TEMPO.CO, Jakarta - Tekanan terhadap rupiah meningkat menjelang keputusan bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) terkait program stimulus moneter.
Analis Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), Fakhrul Aufa, menilai pelemahan rupiah memang dipengaruhi sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pengumuman pengurangan stimulus The Fed. "Menjelang pertemuan tersebut, investor tak mau mengambil risiko untuk melepas dolar," kata dia kepada Tempo.
Dalam transaksi pasar di uang, Selasa 17 Spetember 2013, rupiah turun 320 poin (3,86 persen) menuju level 11.445 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah terjadi seiring pelemahan mata uang regional terhadap dolar menjelang dilangsungkannya pertemuan The Fed semalam.
Menjelang keputusan The Fed, pelaku pasar uang tak bisa bersikap tenang. Semakin dekat waktu pelaksanaan pengambilan keputusan, semakin banyak spekulasi yang berkembang. Di antaranya pemangkasan stimulus lebih dari US$ 10 miliar.
Rumor lainnya adalah potensi gagal bayar (default) Negeri Abang Sam akibat belum disetujuinya kenaikan plafon utang oleh Kongres Amerika Serikat. Potensi gagal bayar ini dikhawatirkan akan memicu kestabilan perekonomian global.
Batas atas utang sebesar US$ 16,7 triliun, yang berakhir pada pertengahan Oktober, dianggap tidak cukup memenuhi kewajiban pembayaran utang pemerintah AS. "Hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kepercayaan investor terhadap obligasi AS," kata Fakhrul.
Dari dalam negeri, membengkaknya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 menjadi Rp 209,5 triliun memicu sentimen negatif. Asumsi ini semakin mengkonfirmasi bahwa ekonomi dalam negeri sedang melambat. Hari ini, Rabu 18 September 2013, rupiah diperkirakan masih bergerak volatil di kisaran 11.225-11.450 per dolar.
MEGEL JEKSON
Bisnis Terpopuler
Harga Emas Antam Turun Rp 5.000
Ke Indonesia, Ini Agenda Pangeran Andrew
SBY Resmikan Pabrik Ban Hankook di Cikarang
Garuda Indonesia Merugi Selama KTT APEC Digelar
Garuda Indonesia Tunggu Kepastian Bandara Halim
Dapat Izin Impor, Koperasi Tahu-Tempe Kebingungan
Garuda Indonesia Pindahkan Parkiran Pesawat
Anda sedang membaca artikel tentang
Sentimen The Fed Masih Mengancam Rupiah
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/09/sentimen-fed-masih-mengancam-rupiah.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Sentimen The Fed Masih Mengancam Rupiah
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Sentimen The Fed Masih Mengancam Rupiah
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar