Kamis, 04 Oktober 2012 | 06:52 WIB
TEMPO.CO, New York - Saham di bursa Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat ditutup positif dengan kenaikan moderat seiring optimisnya data Amerika Serikat seperti pertumbuhan data tenaga kerja di sektor swasta dan aktivitas di sektor jasa.
Namun saham unggulan Hewlett-Packard Co turun 12,96 persen sehingga jatuh ke level terendahnya dalam beberapa tahun terakhir setelah perkiraan kinerja yang mengecewakan.
Dalam perdagangan semalam indeks Dow industri ditutup naik tipis 12,25 poin (0,09 persen) ke 13.494,61. Indeks saham teknologi Nasdaq menguat 15,19 poin (0,49 persen) ke level 3.135,23, serta indeks S&P 500 juga naik 5,24 poin (0,36 persen) menjadi 1.450,99.
"Ada kekhawatiran bahwa secara keseluruhan musim laba triwulan ketiga ini akan melemah," kata Michael Yoshikami, kepala eksekutif dan pendiri Destination Wealth Management Walnut Creek. "Anda telah melihat pengumuman dari FedEx Corp yang merupakan barometer perekonomian cenderung melambat. Dan kini HP menambah kekhawatiran mereka," tuturnya.
"Hasil dari melambantya HP ini juga merupakan contoh yang dramatis karena mereka memiliki beberapa masalah bisnis yang spesifik yang harus mereka hadapi."
Dow Jones sempat naik 54 poin setelah pasar tenaga kerja dan sektor jasa lebih baik dari perkiraan. Saham unggulan kemudian tergelincir setelah saham HP turun hingga 13 persen yang merupakan level terendahnya dalam 10 tahun terakhir. HP mengeluarkan proyeksi yang melemah untuk tahun fiskal 2013.
Harga minyak jatuh ditengah kecemasan tentang ekonomi global seiring melemahnya industri jasa di bulan September sementara sektor jasa dan manufaktur di kawasan Eropa juga melambat dalam 8 bulan terakhir. Harga minyak mentah untuk kontrak bulan November anjlok 4,08 persen menjadi US$ 88,14 per barel.
Yoshikami mengatakan dia telah melihat harga pasar sudah cukup rasional. Namun, yang paling penting adalah Bank Sentral (The Fed) memiliki kebijakan laindan mencoba untuk menggelembungkan pasar saham untuk meningkatkan efek kekayaan.
Dua hari sebelum Departemen Tenaga Kerja merilis data, ADP melaporkan bahwa gaji sektor swasta meningkat 162 ribu tenaga kerja di bulan September dibandingkan perkiraan analis yang di survei Dow Jones Newswires hanya 152 ribu jiwa, tetapi lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencpaai 189 ribu.
Indeks non manufaktur ISM juga naik ke 55,1 dibandingkan dengan periode sebelumnya 53,7, serta berhasil melampaui perkiraan analis sebelumnya di 53,2.
Indeks non-manufaktur terus menunjukkan kekuatan yang relatif di sektor jasa yang menyumbang 83 persen dari seluruh pekerja sektor swasta dalam perekonomian. Sehingga tidak diragukan lagi ini cukup positif," kata Dan Greenhaus, kata kepala strategi global dari BTIG LLC.
MARKETWATCH / VIVA B. K
Anda sedang membaca artikel tentang
Wall Street Menguat Tipis
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2012/10/wall-street-menguat-tipis.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Wall Street Menguat Tipis
namun jangan lupa untuk meletakkan link
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar