Jum''at, 09 November 2012 | 07:16 WIB
TEMPO.CO, Jakarta--Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan berjanji akan menjelaskan penyebab inefisiensi di tubuh PT PLN (Persero). Penjelasan akan disampaikan kepada Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa pekan depan. "Saya harus hadir, ini adalah kewajiban saya," katanya saat ditemui di Kementerian BUMN, di Jakarta, Kamis 9 November 2012.
Dahlan mengaku tak ada persiapan khusus untuk memenuhi pemanggilan oleh DPR pekan depan. "Saya hanya akan menjawab pertanyaan yang diajukan DPR," ujarnya kemarin.
Komisi Energi sudah dua kali melayangkan panggilan kepada Dahlan untuk menjelaskan penyebab tidak efisiennya pabrik setrum negara. Namun, bekas Direktur Utama PLN ini tak pernah datang. Selain memanggil Dahlan, DPR memanggil sejumlah direksi perusahaan pelat merah yang terkait dengan industri hulu kelistrikan.
Badan Pemeriksa Keuangan menemukan inefisiensi di tubuh PLN sebesar Rp 37,6 triliun sepanjang 2009-2010. Sebelum menjabat Menteri BUMN, Dahlan adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009 hingga 19 Oktober 2011.
Dalam hasil auditnya, BPK menyatakan inefisiensi terjadi karena tidak tersedianya bahan bakar primer untuk menyalakan pembangkit listrik. Menurut Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo, berdasarkan hasil audit terhadap hulu listrik pada 2010, kerugian yang dialami oleh PT PLN (Persero) disebabkan oleh tidak adanya pasokan gas. "Selain menggunakan gas, pembangkit bisa memakai bahan bakar minyak. Saat itu, pasokan gas tidak ada," katanya di kantor BPK, beberapa waktu lalu.
Inefisiensi disulut berbagai sebab. BPK menilai PLN telat memenuhi kebutuhan gas dan pemasok gas, serta batu bara gagal memenuhi kontrak. Hal lainnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta BP Migas tak berupaya memenuhi kebutuhan gas serta batu bara PLN. PT Pertamina Geothermal Energy juga ikut menyumbangkan ketidakefisienan karena terlambat mengoperasikan lapangan uap.
Dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media massa, Dahlan mengatakan penggunaan gas untuk pembangkit listrik terpaksa dilakukan untuk menghindari pemadaman. Bukan hanya sebulan, pemadaman bisa berlangsung hingga sembilan bulan. Kerugian pun diperkirakan bisa sembilan kali lipat dari potensi yang diungkapkan BPK, yaitu Rp 37 triliun. "Saya siap ditahan kalau memang salah. Tapi kalau memang gasnya tidak ada, mau bagaimana lagi?" katanya.
Dalam beberapa kali kesempatan, Dahlan menegaskan inefisiensi di tubuh PLN bukanlah kesalahannya. Pemborosan terjadi akibat tidak tersedianya pasokan gas untuk pembangkit listrik. Dia mengaku telah menjelaskan masalah ini kepada Komisi Energi, saat ia masih menjabat Direktur Utama PLN.
Manajer Senior Komunikasi PLN, Bambang Dwiyanto, mengungkapkan bahwa seretnya pasokan gas bukanlah kesalahan PLN. "Ada aturan tata niaga minyak dan gas yang bukan wewenang PLN," ujarnya.
Meski pernah menjelaskan kepada DPR, menurut anggota Komisi Energi, Asfihani, keterangan Dahlan amat diperlukan. DPR mengacu pada temuan BPK ihwal pemborosan di tubuh PLN. "Kami hanya meminta klarifikasi, bagaimana ketidakhematan itu bisa terjadi," ucapnya kemarin.
Selain Dahlan, DPR akan memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi, Pertamina, dan PGN.
Klarifikasi ini, menurut Asfinai, adalah penting karena menyangkut uang dalam jumlah besar, yaitu Rp 37 triliun. "Jika ini bisa dihemat, tarif dasar listrik mungkin saja tidak perlu naik tahun depan," katanya.
ANANDA W PUTRI | AYU PRIMA SANDI | MARTHA TERTINA | DEWI RINA
Baca juga:
Lika-liku Upeti DPR
Marzuki Alie: Dahlan Pemberani, Jangan Takut
Dahlan Akui Ada Oknum Kabinet Ingin Mendepaknya
Dahlan Ternyata Cuma Serahkan 5 Nama Pemalak BUMN
Kata BK DPR Soal Surat Dahlan
Anda sedang membaca artikel tentang
Pekan Depan Dahlan Iskan Jelaskan Inefisiensi PLN
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2012/11/pekan-depan-dahlan-iskan-jelaskan.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Pekan Depan Dahlan Iskan Jelaskan Inefisiensi PLN
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Pekan Depan Dahlan Iskan Jelaskan Inefisiensi PLN
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar