Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Kenaikan Pajak Mobil Mewah Berlaku Bulan Ini

Written By Unknown on Selasa, 03 Desember 2013 | 09.35

Seorang model bergaya di samping mobil asal Italia Ferari terbaru di Indonesia International Motor Show 2011 di Kemayoran, Jakarta, (22/07. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Muhamad, Chatib Basri mengatakan, Peraturan Pemerintah terkait Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) segera diterbitkan pada bulan ini. Menurut dia, beleid tersebut sudah selesai diharmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM untuk selanjutnya dibawa ke Sekretariat Negara.

"Saya harap tidak terlalu lama dan Desember ini bisa keluar PP. Jadi, kalau beli Ferrari atau Lamborghini sebelum naik jadi 150 persen," kata Chatib saat dihubungi wartawan, Senin, 2 Desember 2013.

Selain itu, Chatib juga memastikan aturan untuk menekan impor dan menggenjot ekspor akan diterbitkan oleh pemerintah. Menurut dia, Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur kenaikan tarif pajak penghasilan (PPh) pasal 22 menjadi 7,5 persen bagi seluruh jenis impor dan aturan untuk menggenjot ekspor melalui Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Dia berharap kebijakan itu bisa menjaga memperbaiki neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan.

Kebijakan kenaikan PPnBM ini termasuk dalam paket kebijakan ekonomi pemerintah untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. Kenaikan PPnBM diharapkan dapat menekan impor Indonesia. Barang-barang mewah yang akan dinaikkan bukan hanya mobil.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, neraca perdagangan pada Oktober 2013 surplus sebesar US$ 42,4 juta. Tercatat, eskpor sepanjang bulan tersebut mencapai US$ 15,72 miliar, sedangkan impor US$ 15,67 miliar. Sementara secara kumulatif sepanjang Januari-Oktober 2013, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 149,66 miliar, sedangkan nilai impor sepanjang Januari - Oktober 2013 sebesar US$ 156,02 miliar.

ANGGA SUKMA WIJAYA



09.35 | 0 komentar | Read More

Pengamat: Penguatan Rupiah Bersifat Semu

TEMPO.CO , Jakarta:Nilai tukar rupiah yang menguat setelah publikasi data perekonomian domestik dinilai hanya bersifat sementara. Surplus neraca perdagangan Oktober sebesar US$ 42,5 juta mendorong penguatan rupiah hingga ke level 11.800 per dolar Amerika pada perdagangan kemarin.

Analis Currency Management, Farial Anwar, tak percaya tren pelemahan rupiah sudah berakhir. Sebab, menurutnya, terjadinya surplus bukan berarti akan adanya tambahan pasokan dolar di dalam negeri. "Walaupun neraca surplus, tetapi masih banyak dana hasil ekspor yang diparkir di luar negeri," katanya, Senin 2 Desember 2013.

Dia juga menyangsikan angka impor yang menurun ini sudah menunjukkan kondisi yang sebenarnya. Masih maraknya penyelundupan ilegal disinyalir membuat nilai impor menjadi lebih rendah daripada nilai sesungguhnya. "Nilai di atas kertas jauh lebih rendah daripada lalu lintas barang yang sebenarnya," kata Farial menjelaskan.

Selain itu, hingga akhir tahun, tingginya utang korporasi yang jatuh tempo diyakini masih akan membuat rupiah terus tertekan. Utang jatuh tempo sebanyak US$ 21,025 miliar pasti akan mempengaruhi likuiditas dolar dalam negeri.

Terlebih lagi, struktur impor sangat didominasi oleh kebutuhan bahan baku. Hal tersebut memberikan pesan bahwa industri kita masih belum dapat melepas ketergantungan dari produk bahan baku dari impor. "Jika kebutuhan industri kita belum berubah, bagaimana menahan laju permintaan dolar?," kata Farial.

Ekonom PT BNI Securities Heru Irvansyah juga meragukan penguatan signifikan rupiah hanya didorong oleh faktor surplus perdagangan belaka. Melihat pergerakannya yang signifikan, intervensi bank sentral terlihat turut berperan dalam menguatkan rupiah. "Bank Indonesia berkeinginan menggiring posisi rupiah berada di bawah level 12.000 pada akhir tahun."

Meski tidak menyebut jumlahnya berapa, namun ia meyakini intervensi BI berperan sentral. Pasalnya, secara fundamental, kondisi pelemahan rupiah memang dipengaruhi oleh kondisi neraca transaksi berjalan yang defisit sepanjang tahun ini.

Menurut Heru, penguatan rupiah baru akan muncul apabila ada perbaikan dari sisi neraca berjalan dan angka surplus neraca perdagangan meningkat secara konsisten hingga kuartal pertama 2014. "Ketika sentimen surplus perdagangan berakhir, pergerakan rupiah akan kembali sesuai dengan mekanisme pasar."

M. AZHAR | MEGEL JEKSON

Terpopuler
Dituding Terima Rp 1,7 Miliar, Ini Kata Jokowi
Stasiun Depok UI Dijaga Ketat
Sitok Bantah Beri Minuman Keras ke Mahasiswi
Sitok Dilaporkan ke Polisi, Ini Kronologinya 
Harimau di Film Life of Pi Nyaris Tenggelam


09.35 | 0 komentar | Read More

Peternak Unggas Demo Kementerian Pertanian

TEMPO.CO, Jakarta - Para peternak unggas broiler (pedaging) dan layer (petelur) se-Indonesia akan menggelar demo di kantor Kementerian Pertanian pagi ini. Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan), Ruri Sarasono, mengatakan demonstrasi akan dilakukan para peternak secara mandiri. "Bukan digerakkan secara resmi oleh asosiasi," kata Ruri saat dihubungi Tempo, Selasa, 3 Desember 2013.

Menurut Ruri, selama ini ada permasalahan di sektor peternakan yang disinyalir disebabkan tata niaga tidak terstruktur. "Bayangkan saja, harga dari peternak hanya Rp 12-14 ribu per kilogram, tapi harga di pasar bisa Rp 30-35 ribu per kilogram," ujarnya. Selain menuntut tata niaga yang adil, peternak juga meminta pembenahan harga jual ayam dan telur yang masih jauh di atas harga pokok produksi.

Belum diketahui berapa banyak peternak yang akan berdemonstrasi di kantor Menteri Pertanian Suswono tersebut. Aksi dijadwalkan mulai pada pukul 08.00 WIB di depan gedung A Kementerian Pertanian. Para demonstran berencana melanjutkan orasinya di gedung Dewan Perwakilan Rakyat.

AYU PRIMA SANDI


09.35 | 0 komentar | Read More

Dana Relokasi Waduk Jatigede Terserap 60 Persen

Written By Unknown on Senin, 02 Desember 2013 | 09.35

Suasana Bukit yang akan ikut terendam oleh air Waduk Jatigede di Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (11/9). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perumahan Rakyat menganggarkan Rp 55 miliar untuk membangun 697 unit rumah khusus di daerah Sakurjaya dan Conggenag Kulon. Saat ini anggaran yang disiapkan untuk warga yang digusur karena pembangunan megaproyek Waduk Jatigede, Jawa Barat itu terserap 60 persen. 

Deputi Bidang Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat Paul Panihutan Marpaung menargetkan pembangunan rumah unit khusus ini rampung pada akhir bulan ini. "Kami yakin target selesai pembangunan ini akhir bulan Desember karena tipe rumahnya sederhana, tipe couple, satu bangunan dua rumah," kata Paul saat dihubungi melalui sambungan telepon, Ahad 1 Desember 2013. 

Dia mengatakan pembangunan rumah-rumah ini dikebut penyelesaiannya dengan dikerjakan siang dan malam. Rumah-rumah ini rencananya ditempati oleh warga penghuni daerah genangan air bendungan itu secara cuma-cuma. Setiap warga yang direlokasi ke lokasi tersebut nantinya akan memperoleh rumah seluas 36 meter persegi, dengan pekarangan 100 meter persegi, serta lahan usaha 300 meter persegi. 

Asisten deputi Perencanaan Perumahan Formal, Muhammad Dimyati, mengatakan Kementerian telah menganggarkan penyelesaian jumlah rumah yang akan dibangun untuk relokasi akibat dampak sosial waduk Jatigede tersebut sekitar 1.200 unit. "Namun bisa atau tidaknya dibangun rumah pada tahun 2014 sangat tergantung pada ketersediaan lahan yang clean and clear", kata Dimyati seperti yang ditulis di lama situs Kementerian Pekerjaan Umum. 

รข€¨Proyek pembangunan Waduk Jatigede menggenangi wilayah seluas 4.973 hektare. Luasnya waduk mengorbankan 12 desa di empat kecamatan. Waduk ini diprediksi mengairi 90 ribu hektare sawah di Indramayu dan Cirebon sekaligus menjadi pembangkit listrik dengan kapasitas 110 megawatt. 

ALI HIDAYAT


09.35 | 0 komentar | Read More

Kabar Hoax Tingkatkan Jumlah Pemasang RFID

Sejumlah pemilik kendaraan roda empat menunjukan alat RFID yang disediakan secara gratis di SPBU Pramuka, Jakarta (28/11). Para pemilik kendaraan mengantri sejak pagi karena mendengar isu pemasangan RFID akan dikenakan tarif Rp.200 ribu setelah tanggal 30 November 2013. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO , Jakarta:Manajer Sosialisasi Sistem Monitoring dan Pengendalian (SMPBBM) PT INTI Andi Nugroho, mengatakan sistem pengendali konsumsi BBM atau RFID (Radio Frequency Identification) terpasang di Jakarta jumlahnya semakin bertambah. "Sekitar 4.000 unit perhari yang terpasang," kata Andi saat dihubungi Tempo, Ahad 1 Desember 2013.

Andi mengatakan masifnya animo masyarakat ini naik setelah beredarnya pesan hoax berisi ajakan agar masyarakat tidak terlambat memasang stiker RFID karena pembagian alat pengendali itu tidak lagi gratis setelah akhir November. Sebelum ada kabar tesebut, kata dia, tercatat sekitar 2.000 unit RFID yang terpasang per hari.

"Sejak ada kabar hoax itu terjadi lonjakan sebanyak dua kali lipat," kata dia. Selain itu, Andi mengatakan tingginya minat masyarakat terkait alat RFID ini naik karena sosialisasi iklan yang dilakukan oleh PT INTI makin gencar, baik melalui media cetak maupun elektronik.

Untuk hari ini, Andi mengatakan pemasangan RFID di Jakarta menurun yaitu sekitar 3.200 unit. "Hari Sabtu dan Minggu, 20 posko yang buka karena untuk evaluasi perbaikan metode dan kinerja di lapangan," katanya. Di hari Senin hingga Jumat, terdapat 41 posko yang membuka registrasi untuk pemasangan RFID di Jakarta.

Pertamina melalui PT Inti sebagai mitra penyedia teknologi RFID sedang mengusahakan kemungkinan untuk memperluas titik pemasangan di luar SPBU, seperti ruang terbuka, parkir mall dan lainnya di luar hari kerja. Untuk saat ini, masyarakat dapat melakukan pemasangan di sekitar 60 titik yang telah disediakan, baik di SPBU maupun di titik lainnya. Untuk mengetahui lokasi pos registrasi RFID dapat menghubungi contact center Pertamina 500-000, follow twitter @SMPBBM dan Facebook: SMPBBM atau melalui www.pertamina.com.

ALI HIDAYAT
Berita Terpopuler:

Aktor Paul Walker Meninggal dalam Kecelakaan Mobil 
Ditanya Soal Gaji, Indra Sjafri Menangis 
Cerita Indra Sjafri Tentang Pemain Titipan 
Dukungan Megawati untuk Jokowi Makin Menguat 
2015, Bekasi-Kuningan 39 Menit dengan Monorel


09.35 | 0 komentar | Read More

Apindo: Pengusaha Jangan Sembarang Naikkan Harga

TEMPO.CO , Jakarta:Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, Sofjan Wanandi, mengatakan dampak dari melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika mengakibatkan pengusaha perlu membeli dolar lebih mahal untuk pembiayaan industri. Ia mengatakan dengan kondisi biaya pembelian dolar yang lebih tinggi, pengusaha tidak dapat sembarangan menaikkan harga barang produksi mereka.

"Pengusaha tidak bisa menaikkan harga, belum tentu laku," ujar Sofjan Wanandi ketika dihubungi, Ahad 2 November 2013. Ia mengatakan pengusaha baru kemungkinan dapat menaikkan harga sebulan ke depan.

Ia mengatakan saat ini mungkin sejumlah pengusaha masih dapat menggunakan bahan baku produksi yang memang masih ada dan telah dibeli beberapa waktu lalu. "Baru bisa dinaikkan nanti, tapi kita lihat marketnya, tidak semua sektor bisa menaikkan harga," ujar dia.

Ia mengatakan meskipun begitu, tahun 2014 nanti ia meyakini akan adanya kenaikan harga diseluruh sektor. Ia mengatakan efek dari melemahnya rupiah berbagai cara harus dilakukan pelaku industri guna mengefisienkan pengeluarannya.

Ia memastikan kenaikan harga produk merupakan salah satu pilihan yang pasti ditempuh pengusaha. "Untuk mengurangi ongkos, pasti terjadi PHK," ujar Sofjan. Ia mengatakan selain itu mengecilkan porsi atau ukuran kemasan juga menjadi pilihan pengusaha mengatasi situasi rupiah yang semakin melemah.

MAYA NAWANGWULAN
Berita Terpopuler:

Aktor Paul Walker Meninggal dalam Kecelakaan Mobil 
Ditanya Soal Gaji, Indra Sjafri Menangis 
Cerita Indra Sjafri Tentang Pemain Titipan 
Dukungan Megawati untuk Jokowi Makin Menguat 
2015, Bekasi-Kuningan 39 Menit dengan Monorel


09.35 | 0 komentar | Read More

Indonesia Harus Punya 86 Pelabuhan pada 2030

Written By Unknown on Minggu, 01 Desember 2013 | 09.35

Petugas pelabuhan melintasi kontainer berisi produk Hortikultura (bawang) di kawasan Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, (20/3). TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Surabaya - Kebutuhan akan pelabuhan diperkirakan meningkat tajam pada 2030. National Port Master Plan (NPMP) dalam Keputusan Menteri Nomor 414 Tahun 2013 memproyeksikan Indonesia harus memiliki kurang lebih 86 pelabuhan di enam koridor, yaitu Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua.

Chairman Advisory Group on Port and Harbour, Sudjanadi Tjipto Sudarmo, memaparkan estimasi investasi untuk membangun ataupun mengembangkan pelabuhan bisa mencapai US$ 47 miliar. "Itu dibutuhkan untuk proyek pemenuhan kapasitas pelabuhan pada 2030," kata Sudjanadi dalam Seminar Kepelabuhan di Badan Usaha Milik Daerah Expo, Surabaya, Jumat, 29 November 2013.

Dikatakan Sudjanadi, sekitar US$ 32 miliar atau 68 persen di antaranya dibutuhkan dari pihak swasta. Karena itu, pemerintah harus bisa mendorong swasta untuk turut berinvestasi. "Kalau hanya pemerintah sendiri, enggak punya dana," kata Sudjanadi.

Ada 33 kebijakan yang telah disiapkan pemerintah untuk memberikan dukungan dan jaminan kepada swasta agar bersedia terlibat dalam pengembangan bisnis pelabuhan. Partisipasi sektor swasta bisa dituangkan dalam kerja sama pemerintah-swasta melalui kesepakatan konsesi.

Menurut Sudjanadi, lalu lintas kontainer di Indonesia akan meningkat enam kali lipat pada 2030. Jika pada 2009 volume kontainer sebesar 8,8 juta Teu, pada 2020 menjadi 24,4 juta Teu, dan mencapai 48 juta Teu pada 2030. Tidak bisa dipungkiri, keberadaan terminal kontainer, baik baru ataupun hasil pengembangan, sangat urgen diperlukan di banyak lokasi.

Prioritas utama saat ini yang sedang dilakukan pemerintah adalah membangun 19 pelabuhan strategis di enam koridor ekonomi. Terbagi menjadi pelabuhan khusus kontainer, multifungsi, penumpang, dan CPO (crude palm oil).

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak I Nyoman Gede Saputra menambahkan, masterplan atau rencana induk pelabuhan memang masih menemui sejumlah persoalan. Apalagi masterplan kepelabuhan tidak boleh bertentangan dengan rencana tata ruang wilayah provinsi atau kabupaten/kota.

Ia mencontohkan pelabuhan yang terintegrasi di tiga wilayah: Surabaya, Gresik, dan Bangkalan. Namun hingga kini, Wali Kota Surabaya belum memberikan rekomendasi rencana tata ruang wilayah (RTRW) ke Otoritas Pelabuhan untuk diserahkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. RTRW itu diperlukan terkait penataan pelabuhan.

AGITA SUKMA LISTYANTI


09.35 | 0 komentar | Read More

LPS Bantah Pernyataan Jusuf Kalla Soal Century  

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membantah pernyataan Mantan Presiden Jusuf Kalla, yang menyatakan dana pencairan dana penyertaan modal sementara untuk Bank Century dikeluarkan pada hari Sabtu-Minggu.

"Tidak ada transfer Sabtu-Minggu, transfer pertama dilakukan pada hari Senin, 24 November 2008, melalui mekanisme perbankan biasa transfer ke rekening Century di Bank Indonesia via Bank Rakyat Indonesia," kata Sekretaris dan juru bicara LPS, Samsu Adi Nugroho ketika dihubungi Tempo, Sabtu 30 November 2013.

Ia juga mengatakan telah memberikan dokumen-dokumen terkait hal tersebut kepada pihak berwenang. "Dokumen-dokumen terkait juga sudah kami sampaikan ke BPK dan KPK. Jadi benar-benar tidak ada transfer Sabtu-Minggu," katanya.

Mengenai mekanisme pemberian dana talangan Rp 6,7 triliun, ia mengatakan tidak dilakukan sekaligus dalam satu hari. "Awalnya tidak ditetapkan langsung Rp 6,7 triliun, tapi dengan berjalannya waktu sesuai kebutuhan (sampai diangka) Rp 6,7 triliun. Itu pun transfernya berkala," katanya.

Kasus Bank Century itu terjadi tahun 2008 dengan diberikannya uang dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun ke Bank Century untuk menyelamatkan bank itu dari dampak krisis global agar bank-bank lain tidak terkena dampaknya.

Menteri Keuangan saat itu, Sri Mulyani, menegaskan kepada DPR bahwa jika Bank Century ditutup akan berdampak sistemik pada perbankan Indonesia, sehingga bank tersebut perlu mendapatkan bantuan pemerintah. Padahal, menurut Dewan Perwakilan Rakyat awalnya pemerintah hanya meminta persetujuan Rp 1,3 triliun untuk Bank Century.

ANANDA PUTRI


09.35 | 0 komentar | Read More

2014, Adhi Karya Targetkan Laba Rp 507 Miliar  

TEMPO.CO, Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk menargetkan laba bersih Rp 570 miliar pada tahun 2014. Angka ini meningkat 42,5 persen dari proyeksi laba tahun 2013 sebesar Rp 400 miliar.

"Tahun depan jadi tahun di mana kami melompat. Jadi bukan lagi tumbuh tapi melompat," ujar Direktur Utama Adhi Karya Kiswo Darmawan, dalam Media Gathering di Kantor Pusat Adhi Karya, Sabtu, 30 November 2013.

Adapun kenaikan ini kata dia akan ditopang dari pendapatan di tiga bisnis utama, yaitu jasa konstruksi, kontraktor EPC (Engineering Procurement and Construction) dan bisnis property realty. Untuk bisnis jasa konstruksi misalnya, kata dia, tahun depan Adhi sudah bersiap membangun 3 buah proyek monorail.

"Monorel Bandara Soekarno-Hatta tahun depan kontrak. Monorel kontainer pelabuhan Tanjung perak. Serta monorel Jakarta, tapi hingga saat ini Perpres monorel Jakarta belum ada. Realisasi semoga bisa tahun depan," katanya.

Perseroan, kata Kiswo, akan membangun kawasan bisnis kecil atau small CBD yang terletak di Bekasi Timur. Kawasan bisnis ini rencananya terdiri dari hotel Grand Dhika Bekasi, perkantoran, mal serta pusat monorail. Kawasan ini nantinya akan menjadi stasiun induk monorail dari Bekasi Timur ke Cawang. "Grand launching semoga bisa Desember tahun depan," katanya.

Diwawancara terpisah Direktur Keuangan Adhi Karya, Supardi, mengatakan secara keseluruhan pendapatan Adhi Karya terbesar masih disumbang bisnis jasa konstruksi. "Sebanyak 60 persen pendapatan Adhi Karya disumbang bisnis jasa konstruksi, selebihnya 40 persen dari jasa pengembangan lainnya," kata Supardi.

Untuk belanja modal tahun 2014 perseroan menganggarkan belanja modal sekitar Rp 800 miliar, meningkat dibanding capex tahun 2013 sekitar Rp 650 miliar. Capex akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis properti dan real estate sebesar Rp 496 miliar, untuk pengerjaan proyek monorel dan EPC sekitar Rp 257 miliar, serta pengembangan bisnis pabrik beton sebesar Rp 102 miliar.

ANANDA PUTRI


09.35 | 0 komentar | Read More

Indeks Menguat di Akhir Pekan  

Written By Unknown on Sabtu, 30 November 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Ekspektasi membaiknya data inflasi dan neraca perdagangan yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pekan depan membuat pelaku pasar melakukan aksi beli.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia hari ini, Jumat, 29 November 2013, ditutup menguat 22,51 poin (0,53 persen) ke level 4.256,43. Indeks bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan, namun berhasil menguat pada akhir sesi.

Analis PT Mega Capital Indonesia, Gene Richard, mengatakan ekspektasi positif pelaku pasar terhadap membaiknya data ekonomi bulan depan menjadi katalis IHSG untuk ditutup di zona positif. "Pelaku pasar optimistis neraca perdagangan akan lebih baik, paling tidak defisit berkurang."

Keyakinan itu didasarkan beberapa faktor. Seperti, mulai efektifnya kebijakan pembatasan impor dan pelemahan nilai rupiah yang memberi berkah bagi para eksportir, terutama komoditas. Inflasi November diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan Oktober, namun pelaku pasar telah mengantisipasi.

Menurut Richard, bila data neraca perdagangan sesuai dengan ekspektasi investor, pergerakan indeks pada pekan depan masih berpeluang untuk terus naik. "Sebaliknya, bila data tidak sesuai ekspektasi, tekanan jual akan berlanjut."

Sementara bursa regional ditutup bervariasi. Nikkei 225 terkoreksi 0,42 persen ke 15.661,87, Hang Seng menguat 0,39 persen ke 23.881,29, Strait Times melemah 0,30 persen ke 3.176,86, dan bursa Shanghai naik 0,05 persen ke 2.220,50.

PDAT | M. AZHAR

Terpopuler
Saat Ditangkap, Pengemis Tajir Coba Sogok Petugas  
KPAI Dukung Duel Tinju El dan Farhat Abbas  
Bahas Banjir, Nur Mahmudi Singgung Kampung Pulo  
Lawan Farhat, El Datangi Pertina Tanpa Izin Maia  
Ada Pengemis Rp 25 Juta, Jokowi Geleng-geleng  
Farhat Abbas Sebut Dirinya Petinju Kelas Berat  
Sebar Nomor Telepon ke Warga, HP Jokowi Jebol  
Pertina DKI Sarankan El dan Farhat Tidak Bertinju  
Rudi Akui Beri THR untuk Anggota DPR  
Kak Seto Khawatir Duel El dan Farhat akan Ditiru  



09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger