Selasa, 09 Oktober 2012 | 09:11 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Terkoreksinya bursa Wall Street yang diikuti oleh bursa regional pagi ini dapat membebani pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia hari ini. Direvisinya pertumbuhan global oleh Dana Moneter Internasional (IMF) akan menjadi sentimen negatif di bursa domestik.
Dalam perdagangan semalam, indeks saham utama Dow Jones industri ditutup turun 26,5 poin (0,19 persen) ke level 13.583,65. Indeks saham S&P 500 terkoreksi 5,05 poin (0,35 persen) ke 1.455,88, serta indeks saham teknologi Nasdaq juga melemah 23,83 poin (0,76 persen) ke 3.112,35.
IMF Senin kemarin merevisi ekonomi dunia tahun ini hanya akan tumbuh 3,3 persen, turun dibandingkan prediksi sebelumnya sebesar 3,5 persen di bulan Juli lalu. Lembaga moneter tersebut juga memprediksikan pertumbuhan ekonomi global di tahun 2013 hanya akan tumbuh 3,6 persen, juga melambat dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar 3,9 persen.
Namun, indeks yang sudah terkoreksi cukup dalam kemarin dan optimisme investor terhadap pendapatan emiten triwulan ketiga, seiring masih tumbuhnya perekonomian Indonesia, dapat menopang indeks dari sentimen negatif global. Di tengah pelambatan ekonomi global karena krisis utang kawasan yang berkepanjangan, ekonomi domestik masih tumbuh di atas 6 persen seiring terjaganya permintaan belanja masyarakat.
Analis dari PT eTrading Securities, Betrand Raynaldi, mengungkapkan dalam analisa hariannya bahwa dari sisi teknikal, penurunan indeks kemarin merupakan bagian dari konsolidasi yang sehat bagi IHSG setelah berhasil mencatat rekor tertingginya sepanjang sejarah bursa akhir pekan lalu. "Sehingga untuk strategi saat ini yang terbaik adalah beli di harga rendah (buy on weakness)," dia menuturkan.
Indeks hari ini akan bergerak beragam dalam rentang antara 4.200 hingga 4.330 dengan kecenderungan menguat. Sementara saham Perusahaan Gas Negara (PGAS), Semen Gresik (SMGR), serta Astra International (ASII) bisa menjadi perhatian investor hari ini.
Dalam perdagangan Senin kemarin indeks lokal ditutup turun 43,07 poin (1 persen) ke level 4.268,235. Bank Dunia yang merevisi pertumbuhan ekonomi Asia Timur dan Pasifik tahun 2012 menjadi 7,2 persen dari prediksi sebelumnya 8,2 persen membebani bursa Asia, termasuk bursa Jakarta kemarin.
Selain itu, investor yang mencoba merealisasikan keuntungan yang sudah diperoleh seiring naiknya indeks ke level tertinggi baru turut menekan bursa domestik.
VIVA B. KUSNANDAR
Anda sedang membaca artikel tentang
Penurunan Indeks Masih Bisa Berlanjut
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2012/10/penurunan-indeks-masih-bisa-berlanjut.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Penurunan Indeks Masih Bisa Berlanjut
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Penurunan Indeks Masih Bisa Berlanjut
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar