Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Buruh Akan Lakukan Aksi Lanjutan  

Written By Unknown on Minggu, 03 November 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Komite Solidaritas Pekerja Indonesia Muhammad Rusdi menyatakan pihaknya siap melanjutkan aksi besar-besaran yang telah dilakukan beberapa hari terakhir. Menurut dia, aksi tak akan berhenti sebelum tuntutan buruh dipenuhi.

"Kami akan kembali turun aksi," kata Rusdi saat dihubungi Sabtu, 2 November 2013. Dia menyebutkan, rencananya aksi akan dilakukan pekan mendatang. "Masih akan kami bicarakan soal tanggal dan massanya," kata dia.

Rusdi mengatakan ada tiga hal yang dituntut buruh. "Kami menuntut tiga hal," kata dia. Yang pertama, kenaikan upah buruh sebesar 50 persen. Kedua, jaminan kesehatan bagi buruh. "Tak boleh ada lagi yang ditolak rumah sakit," kata dia. Dan yang terakhir adalah penghapusan sistem outsourcing.

Rusdi pun menyebutkan bahwa pihaknya telah dimintai pandangan oleh pemerintah DKI Jakarta mengenai upah minimum. Meski DKI Jakarta telah menetapkan upah minimum sejumlah Rp 2.441.000, Rusdi mengatakan keputusan itu masih bisa berubah. "Masih ada kemungkinan berubah," kata Rusdi. Menurut dia, Gubernur Joko Widodo akan bertemu dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja setempat untuk berbicara lagi mengenai UMP tersebut. Dia mengatakan, di daerah lain pernah terjadi revisi keputusan UMP. "Kami akan lanjutkan perjuangan sampai tuntutan dipenuhi," kata dia.

Sebelumnya, buruh melakukan demo besar-besaran menuntut kenaikan upah minimum provinsi. Untuk DKI Jakarta, buruh menuntut upah mencapai Rp 3,7 juta dengan adanya tambahan komponen dalam standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL), dari sebelumnya 60 menjadi 84 komponen.


NINIS CHAIRUNNISA


Berita Terpopuler:
Penjelasan Garuda Soal Ulah Roy Suryo 
Roy Suryo Marah Lagi di Dalam Pesawat
Istri-istri Para Koruptor
Ulah Roy Suryo di Garuda Versi Ajudan 
Jajaran Atut Heran KPK Telisik Bansos Banten
Analisis Video Perusakan Rumah Adiguna


09.35 | 0 komentar | Read More

Alasan Lion Air Tentang Ban Pecah

TEMPO.CO, Jakarta -Maskapai Lion Air menjelaskan mengenai kronologi pecahnya ban pesawat dengan nomor penerbangan JT 351 dengan rute Padang - Cengkareng. Inti dari pecahnya ban tersebut karena ada permasalahan pada anti skid brakes (rem anti selip).

"Ada gangguan pada teknis roda bukan karena permasalahan ban. Sehingga pada saat mendarat pengeremannya tak berjalan dengan baik," ujar Direktur Airport Operation and Services Lion Air, Daniel Putut Kuncoro, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 2 November 2013.

Ia menuturkan, pesawat yang membawa 198 penumpang ini mengalami pengecekan sebanyak tiga kali. Sebelum take off, tak ada kendala berarti terkait pengereman. "Kami periksa secara menyeluruh sebelum terbang tapi namanya alat kadang rusak juga."

Namun, ketika mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pukul 07.35 WIB, petugas melakukan pengecekan dan menemukan permasalahan pada sistem pengereman. Tapi, ban pesawat gembos ketahuannya pas di parkiran. "Pada saat di area parkiran ternyata ban kiri pesawat gembos," katanya.

Daniel pun menilai tak perlu memeriksa lebih ketat dengan kejadian ini. "Saya kira ini kejadian normal saja sehingga tak perlu ditingkatkan pemeriksaannya," ujarnya. (Baca: Ban Lion Air Pecah di Bandara Soekarno-Hatta)

Terkait dengan dugaan ban pecah merupakan ban rekondisi, Daniel tidak mengetahuinya. "Saya harus mengeceknya terlebih dahulu." Tapi, semua maskapai menggunakan ban rekondisi sepanjang memenuhi standar kelayakan. "Jadi tak masalah menggunakan ban rekondisi karena sudah memalui proses sertifikasi kelayakan."

ERWAN HERMAWAN

Berita Terkait
Bea-Cukai: Jalur Impor Ban Lion Air Tak Diperiksa
Delay 8 Jam, Penumpang Lion Air di Kupang Ngamuk 
Ini Alasan Lion Air Dievaluasi Pemerintah 
KNKT: Tak Ada Kecelakaan Pesawat karena Ban Bekas 
Bukan Cuma Lion, Dua Tahun 13 Pesawat Tergelincir  

 


09.35 | 0 komentar | Read More

Nielsen: Konsumen Khawatirkan Stabilitas Politik

TEMPO.CO , Jakarta: Lembaga riset Nielsen mengungkapkan konsumen Indonesia mengkhawatirkan stabilitas politik spade kuartal ke-3 tahun 2013. Dalam survey global Kepercayaan Diri Konsumen dan Keinginan Berbelanja itu, politik masuk dalam tiga besar kekhawatiran konsumen.

Managing Director Nielsen Indonesia, Catherine Eddy, mengatakan, kehawatiran atas stabilitas politik disebabkan oleh pemilihan umum pada tahun depan. Di kuartal sebelumnya, kekhawatiran tertinggi konsumen berasal dari kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

"Kita dapat melihat kekhawatiran mengenai stabilitas politik meningkat. Sangat mungkin hal tersebut merupakan respon atas semakin dekatnya pemilihan presiden tahun depan,"ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu 2 November 2013.

Chaterine menyatakan, konsumen Indonesia memiliki ketahanan yang tinggi dalam menghadapi tantangan dan cepat beradaptasi dengan situasi. Pada kuartal sebelumnya, Peningkatan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi kekhawatiran utama. Sebanyak 28 persen konsumen menyatakan bahwa hal tersebut menjadi kekhawatiran terbesar pertama dan kedua.

Pada kuartal III 2013, peningkatan harga BBM tidak termasuk dalam peringkat lima teratas kekhawatiran utama bagi konsumen online Indonesia. Keadaan Ekonomi berada pada urutan teratas dengan responden 43 persen. Selanjutnya keseimbangan antara hidup dan pekerjaan 21 persen dan stabilitas politik 14 persen.

The Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions dilakukan pada 14 Agustus-6 September 2013, dan mensurvei lebih dari 30.000 konsumen online di 60 negara di Asia Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Utara. Survei Nielsen ini hanya berdasarkan perilaku responden dengan akses online.

RIRIN AGUSTIA

Berita Terpopuler
Insiden Kabin Garuda, Roy Suryo Akan Somasi Tempo 
Jokowi: Dulu Dikecam Pengusaha, Sekarang Buruh 
JK: Rhoma Nyanyi, Saya di Pemerintahan 
Prabowo dan Habibie Bersilaturahmi di Jerman


09.35 | 0 komentar | Read More

Impor Minyak Mentah Meningkat  

Written By Unknown on Sabtu, 02 November 2013 | 09.35

Kapal pengangkut minyak mentah milik Pertamina MT Gunung Geulis, di Pelabuhan Khusus Dumai, Riau (24/4). ANTARA/Rosa Panggabean

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Khrisnamurti menyatakan Indonesia perlu meningkatkan produksi minyak mentah. Pasalnya, berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, impor minyak mentah Indonesia pada September 2013 tercatat US$ 1196,7 juta dengan volume 1.382,4 ribu ton. "Menurut saya, ini peringatan untuk kita agar menggenjot produksi minyak biar tidak makin banyak impor," kata Bayu di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat, 1 November 2013.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan. Sebab, pada bulan sebelumnya, impor minyak mentah hanya US$ 990 juta dengan volume impor 1.181,9 ribu ton.

Impor minyak mentah dari Januari sampai September tahun lalu sebesar US$ 7.936,6 juta dengan volume impor 9.234,6 ribu ton. Sedangkan perkembangan impor minyak mentah pada Januari sampai September tahun ini US$ 10.261,3 juta dengan volume impor 12.136,4 ribu ton.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik ini, impor minyak mentah pada September 2013 meningkat signifikan sebesar 16,96 persen bila dibanding Agustus 2013. Sedangkan dibandingkan dengan data Januari sampai September tahun lalu,  impor minyak mentah pada Januari sampai September 2013 meningkat sebanyak 31,42 persen.

Oleh karena itu, kata Bayu, diperlukan peningkatan produksi tidak hanya pada minyak olahan tapi juga pada minyak mentah. Produksi minyak olahan saat ini masih terkendala keterbatasan kilang minyak dalam negeri. Namun, minyak olahan sampai saat ini cenderung stabil.

Bayu kembali menegaskan perlunya keseriusan untuk menggarap lifting minyak mentah. Jika tidak, impor yang terus meningkat akan menekan neraca perdagangan.

APRILIANI GITA FITRIA

Berita Terpopuler:
Penjelasan Garuda Soal Ulah Roy Suryo 
Roy Suryo Marah Lagi di Dalam Pesawat
Istri-istri Para Koruptor
Ulah Roy Suryo di Garuda Versi Ajudan 
Jajaran Atut Heran KPK Telisik Bansos Banten
Analisis Video Perusakan Rumah Adiguna


09.35 | 0 komentar | Read More

Kelompok Sandang dan Bahan Makanan Alami Deflasi

TEMPO.CO , Jakarta:Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, dari tujuh kelompok pengeluaran, hanya ada dua kelompok yang mengalami deflasi, yaitu sandang dan bahan makanan. "Kelompok sandang pada Oktober 2013 mengalami deflasi 0,56 persen," kata Kepala BPS, Suryamin, Jumat, 1 November 2013.

Dengan kata lain, ia melanjutkan, terjadi penurunan indeks dari 144,06 pada September 2013 menjadi 143,26 pada Oktober 2013. Subkelompok yang mengalami deflasi bulan lalu adalah barang pribadi dan sandang lain, yaitu sebesar 1,96 persen. Sedangkan inflasi terjadi pada subkelompok sandang laki-laki (0,17 persen), sandang wanita (0,23 persen), serta sandang anak-anak (0,33 persen).

"Kelompok ini pada Oktober 2013 secara keseluruhan memberi sumbangan deflasi 0,04 persen," kata dia. Suryamin menuturkan, komoditas yang dominan memberi sumbanan deflasi nasional adalah emas perhiasan, sebesar 0,05 persen.

Suryamin menuturkan, dari sebelas subkelompok dalam kelompok bahan makanan, ada lima subkelompok yang mengalami deflasi dan enam subkelompok yang mengalami inflasi pada bulan ini.


09.35 | 0 komentar | Read More

Bea Cukai: Jalur Impor Ban Lion Air Tak Diperiksa

TEMPO.CO , Jakarta:Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementerian Keuangan, mengaku penahanan ban bekas milik maskapai Lion Air berdasarkan hasil analisa intelejen yang diterbitkan dalam nota hasil intelejen (NHI). Selama ini jalur impor ban bekas Lion tak diperiksa. Makanya kami sekali waktu memeriksanya berdasarkan analisa intelejen. Kami terbitkan nota hasil intelejen (NHI) untuk menguji juga bener enggak selama ini jalurnya diperiksa," ujar Juru Bicara Bea Cukai, Haryo Limanseto kepada Tempo, Jumat, 1 November 2013.

Dan dari hasil pemeriksaan, kata dia, ditemukan ada ban impor yang kondisinya tidak baru. "Untuk itu kami tahan bannya sampai ada surat persetujuan dari Kementerian Perdagangan," ucapnya. Sedangkan untuk ban yang barunya sudah dikeluarkan.

Ia mengatakan, pemeriksaan suatu waktu dilakukan tidak hanya untuk Lion Air saja tapi juga perusahaan lain yang berkategori bonafid. Namun pemeriksaan tidak dilakukan secara rutin oleh pihak pabean. "Ini tergantung laporan intelejen dan kami hanya meneruskan laporannya saja," tutur dia.

Haryo pun belum mengetahui jika ada oknum bea cukai yang kongkalikong dengan pihak Lion. "Kalau ada kongkalikong saya belum dengar," katanya.

Sebelumnya, pihak Bea Cukai menahan empat kontainer milik Lion Air yang ternyata isinya ada ban bekas. Akibatnya, penerbangan Lion Air rute Jakarta-Padang tertunda dengan adanya penahanan ban tersebut.

ERWAN HERMAWAN

Berita Terpopuler:
Penjelasan Garuda Soal Ulah Roy Suryo 
Istri-istri Para Koruptor
Roy Suryo Marah Lagi di Dalam Pesawat
Ulah Roy Suryo di Garuda Versi Ajudan 
Jajaran Atut Heran KPK Telisik Bansos Banten


09.35 | 0 komentar | Read More

Mi Instan Ikut Sumbang Inflasi Oktober  

Written By Unknown on Jumat, 01 November 2013 | 09.36

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih memperkirakan inflasi masih berlanjut hingga Oktober 2013. Lana memperkirakan pada Oktober terjadi inflasi di kisaran 0,2 persen. "Masih akan inflasi karena kenaikan tarif tenaga listrik dan juga tarif tol," kata Lana ketika dihubungi Tempo, Jumat, 1 November 2013.

Selain kenaikan tarif tersebut, Lana mengatakan pelemahan nilai tukar juga mendorong inflasi bulan lalu. Pelemahan nilai tukar, menurut dia, mulai tertransfer pada kenaikan harga makanan jadi, obat-obatan dan barang manufaktur. "Kalau dilihat, mi instan saja sudah mulai naik sekitar Rp 100-Rp 150 per bungkus," kata Lana.

Sementara itu, kelompok bahan makanan diperkirakan menyumbang deflasi. Meskipun demikian, Lana mengatakan komponen-komponen lain lebih banyak menyumbang inflasi sehingga secara keseluruhan terjadi inflasi.

Hingga September 2013, Badan Pusat Statistik melaporkan inflasi tahunan telah mencapai 7,57 persen. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2013 mematok target inflasi 7,2 persen.

BERNADETTE CHRISTINA MUNTHE

Berita Terhangat: Suap Bea Cukai | Buruh Mogok Nasional | Suap Akil Mochtar | Misteri Bunda Putri | Dinasti Banten

Berita Terpopuler

Adiguna Sutowo Pernah Menembak Kepala Penagih Bill
KSAU: Udara Natuna Kini Milik Singapura 
Punya Rp 60 M, Pejabat Ini Hanya Mengaku Rp 1,2 M
Sejarah Kelam Adiguna di Malam Tahun Baru 2005 
Begini Cara Gubernur Jateng Hadapi FPI 
Taktik Polda Metro Hadapi Demo Buruh Hari Ini 
Ahok: Banyak Politikus Pura-pura Tak Tahu

 


09.36 | 0 komentar | Read More

Pemerintah Lindungi Pabrik Rokok  

TEMPO.CO, Malang - Pemerintah akan melindungi industri rokok. Kementerian Perindustrian akan mengatur agar industri rokok tetap menjaga keseimbangan antara potensi ekonomi dengan sektor kesehatan. Ini mengingat sekitar 6,1 juta orang menggantungkan hidupnya dari industri itu.

"Mulai dari petani sampai pengecer rokok bergantung pada pabrik rokok," kata Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun usai membuka Museum Bentoel di Malang, Kamis, 31 Oktober 2013.

Masyarakat yang bergantung ke industri rokok meliputi petani tembakau, sebanyak 2 juta orang, petani cengkeh 1,5 juta orang, buruh di industri tembakau 0,6 juta orang, percetakan 1 juta orang, dan pengecer 1 juta orang. Jika industri rokok ditutup karena alasan kesehatan, jutaan jiwa akan menganggur. Selain itu, puluhan triliun rupiah pendapatan negara hilang.

Ia menambahkan, selama 2012, produksi rokok mencapai 303 miliar batang. Ini meningkat 2,2 persen dibandingkan 2011, sebanyak 279,4 miliar batang. Sedangkan pendapatan dari ekspor rokok kretek naik dari US$ 160 juta pada 2011 kini menjadi US$ 613 juta. "Rokok kretek mulai dipasarkan di Malaysia," katanya.

Amerika Serikat, yang sebelumnya menjadi salah satu tujuan ekspor, telah melarang peredaran rokok beraroma seperti anggur, kopi, stroberi, termasuk cengkeh.

Alex berharap agar perusahaan rokok mulai fokus menggarap pasar dalam negeri. Selain itu, Kementerian Perindustrian menjanjikan untuk memberikan insentif pajak bagi industri padat karya termasuk pabrik rokok.

EKO WIDIANTO


09.36 | 0 komentar | Read More

Hidupkan Bisnis, Erick Thohir Sempat Jual Aset  

TEMPO.CO, Surabaya - Pengusaha media dan restoran, Erick Thohir, berbagi kiat dan strategi dalam menyelami belantara bisnis dan investasi. Menurut Erick, untuk memulai berbisnis minimal dibutuhkan empat fondasi sebelum melangkah. Pertama, passion. Bisnis yang dipilih, kata Erick, harus mencerminkan jiwa dan kesukaan pribadi agar maksimal menghasilkan revenue.

Terakhir dia investasi besar-besaran dengan membeli klub sepak bola Inter Milan. Erick yang terlanjur cinta pada bisnisnya mengaku terpaksa menjual berbagai asetnya untuk menopang kelangsungan usaha kala diterpa krisis keuangan. "Saya suka bisnis di bidang entertain, media dan sport.  Pada 2006 saya sempat kolaps. Semua barang berharga saya jual, seperti mobil kuno dan lukisan," kata Erick saat berbicara di forum seminar Investor Summit di Surabaya, Kamis, 31 Oktober 2013.

Kedua, kata Erick, pengusaha harus fokus menjalankan pilihan bisnisnya, harus cepat menyesuaikan strategi bisnis dengan era digitalisasi dan Internet. Ketiga, pengusaha wajib memperbaiki kemampuan pribadi alias tak cepat puas. "Kalau cepat puas, saya berada di titik kejatuhan. Meski sudah kaya, saya tetap upgrade kemampuan," ujarnya.

Hal terakhir dan tak bisa dipisahkan dalam roda bisnis, Erick membagi pengalaman, pengusaha butuh networking untuk mengembangkan jaringan bisnis. Kontestasi bisnis dunia begitu cepat berubah menyesuaikan keinginan pasar. Tanpa jaringan yang kuat, Erick pesimistis seorang pengusaha mampu menaklukkan rimba bisnis di tingkat internasional. "Dari empat inilah, bagaimana saya terus bersaing. Saya suka challenge. Ada pepatah "is one to do something imposible". Industri terus berputar karena kesenangan masyarakat berubah cepat menyesuaikan pertumbuhan GDP," ujarnya.

DIANANTA P. SUMEDI

Berita Terhangat: Suap Bea Cukai | Buruh Mogok Nasional | Suap Akil Mochtar | Misteri Bunda Putri | Dinasti Banten

Berita Terpopuler
Adiguna Sutowo Pernah Menembak Kepala Penagih Bill
KSAU: Udara Natuna Kini Milik Singapura 
Punya Rp 60 M, Pejabat Ini Hanya Mengaku Rp 1,2 M
Sejarah Kelam Adiguna di Malam Tahun Baru 2005 
Begini Cara Gubernur Jateng Hadapi FPI 
Taktik Polda Metro Hadapi Demo Buruh Hari Ini 
Ahok: Banyak Politikus Pura-pura Tak Tahu

 


09.36 | 0 komentar | Read More

Bukopin Catat Laba Bersih Rp 734 miliar

Written By Unknown on Kamis, 31 Oktober 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) membukukan laba bersih (unaudit) sebesar Rp 734 miliar pada periode Januari-September 2013 atau tumbuh 18,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi mengatakan pertumbuhan itu ditopang dari penyaluran kredit yang tumbuh 16,76 persen menjadi Rp 49,18 triliun, naik  dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 42,12 triliun.

Kredit usaha kecil menengah (UKM) mencatat kontribusi terbesar Rp 16,79 triliun atau tumbuh 16,45 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan, kredit segmen komersial naik menjadi Rp 15,33 triliun disusul Kredit Bulog sebesar Rp 7,74 triliun, kredit konsumer Rp 6,34 triliun dan terakhir kredit mikro Rp 2,97 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh 11,26 persen menjadi Rp 56,03 triliun dibandingkan Rp 50,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun, segmen deposito tumbuh 10,66 persen menjadi Rp 33,76 dari posisi tahun lalu Rp 30,51 triliun. Sedangkan, giro mencapai Rp 9,08 triliun. Sementara, tabungan Rp 13,18 triliun atau naik 14,51 persen. "Non performing loan atau kredit macet naik menjadi 2,1 persen dari sebelumnya 1,63 persen," katanya

ANANDA PUTRI

Topik Terhangat:
Suap Bea Cukai | Buruh Mogok Nasional | Suap Akil Mochtar | Misteri Bunda Putri | Dinasti Banten

Berita Terpopuler:
Detik-detik Menegangkan Penangkapan Heru
Soal Lurah Susan, Menteri Gamawan Pasrah 
Kekayaan Prabowo Lebih dari Rp 1,6 Triliun 
Tolak Ahok, PPP Dinilai Mirip Anak Kecil 
Polisi Penangkap Heru Teman Sekelas di SMA  


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger