memberatkan anggaran. "Bila diterima dalam rupiah, nanti siapa yang mau membayar," katanya.

Dia menilai pemerintah harus sangat berhati-hati karena rupiah yang terus melemah. "Menaikkan ekspor tidak mungkin, commodity price naik semua. Satu-satunya cara ya mengurangi impor," katanya.

Apindo menilai jika Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7-5,8 persen maka pencapaian tersebut sudah sungguh baik. Sofjan menegaskan yang terpenting harus dilakukan pemerintah adalah menurunkan high-cost economy dan mengurangi pembelanjaan yang berlebihan.

ANANDA TERESIA

Berita Terpopuler 

Ini Aliran Duit Dalam Rekening Ahok  
Aksi Gagah Supir Transjakarta Tegur Penyerobot
Roy Marten: Jokowi Pegang Indonesia, Ahok Jakarta
Tak Hanya PKL, Ahok Siap Senggol Konglomerat  
Hore, BBM untuk Android dan iOS Mulai Tersedia  
Ahok: Oh, Jokowi Layak Jadi Capres! 



09.35 | 0 komentar | Read More

Inflasi Akhir Tahun Bisa Tembus 8 Persen

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri mengatakan inflasi tahun 2013 bisa menembus angka 8 persen. Angka tersebut jauh di atas target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2013 yang dipatok 7,2 persen. "Sulit mencapai 7,2 persen," kata Chatib di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 2 Agustus 2013.

Chatib mengatakan setiap satu persen kenaikkan inflasi akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, selama ini inflasi terjadi secara struktural setiap tahunnya bisa di atas 10 persen. "Makanya kenaikkan BBM pada 2005 mecapai 17,1 persen. Sekarang di bawah 9 persen," katanya.

Chatib menambahkan  tingginya inflasi pada Juli 2013 yang mencapai 3,29 persen disebabkan oleh bahan makanan dan transportasi akibat kenaikkan harga BBM. "Tapi itu besarnya dari bahan makanan yang yang baru dibuka suplainya beberapa minggu lalu sampai pak Hatta marah-marah," katanya.

Chatib memperkirakan inflasi pada Agustus masih akan tetap tinggi dan akan mulai membaik pada September mendatang. "Sehingga saya berharap konsumsi rumah tangga akan membaik dan pertumbuhan ekonomi juga membaik," katanya.

Sebelumnya BPS mencatat inflasi pada Juli 2013 mencapai 3,29 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 144,63. Dari 66 kota IHK, tercatat seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ternate 6,04 persen dengan IHK 147,05 dan terendah terjadi di Singkawang 1,36 persen dengan IHK 146,30.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan 5,46 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 1,55 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,44 persen, kesehatan 0,40 persen, pendidikan, rekreasi, dan olahraga
0,69 persen. Sementara transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 9,60 persen serta kelompok sandang pada bulan ini mengalami deflasi 0,09 persen.

Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender (Januari−Juli) 2013 sebesar 6,75 persen dan tingkat inflasi year on year (Juli 2013 terhadap Juli 2012) sebesar 8,61 persen. Komponen inti pada Juli 2013 mengalami inflasi sebesar 0,99 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari−Juli) 2013 sebesar 2,32 persen dan tingkat inflasi komponen inti year on year (Juli 2013 terhadap Juli 2012) sebesar 4,44 persen.

ANGGA SUKMA WIJAYA


Berita Terpopuler:

Ini Aliran Duit Dalam Rekening Ahok 
Aksi Gagah Supir Transjakarta Tegur Penyerobot
Roy Marten: Jokowi Pegang Indonesia, Ahok Jakarta
Tak Hanya PKL, Ahok Siap Senggol Konglomerat 
Hore, BBM untuk Android dan iOS Mulai Tersedia 


09.35 | 0 komentar | Read More

Semen Indonesia Bidik Pasar Infrastruktur

Menteri BUMN, Dahlan Iskan (2 kanan), didampingi Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Dwi Soetjipto (kanan) saat peluncuran nama dan logo baru PT Semen Indonesia, di Surabaya, Senin (7/1). ANTARA/Eric Ireng

TEMPO.CO, Surabaya - Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk, Agung Wiharto, sudah milirik potensi konsumsi semen di sektor infrastruktur. Langkah ini seiring kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia dan akan berdampak pada suku bunga pinjaman bank, khususnya sektor properti. Menurutnya, bisnis di sektor properti akan melambat seiring kenaikan suku bunga pinjaman. Sebab, industri properti disupport dari pinjaman bank.

Jika bunga bank rendah, rumah bisa dijual murah. Apabila bank menaikkan suku bunga, maka harga jualnya tinggi. Terlebih inflasi Juli 2013 sudah menyentuh 8,6 persen (yoy) dengan BI rate masih kisaran 6,5 persen. "Marketnya yang berat, konsumsi semen tertekan di properti. Karena itu, kita sekarang milirik proyek infrastruktur," kata dia di Surabaya, Jumat 2 Agustus 2013.

Pada 2013, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 23 triliun, naik ketimbang tahun lalu sebesar Rp 19 triliun. Hingga semester I tahun 2013, Semen Indonesia sudah membukukan Rp 11,4 triliun, naik 32 persen ketimbang tahun 2012. Pendapatan tersebut masih disokong sektor penjualan retail (semen kemasan) dengan kontribusi 75 persen dan kontribusi di sektor infratruktur (bulk) masih 25 persen.

Sektor retail, kata Agung, sangat kuat karena didukung brand yang sudah dikenal. Konsumsi semen bulk biasanya ke proyek infrastruktur sekitar 60 persen, pembangunan pabrik 35 persen dan proyek lainnya 5 persen. Sementara semen kemasan dikonsumsi pada sektor properti 90 persen dan industri berbasis semen 10 persen.

Kedepan, Agung mengakui persaingan industri semen semakin ketat. Pada 2016, kapasitas produksi semen secara nasional mencapai 90 juta ton per tahun dengan permintaan sekitar 83 juta ton per tahun. Saat ini, kapasitas exisiting semen domestik secara nasional sebesar 60 juta ton.

Pada 2016, permintaan jauh lebih kecil ketimbang pasokan semen. Kondisi yang demikian, kata dia, akan membikin persaingan semakin sengit dan berimbas pada permainan harga semen yang tidak sehat. "Bisa gila-gilaan itu. Tapi pada 2017, sepertinya normal lagi dengan catatan setiap tahun pertumbuhan konsumsi semen 10 persen."

DIANANTA P. SUMEDI


09.35 | 0 komentar | Read More

BI Tasikmalaya Layani Tukar Uang Rp 50 Miliar

Written By Unknown on Jumat, 02 Agustus 2013 | 09.35

Sejumlah pekerja Bank Indonesia menghitung uang pada tempat Layanan penukaran uang untuk umum di Lapangan Gasibu, Bandung, Jawa Barat (11/7). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Tasikmalaya -

- Menjelang Lebaran,  warga Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, beramai-ramai menukarkan uang baru ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya.

Dalam sepekan terakhir saja,  BI melayani penukaran uang lebih dari Rp 50 miliar.

"Itu termasuk uang yang ditarik oleh bank," kata Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya, Wahyu Purnama, saat ditemui Kamis, 1 Agustus 2013. "Karena disamping (penukaran uang) masyarakat, bank juga menarik uang untuk dilakukan penukaran di tempat masing-masing.

"

Setiap hari, dia menjelaskan, rata-rata ada 550 warga yang menukarkan uang lama dengan uang baru. Sebagian besar, mereka meminati uang pecahan Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu. "Pecahan itu yang paling banyak," kata dia.

Menurut Wahyu, kemarin merupakan puncak penukaran uang di BI. Ini karena masyarakat telah mengetahui bahwa pada Jumat biasanya tidak ada penukaran. "Hari ini sementara paling ramai. Kalau minggu depan, masyarakat kan sudah mulai mudik," katanya.

Wahyu menjelaskan selama dua pekan di bulan Ramadhan ini, penukaran uang dilayani oleh lima bank. Sementara minggu ketiga dan keempat, penukaran uang langsung dilayani BI.

"Pelaksanaan penukaran alhamdulillah berjalan baik, lancar. Antreannya tertib. Jadi masyarakat yang menukar bisa menukar dengan nyaman," kata dia.

Di Tasikmalaya sendiri, pihaknya tidak menemukan adanya masyarakat yang menjual uang seperti yang terjadi di daerah lain. "Kami tidak menjumpai," katanya.

CANDRA NUGRAHA


09.35 | 0 komentar | Read More

Lebaran, BI NTT Layani Tukar Uang Hingga Rp 972 M

TEMPO.CO, Jakarta - Kupang - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan uang tunai sebesar Rp 972 miliar untuk memenuhi kebutuhan transaksi dan penukaran uang masyarakat menjelang Lebaran.

"Uang tunai yang kami siapkan mencapai Rp 927,50 miliar," kata Samuel Djoh, Deputi Perwakilam Kantor BI NTT, pada Jumat, 2 Agustus 2013.

Uang tunai Rp 927,50 miliar terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) sebesar Rp 854,51 miliar dan Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar Rp 72,99 miliar. BI NTT memprediksi kebutuhan uang masyarakat periode Ramadhan dan Idul Fitri 2013 mencapai sekitar Rp 679,18 miliar.

Kebutuhan UPB diproyeksikan sebesar Rp 655,46 miliar dan UPK diproyeksikan sebesar Rp 17,50 miliar. Persediaan uang saat ini mencapai Rp 927,50 miliar diharapkan cukup memenuhi proyeksi kebutuhan uang periode Ramadhan dan Idul Fitri 2013.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dalam menukarkan uang baru untuk kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri. Menurut dia, uang yang disalurkan BI NTT kepada masyarakat melalui perbankan adalah uang layak edar, baik uang cetakan baru maupun uang eks peredaran.

"Masyarakat tidak perlu panik dan menukarkan uang dalam jumlah besar," katanya.

YOHANES SEO


09.35 | 0 komentar | Read More

Bosowa Ingin Besarkan Bank Bukopin

TEMPO.CO, Jakarta-Managing Director PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa mengatakan ingin menjadikan Bank Bukopin sebagai bank besar, khususnya di Indonesia Timur. Saat ini posisi Bank Bukopin di Indonesia Timur masih kecil dengan hanya memiliki empat kantor cabang.

Grup Bosowa menurut Sadikin, akan meminta manajemen Bukopin untuk menambah jumlah kantor cabang di setiap ibu kota provinsi-provinsi di wilayah Indonesia Timur. "Harusnya tahun depan sudah terlaksana," katanya di Jakarta, Kamis, 1 Agustus 2013.

Modal Bosowa untuk membesarkan Bukopin di Indonesia Timur adalah jaringan kuat yang dibentuk korporasi asal Makassar itu. "Bukopin bisa memanfaatkan jaringan kami."  Tapi,  rencana menambah jumlah kantor cabang Bank Bukopin di Indonesia Timur ini bergantung pada Rencana Bisnis Bank (RBB). "Rencana ini akan diajukan melalui revisi RBB Bank Indonesia. Mudah-mudahan mampu," katanya.

Grup Bosowa telah resmi menjadi salah satu pemegang saham Bank Bukopin sejak 13 Juni 2013 lalu. Bosowa mengambil alih 4,6 persen pada Koperasi Karyawan Perum Bulog dan 9,4 persen dari Yayasan Bina Sejahtera Warga Bulog. Harga pengalihan saham tersebut disepakati sebesar Rp 1.050 per saham, Dengan demikian untuk total saham sebanyak 14 persen saham atau 1,1 miliar saham tersebut nilai transaksinya mencapai sekitar Rp 1,17 triliun.

Dengan memiliki sebagian saham Bukopin, kata Sadikin, Grup Bosowa ingin fokus menggarap sektor koperasi dan usaha kecil menengah yang ada di Indonesia Timur. "Daerah timur ini belum tergarap secara maksimal, padahal tingkat pertumbuhan ekonominya cukup tinggi yang terlihat dari tingginya daya beli masyarakat.". Dia berharap Bosowa bisa turut menggenjot kinerja Bank Bukopin secara maksimal.

Sadikin menambahkan  tidak menutup kemungkinan ke depannya Grup Bosowa memperbesar kepemilikan saham di Bank Bukopin. "Dalam penawaran umum terbatas saham Bukopin berikutnya, kami akan ikut.". Meski begitu dia tidak menargetkan jumlah saham yang akan dibeli. "Kami masih menunggu book value bulan Juni untuk menentukan jumlah modal jumlah modal yang disiapkan." Tapi dia memastikan Bosowa akan ikut exercise berikutnya.

Walau Bosowa berencana memperbesar kepemilikan saham di Bank Bukopin,  pihaknya belum berpikir untuk menjadi pemilik saham mayoritas. "Bertahap dulu lah, kami sekarang fokus bersinergi dengan pemegang saham lama untuk mengembangkan bisnis Bank Bukopin," katanya.

Sadikin juga mengungkapkan kepemilikan saham Bukopin adalah strategi Grup Bosowa untuk mengembangkan bisnis Bank QNB Kesawan di kawasan Indonesia Barat. "Ini saling menguntungkan, lewat Bukopin kami bisa masuk ke wilayah barat. Sedangkan melalui Bosowa, Bank Bukopin bisa lebih kuat di Indonesia Timur."

Sebelum mengambil alih 14 persen saham Bukopin, Grup Bosowa telah berkecimpung di indusrtri keuangan. Grup ini mengelola bisnis asuransi melalui PT Asuransi Bosowa Periscop, bisnis pembiayaan melalui PT Bosowa Multifinance dan Sadira Finance, bisnis sekuritas melalui PT Royal Trust Capital yang diubah menjadi Bosowa Sekuritas, dan industri perbankan dengan menjadi mitra strategis di PT QNB Bank KesawanTbk.

PRAGA UTAMA


09.35 | 0 komentar | Read More

Ini Daftar Asuransi TKI pada Konsorsium Baru

Written By Unknown on Kamis, 01 Agustus 2013 | 09.35

TEMPO.CO , Jakarta:Pemerintah telah menetapkan tiga konsorsium asuransi tenaga kerja Indonesia yang baru, menggantikan konsorsium dan pialang asuransi yang telah beroperasi selama 4 tahun terakhir. Ada 32 perusahaan asuransi yang masuk dalam ketiga konsorsium yang ditetapkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada 30 Agustus 2013 ini.

Seluruh perusahaan anggota konsorsium ini sebelumnya tidak terdaftar dalam Konsorsium Proteksi TKI dan Pialang Asuransi TKI yang dibekukan. Berikut daftar konsorsium asuransi TKI yang baru beserta anggotanya:

I. Konsorsium Asuransi TKI JASINDO
- PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) - Ketua Konsorsium
- PT Asuransi Central Asia
- PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero)
- PT Staco Mandiri
- PT Asuransi Binagriya Upakara
- PT Asuransi Tri Pakarta
- PT Asuransi Indrapura
- PT Asuransi Himalaya Pelindung
- PT Asuransi Asoka Mas
- PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera

II. Konsorsium Asuransi TKI ASTINDO
- PT Asuransi Adira Dinamika -Ketua Konsorsium
- PT Vicotria Insurance
- PT Multi Artha Guna
- PT Malacca Trust Wuwungan Insurance
- PT Tugu Pratama Indonesia
- PT Panin Insurance (Tbk)
- PT Asuransi Reliance Indonesia
- PT Asuransi Mega Pratama
- PT Asuransi Recapital
- PT BNI Life Insurance
- PT Arthagraha General Insurance
- PT. Asuransi Astra Buana

III. Konsorsium Asuransi Mitra TKI
- PT Asuransi Sinar Mas - Ketua Konsorsium
- PT Asuransi Jasa Tania (Tbk)
- PT Asuransi Videi
- PT Asuransi Parolamas
- PT Asuransi Dayin Mitra (Tbk)
- PT Asuransi Intra Asia
- PT Pan Pasific Insurance
- PT Maskapai Asuransi Sonwelis
- PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri
- PT Asuransi Jiwa Sinar Mas MSIG

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Kemnakertrans Reyna Usman menyatakan pemilihan ke-32 perusahaan asuransi tersebut merupakan hasil pertimbangan dan konsultasi kementerian bersama Otoritas Jasa Keuangan. "Kami memilih perusahaan yang memiliki tata kelola baik dan kesehatan keuangannya bagus," ujarnya di Jakarta, Rabu 31 Juli 2013.

Perusahaan asuransi anggota konsorsium tersebut secara resmi melayani TKI mulai Kamis 1 Agustus besok. Calon TKI, kata Reyna, akan mendapatkan manfaat penjaminan yang sama. "Manfaat penjaminan yang didapatkan dan biaya premi yang dibayarkanTKI tidak diubah, tetap mengacu pada peraturan sebelumnya," dia menjelaskan. "Kami menilai manfaat yang didapatkan TKI sudah cukup baik."

Adapun untuk menghindari terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan dana asuransi oleh anggota konsorsium, Reyna menyatakan akan menjalankan mekanisme pengawasan. Kementerian, ujarnya, akan mengevaluasi kinerja setiap perusahaan asuransi secara periodik setiap bulan. "Kalau konsorsium tidak mematuhi kewajiban dan tanggung jawab maka pemerintah berwenang menjatuhkan sanksi."

PRAGA UTAMA
Topik Terpanas:
Ahok vs Lulung | Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri | Daging Impor

Berita Terpopuler:
Ahok-Lulung Berseteru, Ini Kata Kemendagri 
Joe Taslim Pindah Agama Demi Cinta
Bang Ucu: PKL Bongkar Sendiri atau Saya Bakar
SBY ke Lumajang, Dukun Semeru Dikerahkan 
Ahok: Jewer Saja, Kuping Saya Sudah Panjang, Kok!
Briptu Rani Syok Dipecat dari Kepolisian


09.35 | 0 komentar | Read More

4,69 juta ton Pupuk Bersubsidi Sudah Disalurkan

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian mencatat penyaluran pupuk bersubsidi sepanjang semester pertama 2013 telah mencapai 4,69 juta ton. Ini berarti, pupuk bersubsidi yang disalurkan telah mencapai 50,73 persen dari alokasi pupuk bersubsidi tahun ini sebanyak 9,25 juta ton.

Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian Suprapti mengungkapkan, meski secara umum penyaluran sesuai target, pada beberapa jenis pupuk, penyaluran melampaui alokasi semester pertama. Penyaluran berlebih ini terjadi pada jenis pupuk SP-36 yang kelebihan penyaluran 2,37 persen dan pupuk ZA yang kelebihan penyaluran 8,79 persen.

"Sekarang petani membeli apa yang mampu dia beli. Banyak petani yang mengganti penggunaan urea dengan ZA karena harga ZA rendah. Padahal ada sulfur dalam ZA, dan tidak semua daerah cocok dengan sulfur," kata Suprapti ketika ditemui di Kementerian Pertanian, Rabu, 31 Juli 2013.

Selain perbedaan kandungan, Suprapti juga mengatakan dosis penggunaan kedua jenis pupuk ini berbeda. Suprapti menjelaskan untuk pupuk ZA hanya 50 kilogram sampai 75 kilogram per hektare. Sementara penggunaan urea mencapai 200 kilogram per hektare.

"Kami khawatir karena mengganti urea dengan ZA, petani juga menggunakan takaran 200 kilogram ZA per hektare," kata Suprapti.

Untuk itu, Suprapti mengingatkan pentingnya pendampingan penggunaan pupuk yang intensif oleh para penyuluh lapangan. Hal ini agar rekomendasi pemupukan sesuai kondisi masing-masing lokasi dapat diterapkan.

Untuk mengurangi kebocoran pupuk bersubsidi, Suprapti mengatakan sejak Mei 2013 pemerintah telah mewarnai ZA bersubsidi dengan warna oranye. Sebelumnya pupuk ZA hanya berwarna putih.

BERNADETTE CHRISTINA

Topik Terpanas:
Ahok vs Lulung | Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri | Daging Impor

Berita Terpopuler:
Ahok Vs Lulung, Sesepuh Tanah Abang Prihatin
Ahok: Saya Sudah Belajar Bahasa Halus
Gerindra: Silakan PPP Tegur Ahok
Oegroseno Gantikan Nanan Jadi Wakapolri 
Ahmadiyah: Moeldoko Terlibat Operasi Sajadah 2011


09.35 | 0 komentar | Read More

Hari Ini Semua Perbaikan Jalan Distop

Seorang pekerja menutup jalur puturan balik di jalur Pantura, Lohbener, Indramayu, Jawa Barat, (30/07). Polisi memberlakukan aturan dilarang memutar balik kendaraan di jalur Pantura wilayah Jawa Barat selama arus mudik Lebaran 2013. Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, memastikan sejak Kamis 1 Agustus 2013 ini, tidak ada lagi  perbaikan jalan. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kemacetan selama musim mudik Lebaran.

"Tidak akan ada perbaikan lagi karena keputusannya H-7 perbaikan sudah di-stop mengingat arus mudik sudah dimulai," katanya ketika dihubungi Rabu 31 Juli 2013.

Dia mengakui di beberapa titik, kondisi jalan belum ideal. Penerangan jalan pun belum semua siap. "Tapi penerangan akan dipasang bila memang memungkinkan," katanya.

Selama musim mudik, Kementerian Pekerjaan Umum membuka Posko Lebaran terpadu untuk memantau informasi-informasi atau pengaduan dari masyarakat atau petugas di lapangan.

Bahan-bahan dari lapangan ini, kata dia, akan berguna untuk evaluasi mudik tahun depan. "Jadi evaluasi bersama. Karena posko itu terdiri dari berbagai pihak seperti Kepolisian, Kementerian Kominfo, Dinas Perhubungan, BMKG, Badan SAR Nasional, KNKT, PT Jasa Marga, dan lain-lain," katanya.

Untuk mengantisipasi kemacetan, Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan berbagai opsi. "Seperti misalnya pengalihan jalan atau rekayasa lalu lintas," katanya.

ANANDA PUTRI

Topik Terpanas:
Ahok vs Lulung | Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri | Daging Impor

Berita Terpopuler:
Ahok Vs Lulung, Sesepuh Tanah Abang Prihatin
Ahok: Saya Sudah Belajar Bahasa Halus
Gerindra: Silakan PPP Tegur Ahok
Oegroseno Gantikan Nanan Jadi Wakapolri 
Ahmadiyah: Moeldoko Terlibat Operasi Sajadah 2011


09.35 | 0 komentar | Read More

IHSG Bakal Terus Menguat

Written By Unknown on Rabu, 31 Juli 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta- Bursa regional yang cenderung menguat serta reaksi investor atas musim laporan keuangan membuat indeks saham bergerak naik. Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menguat 28,02 poin (0,61 persen) ke level 4.608,48 pada Selasa, 30 Juli 2013, mengikuti indeks acuan Asia seperti Hang Seng dan Nikkei 225 yang ditutup positif.

Analis dari PT BNI Securities, Thendra Crisnanda, mengatakan penguatan indeks saham dipengaruhi oleh rilis beberapa laporan keuangan emiten yang sesuai dan lebih tinggi dari ekspektasi. “Positifnya laporan keuangan emiten menjadi katalis beli pelaku pasar.�

Emiten-emiten sektor konsumer, perbankan, infrastruktur, dan properti menjadi penggerak indeks karena pertumbuhan laba di atas ekspektasi. Sebaliknya, pertumbuhan laba beberapa emiten, seperti Jasa Marga dan Astra International, justru di bawah ekspektasi.

Menurut Thendra, bicara soal sentimen, tren indeks masih dalam fase konsolidasi cenderung melemah. Hal itu karena masih ada kekhawatiran pelaku pasar terhadap inflasi Juli yang diperkirakan mencapai 2,6-2,8 persen karena aktivitas menjelang hari raya. “Inflasi lagi-lagi akan memaksa indeks mengalami koreksi seperti terjadi di awal bulan lalu.�

Kenaikan inflasi diperkirakan diikuti kenaikan suku bunga. Bank Indonesia bahkan sudah memberikan sinyal ada kemungkinan suku bunga kembali dinaikkan apabila inflasi menembus target.

Persoalannya, kenaikan suku bunga yang dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu singkat akan menimbulkan pertanyaan besar. Ketika negara-negara lain berlomba mempertahankan suku bunga rendah, Indonesia justru menaikkan secara rutin. “Asing akan melihat sedang ada masalah dalam perekonomian domestik,� ujar Thendra.

Pada Rabu, 31 Juli 2013, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 4.550-4.650. Saham-saham yang defensif terhadap inflasi dan suku bunga masih bisa menjadi pilihan. Di antaranya, Kalbe Farma, Malindo Feedmill, AKR Corporindo, Unilever, dan Semen Indonesia.

PDAT | M. AZHAR


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger