Senin, 14 Januari 2013 | 07:16 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Pelemahan rupiah masih akan membayangi perdagangan bursa saham Jakarta minggu ini. Pergerakan rupiah semakin liar dan mendekati Rp 10 ribu per dolar Amerika Serikat. Dampaknya, kalangan investor asing bakal menahan diri untuk masuk bursa domestik.
Sepanjang pekan lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia turun cukup dalam 104,11 poin (2,36 persen) ke level 4.305,912 dari posisi pekan sebelumnya, 4.410,02.
Analis dari PT Valbury Aisa Securities, Alfiansyah, menjelaskan indeks masih dalam tren konsolidasi sehingga, bila rupiah kembali melemah, indeks berpeluang melanjutkan penurunannya. IHSG minggu ini akan mencoba bertahan di level 4.300 dan bergerak dalam rentang 4.280-4.360.
Pertumbuhan ekonomi domestik yang ditopang oleh konsumsi masyarakat serta belanja pemerintah di sektor infrastruktur membuat kedua sektor tersebut tetap tumbuh. "Investor memburu saham dengan prospek cerah, yakni konsumsi dan infrastruktur maupun turunannya, seperti sektor semen dan properti," ujarnya.
Pangsa pasar perumahan dan apartemen masih akan tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan kebutuhan tempat tinggal. Permintaan yang sama juga terjadi pada semen. "Tak ketinggalan, saham perbankan juga masih cukup menarik karena sektor finansial sebagai lembaga pembiayaan pembangunan."
Saat terjadi konsolidasi, Alfian mengatakan, investor justru dapat memanfaatkan strategi pembelian saham di harga murah (buy on weakness). Alasannya, karena sebelumnya naik cukup kencang hingga indeks berhasil menembus level tertinggi baru di atas 4.400.
PDAT | VIVA B. K
Anda sedang membaca artikel tentang
Pelemahan Rupiah Pengaruhi Indeks Saham
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/01/pelemahan-rupiah-pengaruhi-indeks-saham.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Pelemahan Rupiah Pengaruhi Indeks Saham
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Pelemahan Rupiah Pengaruhi Indeks Saham
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar