Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

OJK: Semua Bank di Jatim dalam Pengawasan Normal

Written By Unknown on Sabtu, 14 Desember 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Surabaya - Otoritas Jasa Keuangan menyatakan seluruh bank di Jawa Timur dalam pengawasan normal. "Semua bank masih dalam pengawasan normal," kata Kepala Kantor Regional Tiga Otoritas Jasa Keuangan wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Adie Soesetyantoro, kepada Tempo, Jumat, 13 Desember 2013.

Adie mengatakan, OJK melakukan pengawasan rutin kepada bank, baik tidak langsung (off-site) maupun langsung (on-site). Secara rutin, OJK juga melakukan penilaian tingkat kesehatan bank dengan menggunakan pendekatan berdasarkan risiko (risk based bank rating). Hasilnya, bank di Jawa Timur belum ada yang termasuk dalam pengawasan intensif ataupun khusus.

Saat ini, OJK sedang menyiapkan peralihan pengawasan bank dari Bank Indonesia. Mulai 1 Januari 2014, OJK mulai efektif menjalankan pengawasan microprudential. Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, pengawasan bank yang sebelumnya dilakukan Bank Indonesia akan dialihkan kepada OJK.

Adapun di Surabaya, pengawasan dilakukan oleh sekitar 60 orang. Pihak yang diawasi mencakup bank umum, bank syariah, BPR umum, dan BPR syariah. Meski demikian, hal itu bukan berarti Bank Indonesia melepas fungsi pengawasan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV Jawa Timur, Dwi Pranoto, mengatakan pihaknya akan berfokus pada macroprudential atau pengawasan terhadap industri yang berkaitan dengan bank dan bisa berdampak sistemik ataupun mengganggu stabilitas keuangan. "Jadi OJK fokus ke individual bank. BI ke industri yang berdampak sistemik," katanya.

Dengan fungsi yang baru ini, BI bisa masuk ke anak perusahaan atau holding company yang rawan gejolak krisis. Karena itu, BI akan memetakan profil-profil risiko, financial index, dan indikator sistemik.  Namun, kata Dwi, hingga saat ini belum ada industri ataupun bank yang terkategori bermasalah baik secara likuiditas maupun fundamental. 


AGITA SUKMA LISTYANTI


09.35 | 0 komentar | Read More

Wamenkeu: Indonesia Berpendapatan Tinggi 2030

TEMPO.CO, Nusa Dua - Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia memiliki peluang besar lepas dari jebakan kelas menengah. Masuknya Indonesia sebagai kelompok negara berpendapatan menengah yang mencapai USD 5.170 (sekitar Rp 62 juta) adalah indikator mampu menghindari jebakan kelas menengah.


"Indonesia akan menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2030-an," kata Bambang dalam seminar internasional yang bertema "Avoiding The Middle Income Trap" di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Jumat, 13 Desember 2013.

Dia mengatakan, untuk dapat tumbuh secara berkelanjutan dan mampu berakselerasi, sumber pertumbuhan harus bergeser dari akumulasi faktor produksi dan sumber daya alam ke produktivitas. Menurut dia, produktivitas adalah kata kunci untuk dapat terus tumbuh ke level yang relatif tinggi.


Bambang mengatakan, untuk meningkatkan produktivitas diperlukan langkah-langkah pengembangan sumber daya manusia serta memperluas akses masyarakat terhadap infrastruktur, sektor keuangan, dan pengembangan kajian.

Perbaikan kualitas sumber daya manusia, dia melanjutkan, perlu dilakukan dengan pengembangan sistem pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan industrialisasi. "Ini menjadi penting untuk menghindari miss match antara tenaga kerja yang diluluskan dan kualifikasi yang dibutuhkan sektor industri," katanya.


Pembangunan infrastruktur yang memadai, kata dia, akan mendorong peningkatan kapasitas produksi nasional sehingga memungkinkan ekonomi tumbuh pada level potensialnya. Potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini akan selalu tinggi, namun terhambat oleh keterbatasan infrastruktur yang memadai, seperti suplai energi, jalan raya, pelabuhan, dan fasilitas pergudangan.

ALI HIDAYAT


09.35 | 0 komentar | Read More

Atasi Banjir, Proyek Ciliwung Segera Dijalankan

TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Pekerjaan Umum berencana membuat sodetan untuk mengalirkan air dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur. Sodetan sepanjang 1,59 kilometer ini bakal mengurangi debit air 60 kubik per detik sehingga tidak meluap dan membanjiri Jakarta.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto menyatakan pemenang tender proyek Sodetan Ciliwung akan diumumkan pekan depan. "Kalau sampai tanggal 18 Desember tidak ada sanggahan, maka pada 19 Desember 2013 akan kami umumkan," kata dia saat ditemui di kantornya, Jumat, 13 Desember 2013.

Ia menyebut groundbreaking proyek tersebut dijadwalkan pada 23 Desember mendatang. Sementara itu, kata Djoko, mobilisasi sudah dilakukan untuk normalisasi Kali Ciliwung."Kalau bisa, penggalian bisa langsung dilakukan, tidak usah menunggu groundbreaking, karena kontrak sudah ditandatangani," ucapnya. 

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, Imam Santoso mengatakan, proyek sodetan Ciliwung masih dalam tahap penentuan pemenang tender. "Hasilnya belum keluar," ujar dia, Kamis 18 Oktober 2013.

Menurutnya, ada lima peserta tender yang bersaing memperebutkan proyek ini. Namun, ia belum bisa memastikan waktu pengumuman pemenang karena masih menunggu Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) yang sedang diproses di Kementerian Keuangan. "Revisi DIPA belum terbit. Rencananya akhir bulan ini."

Imam menyebutkan, berdekatan dengan itulah pemenang tender ditentukan. Seminggu setelahnya, kontrak dengan pemenang akan ditandatangani. Teknis pengerjaan proyek senilai Rp 500 miliar ini dijadwalkan mulai akhir 2013 dan baru kelar dalam 16 bulan.

Artinya, hingga tahun depan, wilayah langganan banjir seperti Kampung Pulo dan Kampung Melayu, Jakarta Timur masih harus bersabar menghadapi banjir. "Tunggu sampai 2015," katanya.

Imam menambahkan, menjelang proyek sodetan, pihaknya dibantu Pemerintah Provinsi DKI dalam pembebasan tanah di kawasan Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur. "Pembebasannya kami serahkan ke pemprov."

MARIA YUNIAR


09.35 | 0 komentar | Read More

Bisnis Online Bakal Tumbuh Dua Kali Lipat

Written By Unknown on Jumat, 13 Desember 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Daniel Tumiwa memprediksi prospek bisnis online pada 2014 akan tumbuh dua kali lipat. "Tetap baik, setiap bulannya akan tetap tumbuh dua kali lipat seperti sekarang ini," kata Daniel kepada Tempo kemarin.

Menurut Daniel, bisnis online tidak akan terpengaruh gejolak ekonomi dari dalam maupun luar negeri. Masalah seperti kenaikan BI rate, upah tenaga kerja yang membumbung tidak dinilai tidak menyentuh bisnis modern ini.

Berdasarkan survei terhadap 200 pelaku UKM Indonesia, rata-rata 29 persen dari pendapatan per tahun mereka datang dari aktivitas online. Pemanfaatan dunia online bagi UKM, kata Daniel, bisa dilakukan dengan website, jejaring sosial, atau yang lebih canggih lagi dengan memanfaatkan search engine optimization (SEO).

UKM dianggap memiliki peran yang sangat penting dalam menopang pengembangan ekonomi di Indonesia. Diperkirakan terdapat lebih dari 55,2 juta unit UKM di Indonesia yang berkemampuan menyerap 101 juta tenaga kerja. Selain itu UKM juga dinilai berpotensi untuk menyumbang Rp 4.303 triliun dari pendapatan domestik bruto (PDB) negara. Para pemilik UKM pun terbukti mampu mengatasi goncangan ekonomi dunia. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan mereka membayarkan utang kepada pihak perbankan yang cukup lancar. Bahkan kredit macet (non performance low/NPL) hanya sekitar 2 hingga 2,5 persen.

APRILIANI GITA FITRIA

Topik Terhangat
Kecelakaan Kereta Bintaro | SEA Games Myanmar | Pelonco Maut ITN | Vila Liar Puncak | Mandela Wafat

Berita Lain:
Korea Selatan Buat Undang-Undang Kecanduan Game  
MOIRE, Rajanya Satelit Mata-mata
Belajar Sains dengan Google Glass  
Samsung Digoyang Isu Miring, Nokia Cari Kesempatan  
Google Luncurkan Fitur Keep Web


09.35 | 0 komentar | Read More

BI Rate Tetap, IHSG Belum Aman

TEMPO.CO, Jakarta - Analis dari Trust Securities Reza Priyambada menilai, keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan, BI Rate, pada posisi 7,5 persen kemarin, belum cukup untuk membawa indeks bursa Indonesia ke zona hijau. Penyebabnya masih sentimen global, yakni terkait pembahasan anggaran AS dan kemungkinan pengurangan stimulus moneter (tappering off) oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

"Pembukaan pasar saham Eropa yang negatif turut melemahkan," kata Reza kepada pers, Jumat, 13 November 2013.

Sepanjang perdagangan Kamis, 12 Desember 2013 kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh titik tertinggi pada level 4248,34, lantas menyentuh level terendah pada sore, dan berakhir di posisi 4212,22 pada penutupan perdagangan. Volume perdagangan tercatat turun namun nilai total transaksi meningkat.

"Investor asing mencatat nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Sedangkan investor domestik mencatat nett buy," kata Reza.

Dari 483 saham yang diperdagangkan, sebanyak 81 saham menguat, 155 saham melemah dan 247 saham stagnan. Sembilan sektor emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia seluruhnya melemah. Pelemahan terbesar dialami sektor aneka industri 1,97 persen.

GALVAN YUDISTIRA

Berita Terpopuler
Main Golf, Empat Direksi BUMN Terancam Sanksi 
Langgar Batas Tarif, Delapan Maskapai Ditegur
Manajer Pelindo II Ramai-ramai Mundur
BI: Bitcoin Bisa Jadi Alat Cuci Uang


09.35 | 0 komentar | Read More

Website Pakai Alamat co.id Lebih Aman

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menhimbau kepada para pelaku bisnis online untuk menggunakan alamat website dengan akhiran .co.id. "Agar keamanannya lebih terjamin dan terpercaya, gunakan alamat website .co.id. Kalau pakai .com kami akan sulit mengeceknya jika ada masalah," kata Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Bambang Heru Tjahyono kemarin.

Bambang mencontohkan, pernah ada masalah transaksi dalam bisnis online yang menggunakan alamat website .com. Untuk menelusuri masalah pada alamat website .com, kata dia, Kementerian Komunikasi dan Informatika harus menyurati pihak terkait. Tidak seperti .co.id yang dipastikan aman dan mudah dipantau pemerintah.

Menurut Bambang , Kementeriannya juga akan membuat peraturan menteri terkait penyelenggara sertifikasi elektronik dalam 3 tahun ini, karena peralihan PP 82 Tahun 2012 selama 3 tahun. Selama ini penyelenggara sertifikat berasal dari luar negeri, pemerintah ingin peran tersebut juga ada dari dalam negeri.

Dengan sertifikasi elektronik ini, seluruh transaksi elektronik akan lebih terjamin dan terpercaya. Penyelenggara tersebut harus melakukan pendaftaran yang ditargetkan dimulai pada 2014. Hal ini akan berlaku bagi semua layanan publik, tidak hanya e-commerce, tapi juga e-government dan layanan publik lainnya. Penyelenggaraan sertifikasi saat ini masih dalam tahap diskusi publik. Pada 2015 nanti, kata Bambang sudah harus ada penyelenggara sertifikasi elektronik.

Selain penyelenggara sertifikasi elektronik, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga akan mengusung penyelenggara transaksi elektronik dan penyelenggara agen elektronik. Dengan uapaya demikian diharapkan keamanan transaksi elektronik menjadi semakin terjamin.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia Daniel Tumiwa mengakui, dalam bisnis online terkadang terjadi penipuan, misalnya terkait transaksi. "Persoalan krusial yang seringkali terjadi dalam bisnis online yakni masalah transaksi. Ini memberi image negatif bagi bisnis online," katanya.

APRILIANI GITA FITRIA

Terpopuler
Mayat Korban Pelonco ITN Mengeluarkan Sperma
ITN Telusuri Adegan Pemerkosaan dalam Pelonco 
Warga Bakar Vila Orange Milik Probosutedjo 
Main Golf, Empat Direksi BUMN Terancam Sanksi 
Multivision Diminta Hentikan Peredaran Film Soekarno
Nama di KPK Ini Disebut Dekat dengan Cikeas


09.35 | 0 komentar | Read More

Penyerapan Anggaran Kemenhub Dikebut Akhir Tahun  

Written By Unknown on Kamis, 12 Desember 2013 | 09.36

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengatakan, penyerapan anggaran kementeriannya sampai November 2013 masih 60,19 persen. "Pada akhir tahun, diprediksi akan mencapai 90 persen," ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Rabu, 11 Desember 2013.

Ia menjelaskan, dibanding tahun-tahun sebelumnya, persentase penyerapan tersebut tidak jauh berbeda. Penyerapan anggaran Kementerian Perhubungan pada akhir tahun 2011 dan 2012 masing-masing 85,86 persen dan 88,82 persen. Meski demikian, Mangindaan melanjutkan, jika dilihat dari jumlah rupiah yang terserap, terdapat peningkatan karena ada kenaikan total pagu anggaran.

Namun, menurut Mangindaan, anggaran yang disediakan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sektor perhubungan masih jauh dari kebutuhan sesungguhnya. Ia memberi contoh, dalam tiga tahun terakhir, rata-rata APBN hanya memenuhi 58 persen kebutuhan anggaran yang diajukan.

Pada 2013, APBN hanya memenuhi Rp 36,679 triliun pagu definitif, atau 65 persen dari kebutuhan anggaran yang diajukan senilai Rp 55,643 triliun. Mangindaan mengatakan, ketimpangan pembiayaan sektor perhubungan makin terlihat bila merujuk pada kebutuhannya.

"Dalam kurun 2010-2015, untuk mengejar target pembangunan ekonomi 6,3 persen, dibutuhkan pembiayaan Rp 1.626 triliun hanya untuk sektor perhubungan," ucapnya. Mangindaan menuturkan, pada kenyataannya, APBN hanya mampu memenuhi Rp 119,7 triliun atau 7 persen kebutuhan. Upaya pemerintah untuk menarik investor di bidang transportasi pun, menurut dia, belum mencapai hasil yang diharapkan.

Ia mengklaim, Kementerian Perhubungan sudah melakukan reformasi kebijakan agar swasta dapat terlibat dalam pembangunan transpotasi. Namun, hal itu ternyata belum cukup mampu mendorong swasta masuk. Jadi, kata Mangindaan, Kementerian Perhubungan masih terus melaksanakan strategi lain bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan.

Lebih lanjut, Mangindaan menyebut, saat ini ada dua proyek dengan skema kerja sama pemerintah-swasta (KPS) yang sedang menjalani proses lelang. Kedua proyek tersebut adalah pembangunan terminal serta dermaga untuk kapal pesiar di Tanah Ampo, dan pengembangan sistem transportasi kereta api khusus batu bara di Kalimantan Tengah.

MARIA YUNIAR

Berita Terpopuler

Leonardo DiCaprio Bakal Jadi Pembalap Formula
Fantastic Fatin, Menengok Keseharian Fatin Shidqia
Selebriti Hollywood Ternyata Dibayar Berlebihan
Bimbim Slank Bicara Tragedi Kereta Bintaro  


09.36 | 0 komentar | Read More

Penguatan Dolar Benamkan Rupiah  

TEMPO.CO, Jakarta - Tercapainya kesepakatan atas problem anggaran Amerika Serikat (AS) membuat spekulasi rencana pemangkasan stimulus (tapering off) bank sentral Amerika (The Fed) semakin kuat.

Kecemasan pelaku pasar atas ketersediaan dolar mendorong nilai tukar dolar menguat terhadap mata uang regional. Dalam transaksi mata uang, rupiah pun kembali ditutup melemah 71 poin (0,61 persen) pada level 11.991. Pergerakan rupiah bahkan sempat menyentuh level 12.005 pada perdagangan siang hari.

Menurut analis dari Indonesia Bond Pricing Agency, Fakhrul Aufa, meningkatnya spekulasi tapering off membuat sebagian investor memang cenderung mulai mengurangi kepemilikan aset menjelang akhir tahun.

Kondisi nilai tukar rupiah yang terus bergerak volatil akhirnya mendorong pelaku pasar lebih memilih menunda investasi hingga awal tahun 2014. "Pengurangan kepemilikan aset investor berarti peningkatan permintaan dolar," kata Fakhrul.

Sebagaimana dilaporkan, anggaran pemerintah federal yang akan berakhir pada 15 Januari 2014 nanti memberi kemungkinan kejadian shutdown akan terulang kembali. Namun, berkat kesepakatan anggota Kongres yang setuju mengurangi belanja negara AS sebesar US$ 63 miliar, permasalahan kebuntuan fiskal pun bisa diakhiri.

Hingga perdagangan ditutup, dolar masih tampak kuat di hadapan mata uang regional. Hanya yen Jepang dan baht Thailand yang mampu mengungguli keperkasaan dolar, masing-masing pada level 102,48 per dolar dan 32,04 per dolar.

PDAT | MEGEL JEKSON


09.36 | 0 komentar | Read More

Asuransi Umum Diprediksi Melambat

TEMPO.CO, Jakarta - Sektor asurasi umum diprediksi akan mengalami perlambatan. Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor, hal ini disebabkan premi asuransi umum mayoritas berasal dari industri properti dan otomotif. Kedua industri itu sangat dipengaruhi kondisi ekonomi, mengingat sebagian besar komponennya masih impor.

"Jika kurs dolar naik dan kondisi ekonomi kurang bagus, bisa menyebabkan daya beli masyarakat menurun," kata Julian, Kamis, 12 Desember 2013. Sehingga, ia menambahkan, permintaan kendaraan dan properti akan turun. Akibatnya, jumlah premi perusahaan asuransi pun berkurang,"

Menurut Julian, jika kurs dolar naik, perusahaan asuransi akan tergoda menukar mata uang yang disimpannya dalam bentuk rupiah. Sehingga nilai premi yang didapat meningkat dari selisih kurs.

Padahal berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan, perusahaan asuransi jiwa harus menjaga kesehatan risk base capital dengan menyamakan antara mata uang yang disimpan dengan pembayaran premi yang digunakan.

Berdasarkan komposisi investasi asuransi umum, sebagian besar berupa deposito dan reksadana. Hal ini wajar karena dengan deposito, penyiapan dana kepada penanggung premi bisa lebih cepat. Meski, kelemahannya, tidak memberikan imbal hasil optimum.

Untuk mengantisipasi kondisi perekomian ke depan, Julian menyarankan, industri asuransi melakukan diversifikasi jenis asuransi yang dipakai. Juga memperbanyak sektor asuransi mikro kepada kalangan menengah ke bawah. Sebab asuransi mikro tidak terlalu sensitif terhadap perekonomian global. Berbeda dengan jenis asuransi deposito yang sangat tergantung pada kondisi ekonomi suatu negara.

GALVAN YUDISTIRA



09.36 | 0 komentar | Read More

IHSG Berpeluang Bertahan di Zona Hijau

Written By Unknown on Rabu, 11 Desember 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta --  Pada perdagangan hari ini, Rabu, 11 Desember 2013 IHSG diperkirakan akan berada pada support 4218-4246 dan resisten 4286-4290. Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, mengatakan laju indeks saham kembali mampu bergerak di atas kisaran target resisten (4221-4238) dan diharapkan pola ini masih terus bertahan untuk membuat penguatan lanjutan.

"Jika pola ini bertahan maka diharapkan IHSG selanjutnya akan dapat membentuk tren kenaikan jangka pendek. Asalkan tidak langsung dimanfaatkan profit taking," kata Reza, Rabu, 11 Desember 2013.

Kemarin, pergerakan IHSG masih bagus seiring dengan respon positif terhadap laju bursa saham Amerika Serikat yang menghijau dan turunnya indeks VIX-nya. Namun, menurut Reza, penguatan tersebut terjadi di tengah variatifnya laju bursa saham Asia, kembali melemahnya nilai tukar rupiah, hingga asing yang melakukan aksi jual.

"Sektor manufaktur berhasil menguat seiring kenaikan saham-saham berbasiskan konsumer, otomotif, dan makanan olahan," katanya.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4275,95 (level tertingginya) menjelang preclosing sesi dua dan menyentuk level 4220,91 (level terendahnya) di awal sesi pertama dan berakhir pada level 4275,68. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Menurut Reza, investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Sementara investor domestik mencatatakan nett sell.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Terpopuler:
Mahasiswi Korban Bintaro Akhirnya Meninggal
Di KPK Atut Bak Bawang Merah, Airin 'Bawang Putih'  
Selesai di KPK, Airin Akan Kunjungi Korban Bintaro
Mengapa Truk BBM Berhenti di Rel Kereta Bintaro?
Ahmad Dhani Akhirnya Balas Twit Farhat Abbas
Kisah Mistis di Seputar Lintasan Kereta Bintaro
Baca SMS Bu Pur-Ani SBY, Pengacara Disetop Hakim
Korban Kereta Bintaro Dituntun Bisikan Gaib
Jokowi Naik Kereta Diesel, Warga Ulujami Histeris  
Kisah Si Budeg dan Si Item 'Penunggu' Rel Bintaro  

 


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger