Kamis, 08 November 2012 | 07:39 WIB
TEMPO.CO, New York - Setelah pemilihan presiden berakhir dan Obama akan kembali memimpin Amerika Serikat, fokus investor bergeser ke masalah tebing fiskal yang menjulang serta masalah ekonomi di Eropa. Indeks saham utama Dow Jones tumbang lebih dari 300 poin karena kuatnya tekanan jual dari para investor pada perdagangan semalam.
Indeks Dow Jones industri pada perdagangan Rabu waktu setempat ditutup anjlok 312,95 poin (2,36 persen) ke level 12.932,73. Demikian pula indeks saham teknologi Nasdaq terkoreksi 74,64 poin (2,48 persen) menjadi 2.937,29, serta indeks S&P 500 juga jatuh 33,86 poin (2,37 persen) ke posisi 1.394,53.
Indeks S&P 500 mengalami penurunan terbesar satu hari dalam persen sejak Juni, sepuluh sektoral S&P juga jatuh, dan 80 persen saham di kedua bursa Amerika New York Stock Exchange dan Nasdaq mengalami koreksi.
Saham keuangan dan energi, dua sektor yang bisa menghadapi regulasi setelah Obama kembali terpilih menjadi presiden mengalami tekanan yang paling dalam. Sektor finansial jatuh 3,5 persen, sektor energi turun 3,1 persen, dan sektor teknologi merosot 2,8 persen.
Kemenangan Obama telah diantisipasi oleh pasar, meskipun jajak pendapat menunjukkan persaingan yang ketat yang dengan penantangnya Mitt Romney dari Partai Republik.
Sehari sebelumnya, pemilihan presiden dianggap masalah ketidakpastian dipasar, tetapi sekarang fokus investor beralih ke masalah tebing fiskal karena khawatir jika kesepakatan pemangkasan anggaran senilia US$ 600 miliar tidak tercapai hingga awal tahun depan. Hal ini bisa menggagalkan pemulihan ekonomi.
Partai Republik mempertahankan control atas Dewan Perwakilan Rakyat, sementara Senat tetap dibawa kendali Partai Demokrat. David Joy, kepala strategi pasar dari Ameriprise Financial di Boston mengatakan, peta kekuatan politik seperti ini dianggap mengecewakan karena konfigurasi seperti ini akan mengakibatkan kemacetan dan ketidakjelasan. "Dan ini akan memiliki implikasi seberapa cepat kita dapat menyelesaikan masalah tebing fiskal," Joy menuturkan.
Kejatuhan bursa juga didukung oleh kekhawatiran dari kawasan Eropa setelah Komisi Eropa mengatakan bahwa kawasan Benua Biru nyaris tidak akan tumbuh tahun depan sehingga pesimis adanya perbaikan dalam jangka pendek. Kejatuhan ini merupakan antisipasi tidak tercapainya kesepakatan pembahasan masalah fiskal serta penyesuaian masalah di Eropa.
Tidak ada yang meragukan bahwa Eropa akan tertinggal dengan negara maju lainnya maupun negara berkembang, namun harga saham akan segera menemukan dasarnya, ketika itu investor mulai melihat sinyal penyelesaian masalah fiskal," kata Richard Weiss, manajer senior dari Century Investment di Mountain View, California.
Saham JPMorgan Chase & Co (JPM) jatuh 5,6 persen menjadi US$ 40,46 dan Goldman Sachs (GS) merosot 6,6 persen menjadi US$ 117,98. Saham Apple Inc (AAPL) juga jatuh 3,8 persen menjadi US$ 558.
REUTERS / VIVA B. K
Anda sedang membaca artikel tentang
Dow Jones Tumbang Lebih Dari 300 Poin
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2012/11/dow-jones-tumbang-lebih-dari-300-poin.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Dow Jones Tumbang Lebih Dari 300 Poin
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Dow Jones Tumbang Lebih Dari 300 Poin
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar