Waspadai Laba Emiten, Wall Street Terkoreksi

Written By Unknown on Selasa, 09 Oktober 2012 | 09.35

Selasa, 09 Oktober 2012 | 07:53 WIB

TEMPO.CO, New York - Saham di bursa Wall Street tergelincir di perdagangan Senin sehingga indeks Dow Jones harus terkoreksi dari level tertingginya dalam lima tahun terakhir menjelang musim keluarnya laporan keuangan emiten. Volume perdagangan kali ini merupakan yang terendah sepanjang tahun ini seiring liburnya pemerintahan dan pasar obligasi memperingati hari Columbus.

Dalam perdagangan semalam, indeks saham utama Dow Jones industri ditutup turun 26,5 poin (0,19 persen) ke level 13.583,65. Indeks saham S&P 500 terkoreksi 5,05 poin (0,35 persen) ke 1.455,88, serta indeks saham teknologi Nasdaq juga melemah 23,83 poin (0,76 persen) ke 3.112,35.

Saham tertekan sepanjang perdagangan karena Bank Dunia memangkas perkiraan pertumbuhan untuk Asia Timur dan Pasifik, dan memperingatkan bahwa perlambatan di Cina bisa terus memburuk dan berlangsung lebih lama dari banyak pengamat perkirakan.

Para analis memperikrakan pendapatan di kwartal ketiga tahun ini akan turun untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir meskipun indeks S&P 500 naik 5,8 persen dalam tiga bulan yang berakhir September kemarin.

"Tentu saja akan ada banyak revisi penurunan laba secara umum," kata Peter Jankovskis, wakil kepala investasi dari Oakbrook Investment LLC di Lisle, Illionis. "Beberapa orang memprediksi bahwa kita akan melihat penurunan secara keseluruhan laba, sehingga mungkin investor akan bersikap defensif dan melakukan profit taking", tuturnya.

Musim keluarnya laporan keuangan sudah dimulai dan hari ini para pemodal menunggu pengumuman kinerja emiten komponen indeks Dow Jones, Alcoa Inc (AA), yang diperkirakan akan mencatat keuntungan 15 sen per saham nya di triwulan ketiga kemarin, sama dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Namun, beberapa analis mempertanyakan bahwa laba tersebut diperkirakan lebih rendah. John Manley, kepala strategi ekuitas dari Wells Fargo Advantage Fund di New York mengatakan, perusahaan akan mengalami kesulitan dan mengecewakan. "Sehingga jika ada kejutan justru dapat memberikan imbas positif bagi pasar."

Selanjutnya, sentimen yang turut membebani bursa Wall Street adalah pernyataan Menteri Keuangan Eropa bahwa Spanyol tidak membutuhkan dana talangan karean itu mengambil langkah – langkah penataan keuangan. Harapan bahwa Pemerintahan Madrid akan meminta bantuan telah mendorong kenaikan bursa global dan aset berisikolainnya dalam beberapa pekan terakhir.

Baru – baru ini ada peringatan bahwa perusahaan multinasional besar seperti FedEx (FDX), Caterpilar (CAT), dan Hewlett-Packard (HPQ) telah menyatakan pelemahan akibat pelambatan ekonomi di Eropa dan Cina.

Menurut data Thomson Reuters, dari 91 perusahaan dari indeks S&P 500 telah mengeluarkan pandangan negatif dibanding 21 emiten ang memprediksikan pertumbuhan, dengan rasio 4,3, ini merupakan angka terendahnya sejak kwartal ketiga tahun 2001.

Saham Netflix (NFLX) naik 10,5 persen menjadi US$ 73,52 setelah Morgan Stanley menaikkan rating menjadi "overwight" terhadap saham perusahaan video streaming, karena perusahaan bisa menjadi acuan video global.

Sementara saham Apple Inc (APPL) turun 2,2 persen menjadi US$ 638,17 sehingga menekan indeks S&P 500 dan indeks saham teknologi Nasdaq karena ada pemogokan dari salah satu manufakturnya. China Labor Watch mengatakan pabrik Foxconn di Cina yang membuat Apple Inc lumpuh akibat pemogokan. Namun, perusahan Taiwan tersebut membantah laporan tersebut.

REUTERS / VIVA B. KUSNANDAR


Anda sedang membaca artikel tentang

Waspadai Laba Emiten, Wall Street Terkoreksi

Dengan url

https://bisnisantaija.blogspot.com/2012/10/waspadai-laba-emiten-wall-street.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Waspadai Laba Emiten, Wall Street Terkoreksi

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Waspadai Laba Emiten, Wall Street Terkoreksi

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger