Wall Street Ditutup Bervariasi Setelah Naik Tinggi  

Written By Unknown on Selasa, 26 November 2013 | 09.35

TEMPO.CO, New York - Saham-saham di Wall Street ditutup bervariasi pada Senin (Selasa pagi WIB) setelah indeks utama menyentuh intraday tertinggi sepanjang waktu pada awal perdagangan.

Indeks saham unggulan (blue-chip) Dow Jones Industrial Average mundur dari rekor tertinggi sepanjang sesi, tetapi masih mencatat rekor penutupan tertinggi, naik 7,77 poin atau 0,05 persen menjadi berakhir di 16.072,54.

Indeks komposit Nasdaq menembus tingkat psikologis penting 4.000 poin pada perdagangan intraday untuk pertama kalinya sejak September 2000. Namun sebagian besar keuntungannya yang diraih pada pagi hari menguap pada penutupan. Indeks teknologi Nasdaq menjadi hanya bertambah 2,92 poin atau 0,07 persen menjadi berakhir di 3.994,57.

Sementara indeks yang lebih luas, S&P 500, ditutup turun 2,28 poin atau 0,13 persen menjadi 1.802,48, setelah mencapai intraday sepanjang masa pada awal perdagangan.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, Dow dan S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi.

"Hari ini tidak ada berita ekonomi besar di sini. Momentum menjaga momentum. Jadi kita mencapai intraday tertinggi baru," kata Warren Meyers, Direktur Illustro Trading, pada Senin. Ia menambahkan bahwa pasar juga memperoleh kembali beberapa kekuatannya dari kesepakatan nuklir Iran selama akhir pekan.

"Ini adalah tren yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, dan kita sudah berada di lingkungan momentum yang sangat kuat, terutama berasal dari kebijakan pelonggaran kuantitatif yang diambil oleh Federal Reserve AS," katanya kepada Xinhua.

Mark Otto, Direktur Pelaksana J. Streicher & Co LLC, juga mengatakan kepada Xinhua, untuk sementara waktu, tren pasar telah reli memasuki akhir tahun ini. Meskipun kinerja pasar mengesankan, Otto memperkirakan bahwa indeks saham utama akan naik 6 persen pada akhir tahun ini.

Di sisi ekonomi, penjualan pending home (rumah yang pengurusannya belum selesai) di Amerika Serikat untuk Oktober secara tak terduga merosot 0,6 persen dari bulan sebelumnya. Demikian disampaikan oleh asosiasi nasional agen real estate, National Association of Realtors.

Dalam berita perusahaan, saham Wal-Mart Store Inc naik tipis 0,78 persen menjadi 80,43 dolar AS. Kenaikan ini terjadi setelah pengecer terbesar di dunia itu mengumumkan bahwa Doug McMillon, seorang veteran perusahaan, telah terpilih untuk menggantikan Mike Duke sebagai presiden dan chief executive officer efektif mulai Februari 2014.

Dengan musim liburan yang akan segera dimulai dengan "Black Friday", sehari setelah Thanksgiving, yang sering dianggap sebagai awal dari musim belanja Natal, investor akan lebih fokus terhadap saham-saham retail. 

Pasar saham Amerika Serikat dijadwalkan akan tutup pada Kamis, 28 November 2013, untuk hari Thanksgiving. Dengan demikian, volume perdagangan pekan ini diperkirakan akan tipis.

ANTARA

Berita Terpopuler Lainnya
Tommy Soeharto Bantah Terima Suap dari Rolls-Royce
Pemilik Hotel Khawatirkan Isu Sweeping 
Salah Kaprah, Ekonomi Islam Tidak Hanya Perbankan
Alasan Silk Air Buka Rute Yogyakarta-Singapura
Boediono: Indonesia Butuh 15 Juta Rumah


Anda sedang membaca artikel tentang

Wall Street Ditutup Bervariasi Setelah Naik Tinggi  

Dengan url

https://bisnisantaija.blogspot.com/2013/11/wall-street-ditutup-bervariasi-setelah.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Wall Street Ditutup Bervariasi Setelah Naik Tinggi  

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Wall Street Ditutup Bervariasi Setelah Naik Tinggi  

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger